
"Aku membebaskan mu sekarang,dan tenang saja aku tak akan mengambil apartemen ini, bahkan aku tak akan menyuruh mu untuk mengembalikan uang yang sudah kalian pakai untuk bersenang senang selama ini, terimakasih sudah membuat ku terlihat bodoh sejauh ini, semoga kalian bisa bahagia." Natan melihat Sierra dan Tio satu persatu,ia tersenyum getir melihat keduanya, kemudian ia keluar dari tempat tersebut.
"Nat tunggu Nat." Andi mengejar Natan yang sudah jauh di depan nya.
Saat di dalam mobil,Natan menundukkan kepalanya di menutup i wajahnya dengan kedua tangannya.,ia benar benar kecewa atas perlakuan Sierra terhadap nya, belum lagi ia harus menerima kenyataan bahwa wanita yang ia cintai itu sedang bermesraan bersama sepupu nya sendiri.
Bagaimana tak kecewa, hubungan perselingkuhan mereka begitu apik, sehingga ia baru tau saat semuanya sudah terlalu jauh.
"Nat udah Nat,loe gak pantes nangisin cewek kayak Sierra." ucap Andi ketika melihat kesedihan Natan.
Natan juga laki laki biasa,ia bisa menangis karena walau bagaimanapun Sierra adalah seseorang yang pernah hadir dalam hatinya, walaupun sekarang, cinta itu berubah menjadi kecewa.
"Gue kayaknya nggak pulang dulu Ndi, pikiran gue lagi kacau,gue takutnya nanti ,Anna akan jadi bahan lampiasan Emosi gue." ucap Natan.
"Jadi sekarang,loe mau kemana?" tanya Andi.
"Bawa gue ketempat yang bisa ngelupain masalah gue ini." ucap Natan.
Jelas saja Andi paham apa yang Natan rasakan,namun andi hanya tau satu tempat yang sering ia kunjungi untuk sekedar menenangkan pikiran nya.
Andi membawa Natan ke sebuah klub malam, walaupun Andi tau Natan tak pernah minum,tapi sepertinya tak ada salahnya juga untuk membawa Natan ke tempat seperti itu.
Saat kendaraan yang mereka berhenti di sebuah klub,Andi menarik tangan Natan ketika ia akan turun.
"Loe yakin mau kesini?" tanya Natan.
"Loe udah terlanjur bawa gue kesini,ayo kita masuk!" Natan turun dari mobil.
Sepertinya ia sudah tak tahu harus bagaimana,jadi dia memutuskan untuk mencoba hal yang belum pernah ia lakukan sebelumnya.
Kini siang telah berganti malam,namun Natan masih di posisi nya,ia sedang minum banyak sehingga membuat kesadarannya berkurang, sementara Andi terlihat cemas saat melihat Natan seperti itu.
"Nat pulang yuk,ini udah malam!" suara Andi samar samar terdengar, karena keras nya suara DJ di tempat tersebut.
__ADS_1
"Ngapain pulang, bukannya loe yang ajak gue kesini,hehehe." Natan tertawa kecil, sepertinya ia mabuk berat.
Mau tak mau Andi harus harus memaksa Natan,ia merasa bersalah sudah membawa sahabat nya ini ke tempat tersebut.
Rupanya Andi meminta bantuan teman nya yang kebetulan baru datang untuk membantu membawa Natan ke dalam mobilnya.
"Makasih yah bro,gue cabut dulu." ucap Andi pada teman nya tersebut, setelah berhasil membawa Natan masuk ke dalam mobilnya.
Andi membawa Natan pulang ke rumah, karena ini sudah malam,jadi sepertinya aman, orang tua nya pasti sudah tertidur, sehingga ia bisa membawa Natan pulang dengan selamat.
Dan ternyata benar,saat Andi sampai di rumah Natan, sepertinya semua orang sudah tertidur,Andi pun membawa Natan ke kamar nya di bantu oleh scurity yang sedang menunggu di pos.
"Den Natan kenapa?" tanya scurity tersebut.
