
"Eh, emangnya kue apa,pake bahan pengawet segala." ucap Ambu.
"Hehehe,bercanda Ambu, maksud Andi,cantik nya itu natural walaupun nggak pake make up tetap cantik." ucap Andi.
"Si neng Mira mah memang cantik dari dulu,tapi Ambu teh kasian sama dia." ucap Ambu terlihat sedih.
"Memang kenapa Ambu?" Andi penasaran.
"Neng Mira di tinggal saat baru menikah selama satu Minggu,suami nya meninggal saat akan berangkat bekerja,dan sejak itu neng Mira teh belum menikah lagi sampai sekarang,padahal kejadian nya sudah sekitar satu tahun lalu, neng Mira teh wanita baik,dia tidak pernah gatel sama laki-laki lain, walaupun mungkin nama janda sudah melekat di hidupnya,tapi Ambu teh bangga sama dia,dia masih setia sama almarhum suaminya." ucap Ambu.
"Jadi dia janda karena suami nya meninggal,andi kita mereka bercerai." ucap Andi.
"Iyah,dia juga selalu rajin mengurus makam suaminya, kebetulan makam nya ada di belakang rumah Ambu,di pemakaman umum." ucap Ambu.
("Pantas saja dia tadi menangis,pasti dia teringat akan almarhum suaminya,kasian sekali,dia harus kehilangan suaminya di usia pernikahan yang baru saja satu Minggu.") batin Andi.
"Hei,kenapa atuh malah melamun seperti itu?" Ambu mengagetkan Andi.
"Tidak apa apa Ambu,Andi teh cuma keinget aja tadi dia tiba-tiba nangis enggak tau kenapa,mungkin dia keinget sama suaminya." ucap Andi.
"Oh, begitu,ya sudah lah jangan di pikirkan lagi,hmm mending Sekarang kita makan,Ambu sudah selesai masak nya, semuanya sudah matang." ucap Ambu.
"Eemm Natan sama Anna belum keluar?" tanya Andi.
"Belum." ucap Ambu sedikit berbisik.
"Hmm mungkin dia masih belum selesai berolahraga." ucap Andi.
Namun pada saat Andi berkata seperti itu,tiba tiba Natan berada di belakang nya. "Siapa yang belum selesai berolahraga?" tanya Natan.
"Nggak ada, gue salah ngomong tadi." ucap Andi,ia terlihat salah tingkah.
__ADS_1
"Anna mana nak?" tanya Ambu.
"Masih mandi Bu." ucap Natan.
"Ya sudah,Ambu sudah selesai masak,nanti kita makan bareng yah,Ambu juga mau bangunin abah, kayaknya Abah teh masih tidur." ucap Ambu.
"Ya udah kalau gitu Andi juga mau mandi dulu,nggak enak badan lengket abis olahraga." ucap Andi melihat ke arah Natan, sedikit meledek nya.
("Pasti dia ngeledek, soalnya kamar kita deketan,Andi pasti denger suara ritual semalam.") batin Natan.
Ambu langsung ke kamar nya, begitu juga dengan Andi yang masuk ke kamar tamu, sedangkan Natan yang di tinggal sendirian pun akhirnya duduk di teras depan,sambil berjemur matahari pagi.
Namun beberapa saat kemudian,Natan terkejut melihat ibu ibu yang datang berombongan ke arah rumah mertua nya,ia pun tak tau apa yang akan terjadi,namun sepertinya ini ada hubungan nya dengan Andi.
Natan berpikir ibu ibu tersebut adalah fans berat nya Andi, karena ada seseorang yang memakai baju dengan gambar wajah sahabatnya itu.
"Wah gak bener ini,bisa bisa rame nih di depan rumah." gumam Natan saat ibu ibu itu mulai berdatangan.
"Andi I love you." ucap beberapa ibu ibu yang memegang gerbang rumah Anna, nampaknya sudah semakin banyak ibu ibu yang datang,Natan pun tampak panik dan juga kebingungan saat ini.
