Bukan Cinta Yang Salah

Bukan Cinta Yang Salah
Bab 71.Kemarahan Andi


__ADS_3

"Sudah lah Mak,kita itu memang tidak sepantasnya berharap lebih pada dia,mungkin tadi pagi teh a Andi cuma bercanda aja dia nggak serius,kita teh harus sadar orang kayak kita nggak mungkin bisa sepadan dengan orang orang kaya mereka,emak lihat sendiri kan,mereka berdua sangat serasi,yang satu aktor hebat dan yang satunya lagi model berbakat,mereka cantik dan ganteng, pasangan yang paling cocok pokonya,hiks hiks hiks." ucap Mira,sambil menangis ketika melihat acara televisi tersebut dan menunjukkan nya ke pada Yuni.


Yuni pun langsung mengambil remote dan mematikan tv tersebut,Yuni tak tega melihat anaknya yang menangis terisak seperti itu.


"Hiks hiks hiks." Mira menangis terisak.


"Sudah neng,sudah,jangan di lihat lagi,Mak nggak mau neng tambah sedih." Yuni memeluk putrinya itu.


"Mira teh tidak pantas sama dia Mak,kita sangat berbeda,hiks hiks hiks." Mira memeluk Yuni dengan erat.


"Sudah yah,ayo emak antar ke kamar,kamu tidur supaya kamu bisa lupain semuanya,anggap saja,hari ini tidak pernah terjadi apa apa." Yuni merangkul Mira,masuk ke dalam kamar nya,lalu ia membiarkan Mira sendiri,karena ia tahu Mira pasti butuh waktu untuk menyendiri.


Mira menelungkup kan badan nya,di atas tempat tidur, tangisnya pecah saat ia sendiri di kamar nya,hati nya hancur berkeping-keping,hati yang telah coba ia isi dengan nama yang lain,kini dengan secepat kilat membuat sayatan kecil di dalam nya.


"A,jika memang kamu akan melamar dia,kenapa pagi tadi kamu seakan-akan meyakinkan aku untuk menjalin tali kasih, padahal aku sudah menuliskan nama mu di hati ini,bahkan aku selipkan nama mu di dalam do'aku,tapi kenapa? baru saja kita mulai lalu kau akhiri begitu saja dengan sebelah pihak,kamu jahat a,kamu sudah mempermainkan perasaan ku, hiks hiks hiks." Mira tak dapat membendung lagi air matanya.


Sedangkan di tempat lain,Anna dan natan baru saja sampai di rumahnya,saat mereka sedang bersantai di depan televisi,mereka melihat Andi melamar seseorang dalam tayangan langsung.


"Mas,itu teh a Andi kan?" tanya Anna,mencoba meyakinkan penglihatan nya.


"Iyah,dia lamaran? kenapa mendadak sekali, perasaan tadi pagi dia bareng sama kita,tapi tidak mengobrol kan tentang lamaran, sepertinya ada urusan aneh,tidak sepertinya Andi seperti ini." ucap Natan saat melihat ke layar televisi.


"Iyah yah mas,aneh pisan,masa tadi dia biasa biasa aja,nggak ada obrolan tentang lamaran." ucap Anna.

__ADS_1


"Tapi sebentar,eemm itu ada Tante Anya, berarti mama nya pulang,eemm apa ini ada hubungan nya yah sama mamanya,atau jangan-jangan Andi di jodohkan, makanya acara nya mendadak seperti ini." ucap Natan,ia mencurigai nya.


"Sepertinya begitu mas,tuh lihat mukanya, senyum nya kayak dipaksa gitu." Anna memperhatikan mimik wajah Andi di layar televisi.


"Sebentar yah sayang,mas coba telpon dulu,mas penasaran banget." ucap Natan yang langsung mengambil ponselnya.


Tut..Tut...Tut...


"Gimana mas?" tanya Anna.


"Nggak di angkat sayang." ucap Natan yang merasa ada yang aneh.


"Lihat deh mas,ini kan tayangan langsung,jadi mana mungkin a Andi angkat telpon." ucap Anna.


