
"Anna,kenapa kamu mau tidur di sini?" tanya Natan.
"Emang nya nggak boleh,aku tidur sama mama mertuaku sendiri?" ucap Anna ketus.
"Bukan gitu,aku takut kamu masih marah sama aku,aku mohon,maafin aku yah!" ucap Natan pelan.
("Aku kerjain lagi aja ah,aku mau pura pura ngambek,nggak seru kan kalau langsung baikan gitu aja.") batin Anna.
"Kamu keluar! jangan ganggu aku di sini,aku mau menenangkan diri di kamar mama,semoga aja dengan berada di sini,aku sedikit lebih nyaman,dari pada di kamar sama kamu." ucap Anna.
"Kamu jangan bilang gitu, maafkan aku sudah membuat mu marah." Natan memegang tangan Anna.
"Ya sudah aku sudah memaafkan mu, sekarang kamu keluar!" ucap Anna.
"Baiklah,aku akan keluar,tapi kamu janji yah,mau maafin aku!" ucap Natan.
"Iyah." ucap Anna,namun masih dengan sikap yang ketus.
Natan pun keluar dari kamar tersebut,ia membiarkan Anna untuk tidur bersama mama nya,memang benar juga apa yang di katakan Anna,jika memang ia butuh ketenangan.
Saat Natan sudah keluar, tiba tiba Ajeng datang membawa minuman dan makanan ringan.
"Sayang,tolong bantuin mama." Ajeng sepertinya merasa ribet membawa makanan dan minuman di tangan nya.
"Ya ampun mah,kenapa ini teh banyak banget." ucap Anna sambil membantu mertua nya menyimpan makanan di atas meja.
"Nah, selesai deh,saat nya nonton." Ajeng tersenyum, kemudian,ia melihat sekeliling. "Natan mana An?" tanya Ajeng, melihat Natan tak ada di sana.
"Udah Anna usir mah,biar nggak ganggu kita nonton,hehehe." Anna tertawa kecil.
__ADS_1
"Bagus,kamu memang pintar sayang." Ajeng menyalakan televisi nya yang menempel di tembok kamar nya. "Jadi,kita mau nonton film yang mana malam ini?" tanya Ajeng.
"Eemm kayaknya descendants of the sun seru kayaknya yah mah." ucap Anna.
"Wah mama juga suka film itu, walaupun di putar beberapa kali juga,nggak ngebosenin,kamu memang sehati sama mama." ucap Ajeng ia memeluk Anna,lalu mencari film yang tadi di bicarakan.
"Wah,memang film ini nggak bikin bosen,ayo mah sini,mana cemilan nya?." ucap Anna dengan antusias.
Mereka memulai menonton filmnya,Anna dan juga Ajeng sangat menikmati tontonan nya,mereka sesekali tertawa bersama sambil saling berpandangan saat melihat adegan yang membuat baper.
Film yang mereka tonton pun masih belum selesai,namun tanpa di sadari mereka ketiduran,mereka tertidur dengan posisi yang tak beraturan,serta cemilan yang masih berada di atas tempat tidur.
Sedangkan di kamar nya,Natan tak bisa tidur,ia membolak-balik kan tubuhnya ke kanan dan kiri, karena tak bisa memejamkan matanya.
"Kenapa nggak bisa tidur sih." Natan duduk dari posisi tidurnya,ia mengacak rambutnya.
Natan melihat jam dinding, ternyata,ini sudah larut malam,ia pun berniat ke dapur untuk mengambil minum, karena ia merasa haus.
"Apa mereka belum tidur jam segini, padahal ini kan udah malam,mana pintunya nggak di tutup lagi,hmmm sepertinya aku harus mengecek nya." ucap Natan.
Natan pun menghampiri kamar Ajeng,saat ia masuk,ia terkejut karena ternyata mama dan istri nya sudah tertidur namun televisi masih menyala.
