
"Nggak lah,gue udah biasa,eem sekarang gue ikut ke rumah loe yah,mobil gue masih di rumah sakit,gue juga belum bisa pulang karena rumah gue masih di jadikan TKP oleh polisi,gue juga kayaknya udah bisa istirahat karena Elsa sudah di temukan,kalau mama ada Tante Ajeng yang nunggu ." ucap Andi.
"Ya udah,loe istirahat di rumah aja, mertua gue juga lagi istirahat kayaknya,loe bisa istirahat di kamar sebelah kamar gue,karena kamar tamu di bawah, mertua gue yang nempatin." ucap Natan.
"Iyah,di mana aja." ucap Andi.
Beberapa saat kemudian, mereka sampai di rumah, mereka langsung turun dari mobil, mereka pun langsung pergi ke kamar nya masing-masing.
Ketika Natan masuk ke dalam kamar nya,terlihat Anna sedang memainkan ponselnya di atas tempat tidur.
"Mas udah pulang?cepet banget." tanya Anna.
"Iyah,Andi langsung ikut sini,dia istirahat di kamar sebelah." ucap Natan.
"Oh,syukurlah kalau begitu,eemm terus gimana,urusan nya sudah selesai di kantor polisi?" tanya Anna.
Natan pun langsung menghampiri Anna. "Urusan nya udah selesai,urusan mas yang belum selesai sama kamu." Natan tersenyum penuh arti.
"Maksud nya?" Anna heran.
Tanpa pikir panjang,Natan langsung merengkuh tubuh Anna, sekarang ia sudah berada di atas nya,Anna sangat mengerti apa yang di inginkan suaminya itu,Natan pun langsung melakukan aksinya, kini hanya terdengar suara erangan di sudut kamar tersebut, suaranya begitu indah, hingga terdengar ke kamar sebelahnya.
Andi yang baru saja ingin memejamkan matanya pun langsung membuka matanya kembali saat mendengar suara suara yang sudah tak asing baginya.
"Parah nih penganten baru,gue baru aja mau istirahat ini,gimana gue mau tidur kalau dengar suara kayak gini." Andi berdecak kesal.
Akhirnya ia memutuskan untuk menutupi telinga nya dengan kapas agar tidak terdengar suara suara yang membuat nya merasa terganggu itu, akhirnya ia bisa tertidur dengan pulas, walaupun suaranya masih samar-samar terdengar.
***
Sementara di rumah sakit,terlihat Ajeng sedang menyuapi Anya makan, walaupun Ajeng masih sedikit kesal dengan sahabat nya ini,tapi ia hanya melihat kepada Andi,ia tak ingin Andi terlalu lelah bila harus mengurus sendiri mama nya.
__ADS_1
"Jeng, makasih yah,kamu udah mau nemenin aku di sini." ucap Anya.
"Aku melakukan ini demi Andi,bukan karena kamu." ucap Ajeng.
Anya tersentak dengan ucapan ajeng,namun ada rasa sesal di hati nya,karena orang lain saja bisa sesayang itu pada anaknya,tapi dia sendiri menelantarkan anaknya begitu saja.
("Ajeng sangat menyayangi andi,aku sangat iri terhadap nya,ia bisa begitu menyayangi anakku,aku sangat bodoh menjadi seorang ibu.") batin Anya.
"Terimakasih,sudah sangat menyayangi andi,aku sangat berhutang Budi padamu,karena selama ini,Andi malah lebih dekat dengan mu,di bandingkan aku ibu kandungnya." ucap Anya, ia meneteskan air mata nya.
"Aku harap kamu sadar kalau sebenarnya kau memang kurang mengurus Andi,kau hanya mengatur hidupnya sesuka mu,tanpa berpikir kalau dia menyukainya atau tidak,kau terlalu egois." ucap Ajeng,ia ingin Anya sadar bahwa ternyata perbuatan nya salah.
"Aku minta maaf,aku akan merubah sikap ku,mulai sekarang, aku akan lebih mengutamakan Andi di bandingkan dengan pekerjaan ku." ucap Anya.
