
Pagi Hari
Natan dan Anna sudah bersiap siap untuk berangkat ke Bandung,ia membawa satu koper berisi pakaian ganti nya, karena ia akan menginap selama satu malam di sana.
"Aduh anak sama menantu mama udah rapi gini,cantik sama ganteng, cocok." Ajeng tersenyum melihat keduanya.
"Kita berangkat dulu yah." ucap Natan.
"Hmm kayaknya mama bakal kesepian nih di tinggal sama menantu mama ini." Ajeng menghembuskan nafasnya.
"Anna nggak lama kok mah,nggak papa kan Anna tinggal sebentar." Anna memegang tangan mama mertua nya itu.
"Iyah sayang,mama tau kok pasti kamu udah kangen banget sama orang tua mu." Ajeng mengusap tangan Anna,Anna pun mengangguk sambil tersenyum.
"Eemm kalau begitu kita berangkat yah,oh Iyah papa mana mah?" tanya Natan.
"Papa mu masih tidur,mungkin karena hari ini libur jadi tadi tidur lagi,udah nggak papa,nanti mama yang bilang kalau kalian udah berangkat." ucap Ajeng.
"Ya udah mah,kita pamit yah, assalamualaikum?" Anna mencium tangan mama mertua nya, begitu pun dengan Natan.
"Waalaikumsallam." Ajeng pun memperhatikan mereka menaiki mobilnya, sampai mobil yang di tumpangi mereka pun hilang dari pandangan nya.
Di dalam mobil,Anna terlihat sangat senang sekali,ia sangat ceria sejak Natan mengajak nya kemarin.
"Kamu lapar nggak?" tanya Natan.
"Belum mas." ucap Anna.
"Nanti kalau lapar,bilang yah,nanti kita berhenti dulu di rest area, soalnya kita akan masuk jalan tol sekarang." ucap Natan.
"Iyah nanti aku bilang." ucap Anna.
"Eemm,Ambu sama Abah di telpon dulu nggak?" tanya Natan.
"Nggak usah lah,biar kita teh bikin kejutan buat mereka." Anna tersenyum membayangkan Ambu dan Abah terkejut saat melihat mereka datang.
"Ya udah." ucap Natan.
Sekitar tiga jam perjalanan mereka pun sampai di Bandung, mobil yang mereka kendarai,baru saja memasuki perkampungan,tak lama kemudian,mobil Natan berhenti di sebuah rumah yang cukup mewah di kampung tersebut.
Bagaimana tidak, orang tua Anna adalah petani sukses di kampung nya, sehingga rumah nya pun bisa di bilang paling mewah di bandingkan rumah warga lainnya.
__ADS_1
Natan keluar dari mobilnya,ia membuka pintu mobil untuk Anna,saat Anna turun dari mobil,Ambu yang baru Melihat anaknya datang pun langsung berlari dan menyambut nya.
"Neng geulis,aduh kamu teh pulang ke rumah." Ambu langsung memeluk Anna.
"Anna kangen pisan sama Ambu." Anna membalas pelukannya.
Ambu pun melihat ke arah menantu nya,dengan sopan Natan mencium tangan Ambu sambil menyapunya.
"Ambu sehat?" ucap Natan sambil tersenyum.
"Alhamdulillah nak,Ambu sehat walafiat,ayo masuk, pasti kalian cape Setelah perjalanan jauh." Ambu merangkul Anna untuk masuk ke dalam rumah nya.
Anna dan Natan di persilahkan untuk duduk,Ambu pun langsung ke dapur untuk mengambil kan minuman.
"Nggak usah ngerepotin Ambu,nanti kita bisa ambil sendiri." ucap Natan,ketika melihat Ambu membawa dua gelas minuman ke arah nya.
"Nggak apa apa,pasti kalian berdua teh cape,jadi Ambu sengaja ambilkan minum dulu." ucap Ambu yang langsung meletakkan nampan berisi minuman di atas meja.
"Makasih Ambu." ucap Natan.
"Sama sama,sok atuh di minum!" ambu mempersilakan mereka untuk minum.
