
Hari yang telah ditunggu-tunggu telah datang, Kak Bima dan Ila akan segera melangsungkan pertunangan di hari itu. Semua tamu undangan satu per satu telah datang.
"Kamu yakin La? tanya Jesi.
"Aku yakin Jes, tenang saja." ucap Ila dengan santai, padahal dalam hatinya sedang gundah.
"Apa pak bos tau? maksutku Pak Angga." tanya Jesi
"Dia tahu kok, aku sudah menjelaskan semua kepadanya dan aku tak melewatkan undangan ini juga." kata Ila
Jesi hanya sangat menyayangkan dengan keputusan Ila ini.
"Aku masih tidak mengerti dengan jalan pikirannya, tapi aku berdoa yang terbaik buat kamu La." kata Jesi dalam hatinya.
Semua tamu undangan dipersilahkan untuk duduk di tempat karena acara akan segera dimulai.
"Apa kamu sudah siap?" tanya Kak Bima kepada Ila
Ila tampak sedang melamun. Ia sedang memikirkan ketika ia sedang memberikan undangan pertunangannya kepada Angga.
Kala itu, Angga dan Ila berada di suatu restoran. Disana mereka sedang membicarakan pekerjaan. Lalu setelah selesai dan ketika Ila hendak pergi Angga menghentikannya. Ila duduk kembali dan mata Angga mulai menatap mata Ila dengan keseriusan.
"Tanpa banyak basa-basi. Aku ingin kamu tahu kalau aku menyukaimu Ila. Aku tahu ini terlihat sedikit aneh karena mungkin kita teman biasa sebelum aku amnesia, tapi entah mengapa hatiku merasakan ada getaran jika aku ada di dekatmu dan jika aku tanpamu aku merasa ada yang hilang."
Ila sangat kaget dengan pernyataan Angga dan Ila mencoba bersikap tenang
"Aku sangat mengerti Angga, mungkin kamu hanya terbawa perasaan saja. Tapi sungguh aku sangat ikhlas untuk merawatmu. Aku mohon maaf sekali tapi aku harus menyampaikan ini. (sambil menyodorkan kertas undangan pertunangan).
Setelah memberikan itu, Ila langsung pergi. Di lain sisi, seketika raut wajah Angga menjadi sedih. Ia tak menyangka Ila akan segera melangsungkan pertunangan dengan orang lain.
Ila telah tersadar setelah Kak Bima menepuk pundaknya lalu Kak Bima bertanya lagi dan Ila hanya mengangguk saja, yang mana menandakan kalau dirinya sudah siap.
...****************...
Pembawa acara pun segera membuka acara pertunangan mereka berdua hingga tiba saatnya pertukaran cincin yang mana sebagai syarat keterikatan.
"Silahkan untuk Mas Bima menyematkan cincin kepada sang bidadarinya." ucap MC
Namun yang terjadi ketika giliran Ila yang hendak menyematkan cincin kepada Kak Bima ada suara teriakan dari kejauhan.
"Hentikan." teriak seorang pria yang belum nampak batang hidungnya.
__ADS_1
Seorang pria yang tampak sangat gagah berkacamata hitam itu adalah Angga.
"Tolong hentikan pertunangan ini." ucap Angga
"Ila sahabatku, Kak Bima kakak seniorku, Jesi mantan karyawanku, kamu adikku..berapa banyak lagi orang yang harus aku sebutkan." lanjut ucap Angga sambil menatap Ila dengan senyum.
Semua tamu undangan menatap dirinya, tanpa terkecuali Ila dan Kak Bima.
"Apakah kamu sudah ingat semuanya Angga." ucap Ila dalam hatinya.
"Iya, aku sudah ingat kalian semuanya." teriak Angga
Ila sangat senang mendengar hal itu karena Angga sudah mengingat kembali.
Angga pun mulai berjalan menuju panggung tempat Kak Bima dan Ila melakukan pertukaran cincin dan ia pun mengambil alih mic dari MC yang ada disana.
"Mainkan." ucap Angga
Disana mulai diperdengarkan pengakuan dari seorang perawat yang disuruh oleh Kak Bima untuk membantu menjalankan rencananya agar memisahkan Angga dari kehidupan Ila untuk selamanya.