"Aku rasa tidak perlu,yang harus kau lakukan sekarang adalah kau harus merestui hubungan Andi dengan wanita pilihan nya,dengan begitu,Andi akan bisa bahagia menjalani rumah tangga nya,dia akan ada yang mengurusi,dan kau juga akan fokus pada pekerjaan mu tanpa harus merasa bersalah, karena Andi sudah ada yang mengurusi." ucap Ajeng.
"Tapi." ucap Anya.
("Benar juga apa yang dikatakan Ajeng,selama ini aku tidak pernah membuat Andi bahagia, sekarang,aku harus membuktikan bahwa aku sudah berubah,aku akan berusaha membantu nya,aku yakin dengan bantuan ku, wanita itu akan percaya.") batin Anya.
"Kamu bisa bantu aku?" tanya Anya.
"Gampang, asalkan kamu sembuh dulu sekarang." ucap Ajeng.
Saat mereka sedang mengobrol, tiba-tiba dokter masuk, sepertinya ia akan memeriksa keadaan Anya.
"Selamat siang, bagaimana keadaan nya,apa nyonya merasa pusing?" tanya dokter.
"Tidak dok." ucap Anya.
Dokter pun memeriksa bagian kepalanya. "Eemm sepertinya luka nya tidak terlalu dalam, walaupun nyonya kekurangan banyak darah,tapi tidak menggangu jaringan yang ada di dalamnya, semoga saja bisa cepat pulih yah." ucap dokter tersebut.
__ADS_1
"Iyah dok, terimakasih." ucap Anya.
"Kalau begitu saya permisi." ucap dokter tersebut,Anya pun mengangguk.
Namun baru saja dokter keluar, seseorang pun masuk ke dalam.
"Sepertinya kalian mau mengobrol berdua,aku keluar dulu." ucap Ajeng.
"Mas Arif." ucap Anya sendu.
"Bagaimana keadaan mu sekarang?" Arif menghampiri Anya.
"Aku sudah jauh lebih baik." ucap Anya.
"Syukurlah." ucap Arif.
"Mas." Anya memegang tangan Arif,namun Arif tak menjawab nya.
"Apa kau mau memaafkan kan ku?" tanya Anya.
"Aku sudah memaafkan mu sejak lama,jadi kau tidak perlu khawatir,aku sudah mengubur masa laluku." ucap Arif.
"Terimakasih mas,eemm apakah kau mau jika aku meminta mu untuk kembali,aku berjanji akan menjadi istri dan ibu yang baik untuk kalian,aku sangat menyesal atas perbuatan ku." Anya menatap wajah Arif.
"Aku memang sudah memaafkan mu,tapi untuk kembali lagi pada mu, sepertinya aku tak bisa, jujur saja aku masih menyayangi mu,tapi aku tidak bisa melupakan kejadian itu,dimana aku melihat penghianatan mu di depan mataku,aku selalu ingin marah padamu,aku takut jika aku kembali lagi,aku akan menyakiti mu,dan kita akan saling menyakiti perasaan masing masing." ucap Arif.
"Tapi mas,kenapa tidak bisa kalau mas sudah memaafkan aku,aku akan memperbaiki semuanya,dan aku tidak akan mengulangi nya lagi,kau bilang sendiri,kau masih menyayangi ku." Anya meneteskan air matanya.
"Anya,kau tau bukan,dari sejak sebelum kita menikah aku sudah berkata padamu,aku akan memaafkan semua kesalahanmu,tapi tidak dengan penghianatan,dan kalau pun aku memaksakan, untuk bisa bersama lagi dengan mu,aku takut itu hanya akan membuat ku terlalu posesif padamu,dan kau pun tak akan nyaman dengan hal itu,rumah tangga seperti itu tidak akan sehat." Arif memberikan pengertian.
"Baiklah mas,aku mengerti dengan perasaan mu,ini memang kesalahan ku." Anya meneteskan air matanya.
__ADS_1
Tidak perlu memperbaiki sebuah cermin yang telah pecah,karena walaupun kau mencoba untuk memperbaiki nya, akan selalu terlihat bekas retakan nya.