"Ya ampun, mertua sama menantu sama sama korban drama Korea." Natan menepuk jidatnya.
Natan membereskan makanan yang masih ada di atas tempat tidur,ia menyimpan nya di atas meja, kemudian ia mematikan televisi nya yang masih menyala, setelah itu ia menatap wajah istrinya, yang sedang tertidur lelap.
Natan tersenyum melihat Anna,ia merasa kalau saat ini ia benar benar jatuh cinta kepada gadis itu, sampai sampai ia tak bisa tertidur saat tak ada di sampingnya.
"Apa aku,bawa aja yah Anna ke kamar, soalnya aku nggak bisa tidur kalau nggak ada dia. Eemm maaf yah mah,Anna nya aku culik dulu,mama kan udah bisa tidur,kalau natan nggak bisa tidur dari tadi" gumam Natan.
__ADS_1
Akhirnya Natan menggendong tubuh Anna, sepertinya berat badan Anna bertambah semenjak ia tinggal di rumah nya,sebelum ia meninggalkan kamar,Natan menutup pelan pelan pintu kamar mama nya sambil menggendong Anna, supaya tidak menggangu tidur mereka.
Akhirnya Natan sampai di kamar nya,ia merebahkan tubuh Anna di atas tempat tidur, kemudian ia membenarkan posisi tidurnya.
Natan menutup pintu nya,lalu ia naik ke atas tempat tidur,ia tidur di samping Anna sambil menatap wajah nya.
("Aku akan menjaga mu semampuku,aku tak akan membiarkan orang lain hadir di tengah tengah kita, walaupun terlanjur hadir,aku akan membuat nya menjauh dari kehidupan kita.") batin Natan saat memandangi wajah Anna.
Saat Natan Sedang memandang wajah Anna, tiba-tiba Anna memeluk nya, membuat Natan terkejut, walaupun ia merasa senang dengan apa yang Anna lakukan.
Natan pun balas memeluk Anna,sampai akhirnya ia pun terlelap dalam tidurnya, dengan mimpi yang indah.
***
Pagi Hari
Ajeng baru saja terbangun dari tidurnya,ia membuka matanya perlahan,Ajeng duduk dari posisi tidurnya,ia mengucek matanya, kemudian melihat sekeliling.
"Anna,kamu di mana?" Ajeng panik,karena menantu nya tak ada di samping nya.
Dengan konyol nya ia mencari Anna ke bawah tempat tidur,ia takut Anna terjatuh ke lantai,namun ternyata tak ada,Ajeng pun mencari ke kamar mandi,namun tetap juga tak ada.
("Apa Anna sudah bangun yah, terus dia langsung ke kamar nya,eemm tapi ini masih sangat pagi.") batin Ajeng.
Ia pun mengingat ingat kejadian semalam,namun ia yakin jika semalam,ia dan Anna ketiduran,jadi sepertinya ada yang aneh,namun ia mencurigai seseorang, sepertinya ada yang telah menculik Anna.
Ajeng melihat ke arah pintu,ternyata sandal Anna masih tersimpan rapi di sana. "Kalau Anna ke kamar nya,ia pasti bawa sandalnya kan,tapi sandalnya masih ada,eemm kayaknya ada yang aneh, sepertinya Natan yang menculik menantu ku." gumam Ajeng.
("Hmmm sepertinya putraku tak bisa tidur tanpa istrinya,aku bahagia melihat Natan berlalu baik pada Anna, karena kebahagiaan mereka lah yang aku harapkan, semoga saja mereka bisa menjalankan rumah tangga nya dengan baik.") batin Ajeng.
__ADS_1
Ajeng sangat bersyukur,Natan mau menerima Anna, walaupun awalnya ia menolak untuk di nikahkan,namun ternyata keputusan suaminya ini membuahkan hasil,Natan bisa menjadi suami yang baik untuk Anna,sesuatu yang Ajeng dan suaminya harapkan.