Bukan Cinta Yang Salah

Bukan Cinta Yang Salah
Bab 79.Rencana Anya


__ADS_3

Tut...Tut..Tut...


"Halo bos,aku sudah berhasil merekamnya." ucap pria tersebut.


"Berikan rekaman itu pada salah satu orang yang bekerja di stasiun TV,tapi jangan lupa,kau edit dulu wajahmu atau blur saja,kau juga tak ingin kan kalau sampai kau di incar wartawan atau pun polisi." ucap seorang wanita dari balik telpon.


"Baiklah." ucap pria tersebut.


"Lakukanlah pekerjaan dengan sangat baik,aku sudah membayar mahal padamu, apalagi kau juga sepertinya sangat menikmati nya bukan,aku memberikan pekerjaan yang enak padamu." ucap wanita di balik telpon.


"Iyah bos,jika nanti bos butuh bantuan ku lagi,aku siap untuk membantu nya." ucap pria tersebut yang langsung mematikan sambungan telepon nya.


Sementara di tempat lain,Anya tampaknya senang Setelah mendapatkan informasi bahwa orang suruhan nya telah berhasil melakukan pekerjaan nya.


"Aku tinggal menunggu saja,maafkan aku Elsa,kau sendiri yang tidak mau menyelesaikan ini secara baik baik." gumam Anya.


Yah, wanita yang sudah menyuruh pria tadi adalah Anya,Anya sengaja memerintahkan pria tadi untuk tidur bersama Elsa,jelas saja Anya tau bagaimana pria yang di sukai Elsa,Anya pun menyuruh pria yang tidak sembarangan,bahkan ia rela membayar mahal atas pekerjaan nya itu.


Anya sengaja memerintahkan pria tersebut untuk merekam perbuatan mereka,Anya ingin masyarakat berpikir bahwa seakan-akan Elsa yang telah menghianati Andi, dengan begitu,nama Andi masih tetap baik di mata masyarakat, walaupun Anya harus membuka aib Elsa di depan publik,tapi ia tak punya cara lain, melihat Elsa yang tidak mau menuruti keinginan nya.


***


Sementara di tempat lain,Andi terlihat sedang merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur,ia melihat jam di tangan nya. "Ternyata ini masih sore,apa aku ke Bandung saja yah,aku harus menjelaskan semuanya pada Mira,dia pasti sangat marah padaku,jika aku menunggu terlalu lama,Mira akan semakin marah." ucap Andi.


Andi pun langsung keluar dari kamarnya,tanpa pikir panjang ia pun langsung menaiki mobilnya dan melajukan mobilnya menuju ke Bandung,ia sudah tak bisa menunggu terlalu lama lagi.

__ADS_1


("Aku akan menjelaskan semuanya padamu, semoga kamu bisa mendengarkan apa yang aku jelaskan nanti.") batin Andi.


Sekitar kurang lebih dua jam perjalanan,Andi pun sampai di Bandung,saat ia sampai di sana,langit pun sudah berubah menjadi gelap,ia mengehentikan mobilnya di depan rumah Mira.


Tok...tok..tok...


"Assalamualaikum?" ucap Andi.


Beberapa saat kemudian,pintu rumah pun terbuka, ternyata Yuni yang membuka pintunya,Yuni sangat terkejut ketika melihat Andi datang ke rumah nya.


"Eh artis,ngapain kamu teh datang lagi kesini,kamu teh mau bikin anak saya tambah sakit hati lagi,jangan kamu teh mentang mentang artis terkenal,lalu bisa seenaknya nya saja sama kami orang biasa,sudah sana pergi pergi!" Yuni mengusir Andi.


"Saya mau bertemu sama Mira Bu,ini penting,saya mau menjelaskan semuanya." ucap Andi.


"Menjelaskan apa,kamu teh mau bilang,kalau kamu sudah tunangan sama model geulis itu,kamu mau nyakitin hati Mira lagi,hah?" Yuni bertolak pinggang.


