
"Kok mama nyalahin Natan sih,?" Natan tidak terima kalau ia di salahkan dalam kejadian ini.
"Lah,kamu kan suaminya." ucap Ajeng.
"Tapi kan,Natan juga nggak tau Anna kemana, lagian dia juga nggak minta izin dulu tadi." ucap Natan membela diri.
"Nggak mau tau, pokonya kamu harus cari Anna sampai ketemu,coba kamu cek satu satu ke tetangga kita,siapa tau mereka ada yang lihat Anna kemana." ucap Ajeng.
"Bentar mah,bi Inah mana yah dari tadi dia nggak ada,kita belum nanya ke dia,siapa tau tadi Anna bilang ke bi Inah." ucap Natan.
"Iyah si bener juga,bibi... bi Inah, tolong kesini sebentar." Ajeng berteriak memanggil asisten rumah tangga nya itu.
"Ada apa nyonya,maaf Inah ketiduran tadi." bi Inah mengucek matanya.
"Ini bi,kita lagi nyari nyari Anna,siapa tau bibi lihat,atau tau dia kemana tadi." ucap Ajeng.
"Oh non Anna tadi pergi naik motor nyonya, sekitar tiga jam yang lalu." ucap bi Inah.
"Dia bawa motor sendiri?" tanya Natan.
"Iyah den,tadi non Anna minta kunci motornya sama bibi." ucap bi Inah.
"Natan,kamu harus cari Anna sekarang,dia kan belum tau banget jalanan Jakarta." ucap Ajeng panik.
"Tadi Anna bilang gak mau kemana bi?" tanya Natan.
"Nggak den,non Anna nggak bilang apa apa." ucap bi Inah.
"Ya udah mah,Natan pergi cari Anna dulu yah?" Natan langsung mengambil kunci mobil nya setelah itu,ia berlari ke arah mobil.
Namun ketika Natan baru saja ingin masuk ke dalam mobil nya, tiba-tiba Anna muncul dari gerbang dengan menggunakan motor nya,sampai ia menghentikan motor itu di samping mobil yang akan Natan kendarai tadi.
"Anna,kamu dari mana saja,kita udah cemas cariin kamu ke mana mana." ucap Natan.
"Aku teh abis cari makan,aku masuk dulu yah,capek." ucap Anna tanpa rasa bersalah,ia langsung melangkah dengan wajah yang terlihat sangat senang.
"Anna Kenapa malah senyum senyum sendiri,gak tau apa aku dan mama tadi panik nyariin dia,lah, yang di khawatirkan malah kayak gitu." gumam Natan.
"Assalamualaikum mah?" ucap Anna saat melihat mertuanya sedang mondar mandir di ruang tamu.
"Anna,kamu dari mana aja,kamu nggak papa kan?" Ajeng memperhatikan tubuh Anna takut ada yang terluka.
__ADS_1
"Anna abis cari makan mah,tadi Anna ke dapur cari makanan tapi nya nggak ada,terus Anna lihat di depan ada motor,ya udah Anna keluar aja sambil jalan jalan." ucap Anna sambil tersenyum.
"Ya ampun kasian banget menantu mama kelaparan,ya udah lain kali kalau kamu butuh apa apa kamu minta tolong aja Bi Inah." ucap Ajeng.
"Tadinya sih gitu mah,tapi Anna udah nggak kuat,kalau masak dulu kan lama,ya udah Anna keluar aja, hehehe." ucap Anna tertawa kecil.
"Ya udah,tapi lain kali kalau kemana mana,kamu bawa Handphone yah,jadinya kan kita nggak khawatir kayak tadi." ucap Ajeng.
"Iyah Anna lupa mah,maafin Anna yah udah bikin semuanya khawatir." Anna merasa bersalah.
"Iyah,udah gih kamu mandi,udah sore juga ini." ucap Ajeng.
"Iyah mah,Anna ke kamar dulu yah." ucap Anna yang langsung berjalan menuju kamar nya.
