
Episode 1 #bunda setuju
Kehidupan ini berjalan tak selamanya seindah yang manusia pikirkan, tapi ketika manusia bisa bersyukur maka sesungguhnya ia akan bisa merasakan kebahagiaan sesungguhnya.
Begitulah prinsip hidup yang di pegang oleh Zahra. Seorang wanita yang tengah tumbuh menjadi seorang gadis di dalam keluarganya. Orang tua Zahra sangat ingin Zahra kuliah mengambil jurusan pendidikan, berharap ia bisa menjadi seorang guru yang bisa mengajarkan kebaikan kepada orang lain.
Tapi Zahra masih dengan keputusannya, ia tertarik dengan jurusan psikologi. Karena baginya, pembelajaran hidup tak harus dari yang ia jalani, tapi bisa juga dari apa yang orang lain alami.
‘Zahra tetap akan mengambil jurusan psikolog bun’ jawab Zahra tegas, saat bundanya masih bertanya mau mengambil jurusan apa
__ADS_1
InsyaaAllah, menjadi psikolog juga bisa bermanfaat untuk orang lain. Gumamnya.
'Bunda jangan khawatir, Zahra akan belajar sebaik mungkin. Biar nanti bisa menjadi psikolog yang profesional' zahra memeluk seorang wanita separuhbaya yang ada di sampingnya
Disamping mereka, duduk dua lelaki yang tengah mendengarkan dengan seksama pembicaraan Zahra dengan bundanya.
Ayah dan kakaknya setuju apapun keputusan Zahra, asalkan Zahra berjanji untuk selalu menjaga diri dan belajar dengan baik. Karena universitasnya berbeda dengan kakaknya.
'Siap bun!' Zahra mengangkat tangannya, seperti orang yang sedang hormat saat upacara bendera.
__ADS_1
Setelah pembicaraan dengan keluarga di malam yang sudah mendekati pukul 22.00, Zahra pun pamit untuk duluan masuk kekamar.
'Setidaknya aku lega dan sangat bahagia, akhirnya aku bisa mengambil jurusan sesuai keinginanku' gumam Zahra sambil tersenyum dan berjalan menuju kamar
Zahra selama di SMA, selalu mendapatkan prestasi yang baik. Ia pun mendapat tawaran beasiswa karena prestasinya yang selalu bisa ia pertahankan. Tapi, kepala sekolah, wakil kepala sekolah dan wali kelas kesayangannya sangat ingin Zahra mengambil jurusan pendidikan seperti keinginan bundanya.
Tapi karena Zahra hanya tertarik mengambil psikologi, semua nasehat yang ia terima hanya sekedar nasehat yang ia dengar sambil tersenyum.
'Terima kasih Tuhan, semoga kedepannya semua berjalan dengan baik' Zahra berdoa di dalam hatinya, dan segera ia memejamkan mata indahnya.
__ADS_1
bersambung