Saat Andi Sedang berdebat dengan Yuni tiba tiba Mira datang,ia menghampiri keduanya.


Andi terkejut melihat Mira yang datang." Mira." ucap Andi.


"Kenapa kamu keluar neng,biar emak aja yang hadapi dia,neng masuk lagi ke kamar!" ucap Yuni.


"Emak masuk dulu,aku mau bicara sama a Andi!" ucap Mira dengan nada sedih nya.


"Tapi neng?" Yuni merasa khawatir.

__ADS_1


"Tolong Mak, sebentar saja." Mira menghapus air matanya.


Yuni pun tidak bisa berkata apa-apa lagi, akhirnya ia pun masuk ke dalam rumah, membiarkan mereka berdua untuk mengobrol.


Setelah Yuni masuk ke dalam rumah,Mira pun duduk di kursi yang berada di teras rumah nya,Andi yang melihatnya pun langsung duduk di sebelah Mira.


"Kenapa a,kenapa kamu melamar Mira kalau ternyata kamu mau melamar wanita lain,Bahkan di hari yang sama?" Mira tak memandang wajah Andi.


"Sebenarnya aku hanya terpaksa Ra,aku bahkan tidak tau kalau malam itu aku akan tunangan,ini semua rencana mama ku,aku tidak tau apa apa." Andi menghadap ke arah Mira.


"Jika memang yang kamu ucapkan benar,kenapa kamu nggak menolak nya,kenapa kamu malah melingkarkan cincin ke wanita tersebut,lalu apakah aku harus percaya dengan apa yang kamu ucapkan barusan." ucap Mira.


("Mira benar, seharusnya aku menolaknya malam itu,aku sudah sangat salah, waktu itu aku terlalu terkejut, sehingga aku tidak bisa berpikir jernih,Mira pasti kecewa melihat nya,aku yakin dia tidak akan percaya walaupun aku menjelaskan nya lagi,karena malam itu aku sendiri yang melingkar kan cincin ke jari Elsa.") batin Andi.


"A-aku." Andi gugup.


Mira berdiri,ia menyenderkan kepalanya di tiang yang berada di depannya sambil melipatkan tangannya,dan melihat ke arah depan.


"Baru saja aku membuka hatiku,dengan bodohnya aku sangat yakin bahwa kau adalah orang yang benar benar ditakdirkan Allah untuk ku,tapi ternyata kau hanya singgah lalu pergi tanpa pamit." Mira meneteskan air matanya.


"Ra,jika kamu berpikir bahwa aku mempermainkan perasaan mu,itu salah besar Ra, aku benar-benar sungguh sungguh mencintaimu,dan aku tidak main main dengan ucapan ku." Andi mencoba untuk menjelaskan.


"Aku tak mau berharap lebih besar lagi sama kamu a,lebih baik kamu pulang dan jangan pernah temui aku lagi,aku sadar siapa aku dan aku pun sadar status ku ini, aku tidak pantas untuk bersanding dengan laki-laki seperti mu." Mira menghapus air matanya.


"Tidak Ra,aku mohon jangan bilang seperti itu,kau adalah wanita yang sangat berharga bagiku,aku tak mau kehilangan mu,aku mohon berikan aku waktu untuk menyelesaikan masalahku dulu,aku akan memperbaiki semuanya,aku tidak berbohong dengan ucapan ku." Andi berlutut di depan Mira.

__ADS_1


"Silahkan kau urus masalah mu,tapi aku sudah tidak mau lagi ada urusan dengan mu,anggap saja kita tidak pernah bertemu,dan aku hanya menganggap mu sebagai cinta sesaat ku,dan kamu,semoga bisa bahagia bersama nya,kalian sangat cocok,sama sama terkenal,sama sama sukses dan kalian sederajat,aku hanya sebuah butiran debu jika di bandingkan dengan nya, hiks hiks hiks." Mira tak bisa menahan tangisnya,ia menangis terisak.


__ADS_2