"Sayang,kamu belum ngeringin rambut?" tanya Natan saat melihat Anna masih memakai handuk di kepalanya.
"Belum mas,Anna teh penasaran,ada apa rame rame di depan,ya Allah pada mau ngapain itu ibu ibu,apa mau demo yah." ucap Anna saat melihat ibu ibu yang sedang berada di luar gerbang nya.
Saat Anna dan Natan sedang kebingungan,Ambu dan Abah pun datang,karena mereka pun penasaran dengan suara rame rame dari luar rumah nya.
"Ada apa ini teh?" tanya Abah.
"Ini kayaknya pada pengen minta foto sama Andi bah, kayaknya mereka pada tau kalau ada Artis di rumah ini." ucap Ambu.
"Iyah Ambu, kayaknya teh memang begitu." jawab Anna.
__ADS_1
"Terus bagaimana,mana Andi nya?" tanya Abah.
"Kayaknya masih masih deh bah, soalnya tadi dia abis lari pagi." ucap Ambu.
"Ya sudah,jangan ada yang buka gerbang dulu yah, takut nya nanti malah jadi rame,kita tunggu aja sampai Andi datang." ucap Abah.
Beberapa saat kemudian pun,Andi datang,ia terlihat sangat tampan dengan baju santai nya,jelas saja para ibu-ibu semakin histeris saat Andi menampakkan diri nya.
"Oh jadi ini,artisnya?" ucap Abah.
"Maaf yah bah,gara gara Andi,rumah Abah jadi rame begini." Andi langsung mencium tangan Abah, karena ia baru saja bertemu dengan sang pemilik rumah nya.
"Iyah nggak apa-apa,tapi mending kamu ladenin dulu aja ibu ibu itu,Abah takut nanti malah ada kekerasan." ucap Abah.
"Baik bah,Andi temuin mereka dulu yah. "ucap Andi yang langsung berjalan ke arah ibu ibu tersebut.
"Eemm selamat pagi semuanya." ucap Andi menyapa para fansnya.
"Pagi ganteng,aduh aku teh mimpi apa yah bisa bertemu sama artis,mana lebih cakep lagi asli nya." ucap salah satu ibu ibu.
"Baik, untuk semuanya,kalau mau foto foto,antri dulu yah, nanti kalau yang udah boleh pulang, soalnya saya juga lagi ada kerjaan lain,semoga ibu ibu semua bisa mengerti." ucap Andi dengan ramah.
"Iyah,kami mengerti." ucap para ibu-ibu dengan kompak.
Satu persatu ibu ibu tersebut pun langsung berfoto bersama dengan Andi,namun tidak hanya sekedar berfoto banyak sekali ibu ibu yang mencubit pipinya bahkan mencium pipi Andi karena mereka merasa gemas dengan wajah Andi yang lebih ganteng dari pada di layar televisi.
Sedangkan,Anna,Natan,Ambu dan Abah,hanya tertawa melihat Andi yang sepertinya sudah sangat kelelahan menghadapi ibu ibu tersebut.
"Mending kita tunggu di dalam saja yuk!" ucap Abah.
"Sebentar bah, Ambu teh masih pengen lihat,biar orang orang teh pada tau kalau di rumah kita ada artis sinetron,Ambu teh pasti bakal banyak di omongin nanti,nggak papa deh yang penting ambu teh sudah foto foto,nanti Ambu juga bakal suruh Andi datang lagi ke sini." ucap Ambu.
__ADS_1
"Aduh sepertinya ini teh Abah tersaingi oleh si Andi,Ambu sudah terpesona oleh artis, sampai sampai Ambu tidak mau di ajak masuk sama Abah." Abah memasang ekspresi wajah sedih.
"Tidak Abah,Ambu teh cuma bercanda,ayo kita masuk,Ambu teh kan cinta nya cuma sama Abah,Andi mah hanya idola saja." ucap Ambu yang langsung merangkul Abah.