Bukan Cinta Yang Salah

Bukan Cinta Yang Salah
Bab 77.Menyelesaikan Kesalahpahaman


__ADS_3

Anna membulatkan matanya ketika mendengar cerita Andin,ia tak menyangka mereka akan bisa secepat ini menjalani hubungan,tapi Anna pun sangat senang, karena ia juga bahagia bila Andin bahagia,dan ikut senang jika mereka memang saling mencintai.


"Aku berharap kau tak marah bila aku ada hubungan sama kak Reza, secara,kau kan juga menyukai nya." ucap Andin ragu.


Anna memegang tangan Andin. "Din, perasaan ku pada kak Reza itu hanya sebatas mengagumi,aku menyukai nya karena memang dia baik dan juga wajah nya mirip dengan idola ku,kau pasti paham kan, mengagumi itu tak mesti harus memiliki,karena aku pun sudah memiliki suami,dan itu jauh lebih berharga dari siapa pun." Anna tersenyum.


"Aku cuma takut kamu marah An,tapi kalau memang kenyataannya seperti itu, aku pun lega mendengar nya, karena jujur saja,aku tak mau lagi ada kesalahpahaman di antara kita." ucap Andin.


"Iyah,aku paham, pokonya aku mendukungmu dengan nya, dia laki laki yang sangat baik,dan kau juga wanita yang sangat baik,jadi kalian sangat cocok sekali,aku senang mendengar nya." Anna tersenyum lega.


Saat mereka sedang mengobrol tiba-tiba, suara dering handphone Anna berdering,Anna pun mengambil handphone di tas nya,dan langsung mengangkat nya.


"Oh Iyah,aku ke depan sekarang." ucap Anna yang langsung mematikan telponnya.


Anna pun langsung menyimpan kembali ponsel nya, setelah itu ia melihat ke arah Andin. "Din,suamiku sudah menunggu di depan,aku harus pulang sekarang." ucap Anna,sambil memakai tas nya.


"Ya udah ayo, sekalian aja,ka Reza juga udah nungguin lama di depan,yuk!" Andin membenarkan tas nya, kemudian langsung berdiri.


Mereka berjalan bersamaan ke arah depan,di mana para pasangan nya sudah menunggu.


Saat Anna datang menghampiri nya,Natan sedikit heran karena Andin juga bersama nya, bukannya Andin marah pada Anna karena kesalahpahaman itu, pikir nya.


("Mungkin mereka sekarang sudah berbaikan, syukurlah.") batin Natan.


"Mas,udah nunggu lama?" tanya Anna.

__ADS_1


"Nggak kok sayang." Natan tersenyum. "Eh,Din." Natan menyapa Andin.


"Iyah kak." Andin sedikit canggung.


"Kita duluan yah." ucap Natan.


"Iyah silahkan,kalian hati hati." ucap Andin,Anna dan Natan pun tersenyum,lalu mereka menaiki mobilnya nya.


Andin melihat kepergian mereka sampai mobilnya pun melaju dan tak terlihat lagi dari pandangannya.


("Mereka pasangan yang sangat serasi, untung saja aku bisa menahan diri untuk tidak menghancurkan rumah tangga mereka,hmm kalau tidak aku akan sangat menyesal." ) batin Andin.


"Hei,kamu dari mana aja,aku tadi ke kantin cariin,eh ternyata udah nggak ada." ucap Reza membuyarkan lamunan Andin.


"Maaf,kenapa kak Reza ke kantin, aku kan sudah bilang tunggu di depan." ucap Andin merasa tidak enak.


"Ya sudah,maafin aku yah,aku udah buat kak Reza cemas." ucap Andin.


"Tidak apa apa,ayo kita pulang!" ucap Reza,ia menarik tangan Andin.


Andin terdiam,ia terkejut dengan apa yang di lakukan Reza,karena ini baru pertama kali nya Reza memegang tangan nya.


Reza melihat ke arah Andin yang malah terdiam, setelah sadar ia pun melepaskan tangannya. "Eh maaf,aku nggak sengaja." ucap Reza yang langsung melepaskan tangannya.