Natan dan Anna pun langsung minum, untuk menghargai Ambu yang sudah mengambil kan nya untuk mereka.
"Abah lagi di kebun,biasa,jam segini Abah masih mengontrol di sana,paling nanti abis Dzuhur baru pulang" ucap Ambu.
"Ohh." Anna pun mengangguk.
Natan melihat sekeliling rumah Anna,namun ia merasa hawa di sana berbeda dengan di Jakarta,di sana sangat dingin, sehingga Natan pun merasa ingin buang air kecil.
"Kamar mandi di mana yah?" bisik Natan ke telinga Anna.
"Di dapur mas,lurus aja,nanti belok kiri,nah itu kamar mandi nya." ucap Anna.
"Ya udah,saya ke kamar mandi dulu yah." ucap Natan.
"Oh Iyah nak, silahkan!" ucap ambu.
Saat Natan ke kamar mandi,Ambu pun mendekati putri nya,ia duduk di sebelah Anna.
"Neng,gimana kuliah kamu di sana, lancar?" tanya Ambu.
__ADS_1
"Alhamdulilah lancar Ambu,Anna seneng banyak temen di sana." Anna tersenyum
"Alhamdulillah, Terus bagaimana kamu di Jakarta,betah tidak,suami sama mertua mu baik tidak sama kamu?" tanya Ambu penasaran.
"Alhamdulillah Ambu, mereka sangat baik sama Anna,mereka memperlakukan Anna seperti anak nya sendiri." ucap Anna.
"Syukurlah,Ambu senang mendengarnya,terus bagaimana,kamu udah belah duren belum?" Ambu sedikit berbisik.
"Ih Ambu teh kenapa,Ambu teh kan tau kalau Anna nggak suka sama duren,nyium baunya aja suka mual apalagi belah sendiri." Anna heran dengan pertanyaan Ambu.
"Bukan duren itu Anna,maksud Ambu,itu loh malam pertama." ucap Ambu.
"Oh bilang atuh Ambu teh malam pertama gitu,jangan bikin pusing." ucap Anna.
"Iyah itulah pokoknya,gimana?" tanya Ambu penasaran.
"Udah,baru aja kemaren." ucap Anna tanpa basa basi.
"Kenapa baru kemarin?" tanya Ambu.
"Tanya nya sama mas Natan Bu, orang Anna mah nggak tau apa apa,mas Natan sendiri yang main nya." ucap Anna.
"Ya ampun Anak Ambu masih polos banget kayaknya." Ambu menepuk jidatnya.
"Ekhem" Natan kembali lagi, sepertinya tadi ia mendengar sedikit percakapan antara keduanya.
"Eemm lebih baik kalian istirahat dulu aja,pasti kan cape banget abis perjalanan jauh,nanti kalau udah istirahat nanti kita ngobrol lagi." ucap Ambu terlihat salah tingkah ketika menantunya datang.
"Ya udah,ayo mas kita istirahat di kamar Anna." ucap Anna yang langsung berdiri.
"Ya udah,kamu duluan aja yah,mas mau ambil koper dulu di mobil,nanti mas nyusul." Natan pun langsung berdiri.
"Oh ya udah." ucap Anna, yang langsung berjalan ke arah kamar nya.
Natan mengambil koper di dalam bagasi mobilnya,ketika ia menutup kembali bagasi itu,Natan melihat dua emak emak ber daster sedang memperhatikan nya di luar gerbang.
"Bu." Natan pun menyapa dengan ramah, sambil tersenyum.
Saat Natan kembali ke dalam,para emak emak pun mengobrol riang sambil memperhatikan nya masuk ke dalam rumah.
"Eh,itu teh menantunya kang Harto yah,ya Allah ganteng banget yah,kaya artis artis di TV." ucap salah satu dari mereka.
__ADS_1
"Iyah yah,mana ganteng,kaya,ramah lagi, aduh itu mah idaman pisan,nanti saya teh mau minta cariin ah sama neng Anna laki laki di Jakarta,buat calon suami si Minul." timpal nya.
"Kalau gitu mah,si Minul nya suruh kaya neng Anna dulu,cantik,baik,baru bisa nikah sama orang kaya." jawab nya