Bukan Cinta Yang Salah

Bukan Cinta Yang Salah
Bab 53.Mbah Google


__ADS_3

Beberapa saat kemudian,Natan sampai di depan rumah,saat ia masuk ternyata sudah tidak ada orang di ruang tamu karena ini sudah sangat malam.


Natan pun segera berlari ke kamar nya " Aku harus segera berendam di air, supaya suhu tubuhku kembali normal,ah sial,kenapa badanku panas sekali." gumam Natan sambil berlari ke arah kamar nya.


Natan membuka pintu kamar nya, terlihat Anna sedang tertidur,namun Natan sangat terkejut ketika Anna tertidur dengan menggunakan celana pendek dan kaos yang terlihat pas di badan nya.


"Kenapa dia, memakan pakaian seperti itu,di saat keadaan ku seperti ini." karena tidak mau terjadi sesuatu yang tidak di inginkan,Natan pun segera masuk ke dalam kamar mandi.


Natan mengguyur sekujur tubuhnya dengan kucuran air,namun ternyata,suhu tubuh nya tidak bisa normal,badan nya malah semakin panas ketika terkena air.


Natan pun menyudahi nya karena menurut nya,itu hanya sia sia,ia pun menggunakan handuk nya,keluar dari kamar mandi.


"Kenapa malah semakin panas,aku harus bagaimana?" Natan pun bingung harus bagaimana.


Wajahnya semakin memerah, tubuhnya semakin panas, karena obat nya sepertinya semakin bereaksi,jika tadi saat di apartemen dia masih bisa mengendalikan tubuhnya,tapi sepertinya sekarang ia sudah tak bisa lagi.


"Suami,kenapa mandi malam malam?" Anna terbangun saat tadi ia mendengar suara gemericik air di kamar mandi.


Natan yang melihat Anna terbangun pun, langsung merengkuh tubuh Anna yang sedang di atas tempat tidur.


Natan ******* bibir Anna dengan penuh hasrat,Anna membulatkan matanya dengan apa yang Natan lakukan.


"Kau kenapa?" Anna mendorong tubuh Natan.


"Maafkan aku,aku mohon,tolong aku,aku sudah tidak bisa menahan nya lagi." Natan kembali merengkuh tubuh Anna.


"Apa yang sebenarnya terjadi,kenapa wajah mu merah seperti itu." Anna tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.


Natan sudah tak bisa menahan lagi,ia langsung melucuti pakaian yang Anna kenakan,Natan mencium leher jenjang Anna, dengan sangat lembut.


("Apa yang terjadi padaku,kenapa badanku rasanya kesetrum saat ini,badanku lemas sekali aku tak bertenaga lagi.") batin Anna,ia tak pernah merasakan sensasi seperti ini.


Natan semakin membuat Anna tak bisa berkutik,kini ia menenggelamkan kepalanya di lembah surgawi Milik Anna,ia bermain main di sana, membuat tubuh Anna menggeliat.

__ADS_1


"Aaaah,apa yang kau lakukan,aaah." Anna mengeluarkan suara khas nya.


Mendengar rintihan Anna,semakin membuat Natan terpacu untuk menjalankan aksinya,ia melemparkan handuk yang melilit di pinggang nya ke sembarang arah.


Kini si Joni sudah tegang, meminta untuk bertemu dengan Siti,Natan pun melakukan nya perlahan,satu kali ia belum berhasil menerobos masuk,ia pun mencoba lagi,namun sepertinya masih saja gagal.


"Hiks hiks hiks,sakit." Anna mengeluarkan air matanya.


"Maafkan aku sayang,tapi aku harus melakukan nya sekarang." Natan sudah hilang kendali.


Ia mencoba lagi,ia semakin mempercepat gerakannya,sampai akhirnya ia pun berhasil,Anna menangis terisak saat tubuh Natan ambruk di atas tubuh nya, sampai akhirnya Natan menjatuhkan tubuhnya di samping Anna.


Anna menarik selimut untuk menutupi tubuhnya,ia membalikkan tubuhnya membelakangi Natan, masih terdengar nafasnya yang belum beraturan.


("Kenapa bagian sensitif ku sakit sekali, sebenarnya apa yang sudah di lakukan Natan,kenapa dia menyakiti ku.") batin Anna.