Recorder.....🔊
"Mungkin kalian disini bertanya-tanya apa maksud dari rekaman suara ini, terutama untuk mempelai pria. Apakah begitu Pak Bimanta Dwiandra." ucap Angga sambil menatap Kak Bima
"Baiklah tanpa banyak bicara, saya akan menjelaskan betapa busuknya Bapak Bimanta Dwiandra yang telah menipu saya sehingga membuat saya meninggalkan satu-satunya wanita yang sangat saya cintai yaitu dia Ila." ucap Angga dengan sangat tegas dan menatap Kak Bima dengan penuh kemarahan.
Semua dibuat kaget tanpa terkecuali Ila yang masih tidak menyangka dengan perbuatan Kak Bima.
Tak tinggal diam, Kak Bima mencoba menyandera Ila. Tangan kanan berada di leher Ila, sedangkan tangan satunya memegang sajam.
Semua berteriak ketakutan. Kak Bima membawa Ila keluar dari gedung pertunangan itu dan Angga pun berlari untuk menyelamatkan Ila.
Di saat Kak Bima hendak membawa Ila dalam mobil lalu dari arah belakang Angga pun menendang badannya. Perkelahian terjadi antara keduanya, hingga Kak Bima pun kelelahan dan ia pun menyerah lalu pergi begitu saja dari sana.
Angga tak memperdulikan Kak Bima lagi, yang terpenting kini ia menyelamatkan Ila yang sedang dalam mobil. Mulutnya tertutup plester dan kaki tangannya terikat.
"Ila tenanglah, aku lepaskan semua ya." ucap Angga
Disana terlihat Ila yang sedang menangis ketakutan dan Angga tak sanggup melihat keadaan Ila yang seperti itu.
Semua terlepas dan Angga menyuruh Ila keluar dari mobil itu.
__ADS_1
"Ayo keluarlah." ucap Angga
"Hati-hati." lanjut Angga
Setelah keluar dari mobil, Ila langsung memeluk Angga dan dia pun membalas pelukan dari Ila.
"Kamu tenanglah, sekarang ada aku disini." kata Angga
Ila tak bicara satu kata pun, dirinya hanya sesegukan sambil menangis. Angga mencoba mengelus dan menenangkannya.
Angga pun mengantar keluarga Ila untuk pulang ke rumah.
"Terima kasih ya Angga, ayo mampir dulu ini sekalian kamu bisa mandi dan ganti baju dulu, ini sebentar lagi mau malam tak baik di luar." perintah Ibu Ila.
"Iya ayo kak." kata adik Ila
Ila masih terlihat sangat shock dengan kejadian tadi siang, ia masih agak sedikit ketakutan dengan perbuatan Kak Bima yang mencoba menyakiti dirinya.
Ila dan Angga duduk di sofa bersama, mereka sudah selesai mandi dan ganti baju pula. Ibu sedang ada di dapur untuk menyiapkan makan malam untuk semuanya.
"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Angga
Ila menggeleng, ia tak terlihat baik-baik saja.
"Apa yang sedang kamu pikirkan? kita sudah aman disini."
"Aku masih trauma saja dengan kejadian tadi siang, bagaimana kalau Kak Bima datang lagi?" kata Ila
"Itu tak akan terjadi aku janji, namun jika itu terjadi aku akan menyuruh anak buahku mencarinya dan menyeretnya ke kantor polisi." ucap Angga dengan tegas
"Aku takut." kata Ila sambil memegangi tangan Angga
Angga pun memeluk Ila dan menenangkan dia kembali.
"Tenanglah, jangan pikirkan itu lagi kan sekarang ada aku disini." ucap Angga
"Lalu sekarang apa yang harus aku pikirkan?" tanya Ila.
Ila menatap mata Angga dan kedua mata pun saling menatap satu sama lain.
"Hubungan kita." ucap Angga dengan sangat lembut
__ADS_1
Ila pun tersenyum dan tersipu malu. Pelukan mereka pun terjalin semakin erat satu sama lain.