Andin tersenyum." Nggak papa kok." Andin pun memegang tangan Reza kembali,mereka pun tersenyum dan langsung melanjutkan langkahnya.

__ADS_1


Sementara di dalam mobil,Natan melihat melihat ke arah Anna,ia sangat penasaran dengan hubungan nya dengan Andin. "Sayang,kamu sudah baikan sama Andin?" tanya Natan.


"Alhamdulillah sudah mas,kita hanya salah paham,dan kita sudah menyelesaikan nya." ucap Anna.


"Syukurlah kalau begitu,eemm kita mau langsung pulang atau bagaimana?" tanya Natan.


"Pulang aja deh mas, kayaknya Anna lagi pengen makan di rumah aja." ucap Anna.


"Ya sudah." Natan pun hanya tersenyum.


***


Sesudah di telpon tadi,Anya pun langsung berangkat ke tempat tujuannya,ia akan ketemuan dengan seseorang yang tadi menelpon nya,dan kini mereka sudah berada di sebuah restoran, tempat yang mereka pilih untuk bertemu.


"Kenapa kau melakukan ini pada Andi,kau juga tau kan,Andi sudah ku anggap sebagai anak ku,tapi kenapa kau selalu membenarkan apa yang kau lakukan,kau tidak berubah dari dulu,kau masih saja egois?" ucap seorang wanita kepada Anya.


"Hmm sepertinya kau tak perlu berkata seperti itu padaku, walaupun mungkin Andi lebih dekat dengan mu di bandingkan aku,tapi kau harus tau,aku yang lebih tau apa yang terbaik untuk anak ku." ucap Anna.


"Apa? apa aku tidak salah dengar, menurut ku itu bukan yang terbaik untuk Andi,tapi untuk mu,agar popularitas mu semakin tinggi,ku harap kau batalkan perjodohan itu, sebelum kau menyesali perbuatan mu!" ucap wanita tersebut.


"Kau suruh aku batalkan perjodohan anak ku,apa kau tak sadar bahwa kau juga melakukan hal yang sama pada anak mu,kau jodohkan Natan dengan seorang gadis yang tidak dia kenal sebelumnya, sedangkan sepertinya keputusan sudah bijak karena aku menjodohkan Andi dengan wanita yang sudah ia kenal sejak kecil." ucap Anya tak mau kalah.


Yah, wanita tersebut adalah Ajeng,mereka berdua memang sudah bersahabat sejak lama, Makanya Andi sama Natan begitu dekat sampai saat ini.


"Kau benar,aku memang menjodohkan Natan dengan seseorang yang belum ia kenal,namun,niat ku berbeda,aku menjodohkan mereka karena aku tak mau Natan salah mencari calon pendamping nya,dan buktinya sekarang mereka bisa bahagia,tapi berbeda dengan mu dan Elsa,kau tau walaupun Elsa mungkin terlihat sempurna di mata orang lain,tapi sepertinya kau tau bagaimana dia,aku tak perlu menjelaskan nya lagi, karena kau juga pasti sudah paham tentang dunia karir mu itu." ucap Ajeng.

__ADS_1


Anya tersentak dengan ucapan Ajeng,ia sangat tersinggung dengan ucapan wanita di depan nya itu, walaupun memang benar tapi seolah olah dia juga telah menghina dirinya,karena mereka bekerja di dunia yang sama.


"Kenapa kau diam,apa kau merasa tersinggung dengan ucapan ku,aku mengatakan ini semua agar kau sadari bahwa kau telah salah mengambil keputusan,jadi, sebaiknya kau pikirkan baik baik lagi,jika kau tak mau rumah tangga anakmu sama seperti mu." ucap Ajeng yang langsung berdiri. "Ku harap kau bisa menjadi seorang ibu yang jauh lebih baik dari pada apa yang aku pikirkan selama ini,aku permisi!" Ajeng pun langsung pergi dari tempat tersebut.


__ADS_2