Bukan Cinta Yang Salah

Bukan Cinta Yang Salah
Bab 25.Terciduk


__ADS_3

"Makasih banyak bro,loe udah bantuin gue, sekarang gue ngerasa kayak laki laki bodoh, karena baru tahu perselingkuhan mereka,bahkan bukan gue sendiri yang menciduk nya." Natan tersenyum getir,ia berdiri dari posisi duduknya.


"Gue pinjam kunci mobil loe Ndi,ada urusan yang harus gue selesaikan." Sepertinya Natan sudah hilang kesabaran.


"Loe mau kemana Nat, sebaiknya loe tenang dulu, setelah itu baru cari cara buat menyelesaikan masalah ini." Andi khawatir Natan akan melakukan hal yang tidak di inginkan.


"Gue mau ke apartemen Sierra sekarang,gue gak bisa biarin dia gitu aja." Natan mengambil kunci mobil di atas meja, kemudian ia berjalan ke luar dengan amarahnya yang memuncak.


"Nat tunggu Nat!" Andi mengejar Natan,ia tak akan membiarkan Natan pergi sendirian, karena itu akan membahayakan nya, secara Natan sedang dalam emosi saat ini.


Untung saja Andi bisa bisa mengejar Natan saat Natan akan masuk ke dalam mobil, kemudian ia menahan Natan untuk tidak gegabah.


"Biar gue yang nyetir." Andi mengambil kunci mobil nya dari tangan Natan.


Tanpa pikir panjang,mereka pun segera melajukan mobilnya untuk menuju ke arah apartemen Sierra yang di berikan Natan kepada nya.


Saat mobil yang mereka kendarai sudah sampai di parkiran apartemen, dengan cepat Natan langsung berlari ke arah lift ia segera memencet tombol menuju ke lantai di mana Sierra tinggal di sana.


Ketika ia sampai di depan pintu apartemen tersebut,Natan terkejut saat melihat ada sebuah sepatu yang terletak tepat di depan pintu masuknya.


"Gue yakin ini sepatu laki laki baj*ngan itu." ucap Natan dengan emosi nya yang memuncak.


Untung saja,Natan membawa kunci cadangan yang memang ia punya supaya memudahkan nya untuk masuk ke dalam apartemen tersebut,tanpa sepengetahuan Sierra, dengan tanpa pikir panjang,ia pun langsung membuka pintu tersebut.


Saat masuk ke dalam, terlihat Sierra dan Leo Sedang melakukan adegan panas mereka berciuman dengan mesra, seperti nya jika tak ada yang masuk mereka akan melakukan hal yang lebih dari itu, Sierra terkejut dengan kedatangan Andi dan kekasihnya itu.

__ADS_1


Leo dan Sierra langsung merapikan pakaian nya yang sudah berantakan,Leo sepertinya baru saja akan melepaskan kaos nya, sementara Sierra masih menggunakan kemeja yang sudah terbuka beberapa kancing atas nya.


Bugh bugh bugh


Natan memuk"l wajah Tio dengan keras, sehingga membuat sudut bibirnya berdarah, sementara Sierra terlihat Sedang ketakutan di samping nya.


"Cukup Nat,Tio bisa mati loe pu*ul begini!" Andi mencoba melerai,ia menarik tubuh Natan dengan paksa.


Prok prok prok


"Kalian sangat hebat,akting kalian memang luar biasa,mungkin kalian selalu mentertawakan kebodohan ku ini, selamat kalian sangat hebat dalam melakukan semuanya." Natan bertepuk tangan, sambil duduk di pinggir sofa.


"Ini tidak seperti yang kamu kira sayang,aku akan jelaskan semuanya." Sierra turun dari tempat tidur.


"Stop,jangan mendekat ke arahku." Ucap Natan,memberi kode dengan tangan nya.


"Oh,jadi jika saya tidak masuk,kalian berdua akan melakukan hal yang lebih dari apa yang barusan saya lihat." ucap Natan, menatap tajam ke arah Sierra.