"Oh Iyah,mas nggak fokus tadi." Natan langsung menaruh kembali ponsel nya.


"Ada apa sih?" tanya Ajeng penasaran, karena saat di kamar,ia mendengar suara berisik dari ruang tv.


"Andi lamaran mah." ucap Natan.


"Masa sih dia nggak ngasih tau kita,nggak biasanya Andi kayak gini." ucap Ajeng yang juga langsung melihat ke layar televisi. "Ada Anya,mama tau,ini pasti di rencanakan wanita itu,mama tau betul gimana sifat mama nya Andi,dia ingin selalu tenar,makanya dia jodohin anaknya sama model internasional,hmm mama paham." Ajeng angguk angguk.


"Ternyata kita satu pemikiran mah,Natan juga berpikir gitu tadi, soalnya lihat aja,Natan kayaknya nggak seneng gitu,dia kayak dipaksa untuk melakukan hal yang tidak di sukai nya." ucap Natan.

__ADS_1


"Anya memang keterlaluan,selama ini dia tidak mengurus Andi ,tapi tiba-tiba dia datang,dan berbuat seenaknya,mama jadi kasihan sama Andi,dia pasti sebenarnya tidak mau,namun sepertinya dia juga bingung karena dia seorang publik figur,dia tak mungkin mempermalukan dirinya." ucap Ajeng.


"Nanti Natan akan coba tanya mah,tapi kayaknya sekarang bukan waktu nya deh." ucap Natan.


"Iyah,mama juga setuju." ucap Ajeng.


***


Andi baru saja sampai di rumah nya,ia melemparkan jas miliknya ke sofa saat ia baru saja masuk ke dalam rumah nya.


Andi menghampiri Anya. "Mama sangat keterlaluan,kenapa mama merencanakan semua ini tanpa minta persetujuan dulu dari aku mah?" Andi mengepalkan tangannya.


"Yang penting acara nya lancar kan,lagian mama nggak ada jalan lagi,soalnya kalau mama bilang dulu kamu pasti nolak,kamu nggak bakal datang ke acara itu,lagian sekarang kan udah sesuai rencana,jadi sudah tidak ada yang perlu di perdebatkan lagi bukan." Anya duduk manis di sofa.


"Apa mama nggak peduli dengan perasaan ku mah,apa mama hanya menganggap aku sebagai robot yang bisa mama kendalikan sesuai kemauan mama,aku juga punya hati dan perasaan mah." Andi menatap tajam ke arah Anya.


"Mama melakukan ini,karena mama peduli sayang,mama mau melakukan yang terbaik buat kamu,apa mama salah?" Anya meninggikan suaranya.


"Jelas saja mama salah,karena mama terlalu egois,mama terlalu membanggakan diri mama,kalau apa yang mama lakukan itu benar dan yang terbaik untuk ku,tapi mama harus sadar mah,hati itu tak bisa di paksakan begitu saja." Andi memelankan suaranya.


"Lantas mama harus bagaimana,toh semua nya juga sudah selesai,kamu bisa belajar mencintai Elsa,dia adalah jodoh yang terbaik buat kamu,dan yang pasti sepadan dengan kita." ucap Anya.


"Kenapa mama selalu memandang kasta seseorang,mama selalu menganggap remeh orang lain,mama selalu menganggap bahwa status sosial adalah patokan untuk hidup bahagia,tapi itu salah mah, kebahagiaan tidak dapat di ukur hanya karena itu saja,jika kebahagiaan seseorang di ukur dari kesuksesan seseorang,lalu kenapa mama dan papa cerai sedangkan kalian sama sama mempunyai status sosial yang tinggi?" ucap Andi,dia menatap wajah Anya yang sepertinya merasa tersindir.

__ADS_1


"Kenapa kamu jadi bahas mama sama papa?" tanya Anya terlihat salah tingkah.


"Aku hanya ingin mama sadar bahwa kebahagiaan seseorang itu berbeda beda,bukan hanya status sosial yang selalu mama bangga banggakan itu." Andi mengeluarkan semua apa yang ingin ia katakan.


__ADS_2