"Hiks hiks hiks." Terdengar Anna yang menangis terisak.


"Kenapa kau menyakitiku, hiks hiks hiks." Anna menangis terisak.


"Maafkan aku kalau sudah menyakitimu,tapi aku tak ada pilihan lain,selain dari melakukan nya bersama dengan yang halal bagiku." ucap Natan.


Anna tak mengerti dengan apa yang Natan katakan,ia tak menjawab lagi perkataan nya,saat ini,ia hanya ingin menangis karena mereka tersakiti.


"Anna,aku sangat minta maaf, karena telah memaksamu,tapi aku tak ada pilihan lain, Sierra telah menjebak ku,aku mencoba untuk tidak menyakiti mu dengan tidur dengan nya." Natan mencoba untuk menjelaskan.


("Sebenarnya apa yang di katakan suami,dia tidak ingin menyakiti ku, padahal dia sendiri yang menyakiti ku,ini benar benar sakit.") batin Anna.


"Kau bilang tidak menyakiti ku,lalu,kenapa aku merasa sakit sekarang." Anna membalikkan tubuhnya menghadap Natan.


("Sepertinya Anna tidak mengerti apa yang aku katakan,aku bingung harus menjelaskan nya bagaimana,dia tampak sangat marah sekarang.") batin Natan.


"Apa kau tau apa yang aku lakukan terhadap mu tadi?" Natan bertanya.

__ADS_1


"Maksud mu?" Anna belum paham.


"Hmm sekarang begini saja,apa kau tau Setelah pernikahan apa yang sering di lakukan seorang pasangan pengantin baru?" tanya Natan.


"Bulan madu,di malam pertama,tapi waktu itu kau kan meninggalkan ku di malam pertama kita,mana aku tau apa yang seharusnya di lakukan." ucap Anna dengan polosnya.


("Sepertinya ini salahku telah meninggalkan nya malam itu.") batin Natan.


"Tadi,kita melakukan bulan madu,hal yang dilakukan pengantin baru di malam pertama mereka,apa kau paham maksud ku?" ucap Natan.


"Jadi,di malam pertama pengantin baru,semua suami akan menyakiti istrinya?" tanya Natan.


("Aduh,susah juga jelasin nya.") batin Anna.


"Intinya begini,kalau kita nanti melakukan nya lagi,kau tidak akan merasa sakit lagi,kau merasa sakit karena ini baru pertama kali,kau paham." tanya Natan,Anna menggeleng.


"Apa kau pernah mendengar istilah per**an?" tanya Natan.


"Iyah." jawab Anna.


"Nah,sekarang kau sudah tidak per**an lagi,aku sudah mengambil hak yang seharusnya kau berikan padaku sebagai suami mu,jika kau masih belum mengerti,kau tanya saja sama Mbah Google,aku sudah capek menjelaskan nya padamu." ucap Natan,ia membalikkan tubuhnya karena mereka pusing dengan Anna yang belum mengerti.


Natan pun memejamkan matanya,ia lelah sekali setelah pergulatan tadi,di tambah dengan Anna yang membuat nya pusing karena tak mengerti dengan apa yang ia jelaskan.


Beberapa saat kemudian,Natan pun tertidur nafasnya terdengar stabil,namun berbeda dengan Anna,Anna masih belum mengantuk.


Melihat Natan yang sudah tertidur,Anna mengambil ponselnya di atas meja,ia pelan pelan menggerakkan tubuhnya karena masih merasa sakit.


"Apa yang di maksud dengan malam pertama?." tulis Anna,di sebuah aplikasi yang akan memberikan penjelasan.


Anna membaca penjelasan yang tertera di sana,ia pun sudah paham sekarang,bahwa memang apa yang di katakan Natan itu benar.


("Tapi apakah benar kata suami tadi,kalau kita melakukan nya lagi,aku tidak akan merasa sakit seperti tadi,bahkan di sini tertulis, adegan yang tadi kita lakukan adalah akan menjadi sebuah kenikmatan dalam rumah tangga,hmm sepertinya aku harus mencoba nya lagi nanti.") batin Anna.

__ADS_1


__ADS_2