Sementara Tio hanya diam, sambil menyentuh bibirnya yang terasa sakit karena berdarah.


"Bukan seperti itu, tolong dengar kan penjelasan ku." ucap Sierra.


Namun sepertinya Natan tidak peduli dengan apa yang Sierra katakan,ia malah mendekat ke arah Tio yang sudah terkapar di lantai.


"Gue gak nyangka,sepupu gue sendiri tega melakukan hal ini, padahal apa salah gue sama loe,bahkan beberapa hari yang lalu kita masih nongkrong bareng, kita tertawa bareng,bahkan bercanda bareng,jawab,jawab kenapa loe lakuin ini sama gue?" Rahang Natan mengeras,ia tak bisa menahan emosi nya, kekecewaan terlalu dalam pada sepupunya ini.

__ADS_1


Namun Tio tak menjawab,ia diam seribu bahasa, entah apa yang sedang ia pikirkan sekarang.


"Loe puas udah bikin gue terlihat bodoh di depan loe,hahaha, sepertinya memang gue yang bodoh." ucap Natan ia berdiri di depan Tio yang sedang duduk di lantai.


"Sayang,aku aku bisa jelasin." Sierra mendekati Natan.


"Jangan sentuh saya,sudah cukup, sudah cukup kamu melakukannya semua ini, sekarang lebih baik kita jalani hidup kita masing-masing,dan silahkan jika kau mau melanjutkan hubungan mu dengan laki laki ini,aku sudah tak ingin tau." Natan menunjuk Tio.


"Nggak Nat,aku nggak mau." Sierra tak bisa menerima jika Natan akan meninggalkan nya.


"Apa kamu ingat, janji janji kita,kau akan menjaga diri mu hanya untuk ku,dan apa kau tau,aku masih menjaga nya sampai saat ini, walaupun aku sudah mempunyai wanita yang halal untukku,apa kau tau itu untuk siapa,untuk mu Sierra,kau dengar itu." ucap Natan dengan penuh amarah.


"Tapi-" Sierra tak melanjutkan ucapannya.


"Aku belum selesai bicara." ucap Natan menaikkan satu tangan nya. "Tapi apa yang kau lakukan,kau ingkari janji itu, bahkan kau melakukannya dengan sepupu ku sendiri,terus apa masih pantas jika kita meneruskan hubungan yang sudah keluar dari perjanjian itu." Natan menatap tajam ke arah Sierra.


"Aku khilaf, maafkan aku." Sierra masih membela diri nya.


"Apa? coba katakan sekali lagi? mana handphone loe Ndi, cepat berikan!" Natan mengambil paksa ponsel dari tangan Andi. "Coba lihat ini,jika memang benar kau khilaf,kenapa hari ini kau masih melakukan nya,atau bahkan mungkin kalian sudah lama melakukan hal seperti ini,hahaha sepertinya aku memang bodoh." Natan tertawa getir,ia sangat sangat geram dengan perkataan Sierra yang mengaku kalau dia khilaf, sehingga ia memberikan bukti kemesraan nya dengan Tio lewat ponsel milik Andi.


"Itu itu..." Sierra gugup,tak ada kata kata yang bisa ia ucapkan lagi.


"Itu adalah kesalahanmu,oh tidak tidak,seperti nya aku salah berbicara,ini adalah kesalahan ku,kesalahan terbesarku karena berhubungan dengan mu,dan terlalu besar berharap kalau kau bisa memegang janji janji mu." ucap Natan dengan pelan.


"Aku membebaskan mu sekarang,dan tenang saja aku tak akan mengambil apartemen ini, bahkan aku tak akan menyuruh mu untuk mengembalikan uang yang sudah kalian pakai untuk bersenang senang selama ini, terimakasih sudah membuat ku terlihat bodoh sejauh ini, semoga kalian bisa bahagia." Natan melihat Sierra dan Tio satu persatu,ia tersenyum getir melihat keduanya, kemudian ia keluar dari tempat tersebut.

__ADS_1


"Nat tunggu Nat." Andi mengejar Natan yang sudah jauh di depan nya.


__ADS_2