"Dia mabok pak,ayo tolong bantu saya bawa dia ke kamar nya!" ucap Andi.
"Baik den,ayo." ucap scurity tersebut yang langsung memapah Natan menuju kamarnya.
Andi mengetuk pintu kamar Natan,dan tak lama kemudian, pintu nya terbuka,Anna sepertinya juga sedang tidur, karena ketika ia membuka pintu kamarnya,ia menguap sambil mengucek Matanya.
"Anna,suami mu mabok." ucap Andi pelan, takut Terdengar oleh orang tua Natan.
"Hah,ayo bawa masuk." ucap Anna terkejut.
Andi pun merebahkan tubuh Natan di bantu oleh scurity,Andi pun membuka sepatu dan kaos kaki yang masih Natan gunakan di kaki nya.
"Maaf yah,gue udah bawa suami mu ke tempat seperti itu." ucap Andi merasa bersalah.
"Emang tempat nya jauh banget yah sampai suami bisa mabok gini,kenapa sebelum berangkat nggak di kasih obat anti mabok dulu sih, jadinya kan mabok perjalanan gini." ucap Anna dengan polosnya.
("Anna Anna, sepertinya memang benar apa yang dikatakan Natan, kadang kadang ia suka pusing dengan kepolosan kamu,tapi sebaiknya aku nggak usah jelasin yang sebenarnya, daripada dia kaget nanti.") batin Andi.
Sementara scurity yang berada di samping Andi, menutup mulutnya, menahan tawanya ketika mendengar ucapan Anna.
__ADS_1
"I-iyah,aku lupa." ucap Andi sedikit gugup.
"Eh Sebentar, bukannya suami udah biasa yah naik kendaraan,tapi kok bisa mabok gini,eemm tapi kan ini buktinya,udah ah Anna teh pusing, mending tidur lagi aja." Anna menepuk jidatnya.
("Semoga dia nggak sadar.") batin Andi.
"Ya udah kalau gitu,aku pulang dulu yah,nanti kalau Natan udah sadar jangan lupa kasih air hangat yah,kalau ada air kelapa muda oke." ucap Andi.
"Oke, gampang lah itu, makasih yah udah anterin suami pulang,eemm kasian banget mabok perjalanan." Anna melihat wajah Natan dengan iba.
"Iyah,ayok pak kita keluar." Andi buru buru keluar,ia takut Anna akan sadar bahwa Natan bukan mabok perjalanan.
Melihat Natan yang belum sadar, Anna pun merebahkan tubuhnya di samping Natan,ia memeluk suaminya itu seperti biasanya.
"Mulut suami bau apa yah?" Anna berpikir panjang,namun ia tak menemukan apa penyebab bau mulut suaminya itu, karena Anna belum pernah sama sekali nyium bau alkohol Sebelum nya.
"Ih,nggak enak banget bau nya,Anna nggak mau dekat dekat ah,pengen muntah." Anna berbicara sendiri.
Karena Anna tidak suka dengan bau nya,Anna pun menggeser Natan dengan paksa,namun saat Anna menggeser, rupanya itu membuat Natan jadi bangun.
Tiba-tiba Natan mencium bibir Anna yang saat ini dekat sekali dengan wajahnya,namun sepertinya Anna tak suka dengan wangi mulut suaminya itu, sehingga Anna melepaskan ciuman Natan kemudian mendorong nya, sehingga membuat Natan terjatuh ke lantai.
Huweeek
Natan pun muntah ke lantai,dan ia pun mulai tersadar.
"Aku dimana?" Natan sepertinya masih linglung.
"Suami nggak papa? maafin Anna yah tadi dorong suami." Anna mendekati Natan.
"Kok saya bisa ada di kamar sekarang, bukannya tadi-" Natan memotong ucapan nya.
"Tadi om Andi yang bawa suami ke sini, katanya suami mabok, bentar yah Anna ambil air hangat ke dapur, sambil bawa lap pel juga buat bersihin muntah nya." ucap Anna yang langsung berdiri.
__ADS_1