Natan yang hanya memperhatikan percakapan mereka hanya geleng-geleng mendengar penjelasan Anna.
"Kenapa kamu biarin istri kamu kelaparan begitu Nat.?" ucap Ajeng.
"Natan juga nggak tau mah kalau Anna bisa naik motor,Natan kira tadi dia mau ke dapur doang,makanya Natan nggak nemenin dia." ucap Natan.
"Ya udah,kalau gitu mama ke kamar dulu yah, benar lagi papa kamu pulang,mama belum mandi lagi." ucap Ajeng.
"Iyah mah." ucap Natan,ia pun langsung berjalan ke arah kamar nya.
Saat ia mengecek handphone nya ternyata ada nomor yang tidak ia kenal, mengirimkan pesan chat kepada nya.
"*Halo kak?"
"Ini siapa yah?"
"Aku Andin kak,masih inget kan? yang tadi siang sempat berpapasan di kantor papa."
"Oh Iyah,kok bisa punya nomor aku."
"Dari papa kak,aku cuma mau nanyain kabar aja,nggak papa kan?"
"Iyah,nggak apa-apa."
"Eemm katanya tadi kak Natan mau ngenalin aku sama seseorang, bagaimana,kalau kita ketemuan aja kak."
"Boleh,tapi nanti atur jadwal dulu yah,soalnya aku lagi agak sibuk Minggu Minggu ini."
__ADS_1
"Ohh,Iyah,nggak papa kok kak,kapan aja ada waktunya."
"Oke*."
Natan langsung menyimpan ponselnya di atas meja, entah Andin membalas lagi atau tidak,namun menurutnya,ia tak perlu terlalu intens dengan nya, karena ia sadar kalau ia sudah memiliki istri.
Setelah itu,Natan tiduran di atas sofa,ia menunggu Anna keluar dari kamar mandi, karena ia belum juga selesai dari tadi.
"Anna kok lama banget yah." gumam Natan.
Tak lama kemudian,Anna pun keluar dari kamar mandi,hanya dengan menggunakan handuk saja,ia terkejut saat Natan berada di sana,ia pun langsung masuk lagi ke kamar mandi.
"Suami?" panggil Anna dari dalam kamar mandi.
"Iyah,kenapa?" ucap Natan yang langsung mendekati pintu kamar mandi yang tertutup.
"Kenapa suami ada di sana?" tanya Anna.
"Saya lagi nunggu giliran ke kamar mandi,kamu kok lama banget sih di dalam." ucap Natan.
"Aku lupa nggak bawa baju ganti,kamu keluar dulu sebentar." ucap Anna.
"Ya udah,aku keluar." ucap Natan menahan tawanya.
("Aku kerjain aja ah,hehehe") batin Natan.
Natan bersembunyi di balik pintu,ia pura-pura keluar dari kamar,saat mendengar tak ada lagi suara dari luar,Anna pun membuka pintu kamar mandi nya sambil celingukan.
Saat Anna keluar,Natan memeluk Anna dari belakang,Anna terkejut dengan apa yang di lakukan Natan terhadap nya.
"Suami, lepasin!" ucap Anna sambil berusaha melepaskan pelukannya.
"Tidak,aku tak akan melepaskan nya." ucap Natan semakin mengeratkan pelukannya.
"Jadi,kamu benar benar nggak mau lepasin?" tanya Anna.
"Nggak?" ucap Natan.
Anna langsung membalikkan tubuhnya,ia semakin mendekatkan wajahnya,namun ternyata kali ini Natan yang menjadi gugup,Natan semakin mundur saat Anna semakin mendekati nya.
"Ka-kamu mau apa?" ucap Natan gugup sambil mundur.
__ADS_1
"Katanya tadi nggak mau keluar." ucap Anna sambil terus mendekati Natan.
Namun saat ini ternyata langkah Natan sudah mentok, karena ada tempat tidur di belakang nya,ia pun duduk di pinggir tempat tidur sambil menelan Saliva nya melihat penampilan Anna saat ini.