Bukan Cinta Yang Salah

Bukan Cinta Yang Salah
Bab 72.Pilihan Lain


__ADS_3

"Kenapa kamu jadi bahas mama sama papa?" tanya Anya terlihat salah tingkah.


"Aku hanya ingin mama sadar bahwa kebahagiaan seseorang itu berbeda beda,bukan hanya status sosial yang selalu mama bangga banggakan itu." Andi mengeluarkan semua apa yang ingin ia katakan.


Anya terdiam,ia tak dapat berkata kata lagi,Andi tampak nya sangat marah terhadap nya,ia pun semakin bingung harus melakukan apa,karena ia pun sudah terlanjur merencanakan semua ini.


"Aku sudah bilang,kalau aku sudah mempunyai pilihan ku sendiri,jadi aku harap mama yang pikirkan sendiri, bagaimana caranya mama membatalkan pertunangan ini,aku tidak mau tau." ucap Andi.


"Tidak bisa begitu dong,nanti apa kata orang orang,dan bukan hanya reputasi mama yang akan hancur tapi juga kamu." ucap Anya.


"Aku tidak peduli dengan reputasi ku,bahkan kalaupun aku tidak di terima lagi di Dunia infotainment,aku sudah tidak peduli." Andi pergi meninggalkan Anya,dia keluar dari rumah nya.


"Andi kau mau kemana,Andi!" Anya berteriak,namun Andi tak menggubris nya.


Andi mengendarai mobilnya,ia tak tau ia akan kemana,jika ia langsung menemui Mira sekarang,Mira pasti tak akan menerima nya,ia pasti sangat kecewa saat ini.


Andi menghentikan mobilnya,ia terdiam sejenak sambil memijit pelipisnya yang terasa pusing,saat pikiran sedang kemana mana, tiba-tiba ia di kejutkan dengan suara ponsel nya,ia pun langsung mengangkat nya.


"Iyah Nat." ucap Andi.


"Kenapa Loe nggak-" Natan tak melanjutkan ucapannya karena Andi memotong nya.


"Gue ke rumah loe sekarang,gue akan jelasin semuanya." ucap Andi yang langsung melanjutkan perjalanan nya.


Andi pun melajukan mobilnya menuju rumah Natan,ia tahu Natan pasti bertanya tanya dengan apa yang terjadi,karena Andi tak membicarakan tentang pertunangan nya ini.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian,Andi tiba di rumah Natan,ia langsung di sambut oleh Natan Anna dan juga Ajeng di depan.


Melihat wajah Andi yang sepertinya sedang tidak baik baik saja,Natan pun menyuruh Andi untuk masuk dan duduk di dalam.


"Kalian pasti bingung kan,kenapa aku mengadakan acara lamaran secara mendadak tanpa memberi tahu pada kalian." ucap Andi.


"Iyah,gue kaget banget pas lihat loe di acara siaran langsung itu,yang gue heran tadi pagi loe masih sama kita di Bandung,tapi nggak ada tuh loe bahas masalah lamaran." ucap Natan membenarkan ucapan Andi.


"Ini semua rencana mama,bahkan gue nggak tau kalau gue bakal lamaran,karena mama cuma bilang kita akan makan malam,coba loe bayangin bagaimana kaget nya gue tadi." ucap Andi.


"Mama mu tidak berubah dari dulu,dia selalu memperlakukan mu seenaknya." ucap ajeng.


"Tapi gini yah,mungkin emang loe nggak nyangka ini bakal kejadian,tapi apa loe terpaksa melakukan ini,atau loe juga suka sama si Elsa, secara menurut cerita yang gue tau,Elsa itu bukannya temen masa kecil loe,jadi loe udah kenal banget kan sama dia." ucap Natan.


"Ah,loe bercanda kali,gue nggak pernah tau loe punya pacar yang mau loe seriusin walaupun emang sih kalau hanya sekedar wanita,enggak kehitung berapa banyak cewek loe." ucap natan yang tahu betul bagaimana sahabat nya itu.


"Itu dia yang buat gue nyesel sekarang,gue nggak pernah percaya apa itu cinta,tapi gue baru merasakan nya itu." ucap Andi.


"Emang nya siapa wanita pilihan a Andi?" tanya Anna,ia ikut nimbrung.


"Kamu kenal dengannya An,dan wanita itu satu kampung dengan mu,di Bandung,aku baru mengenal nya,tapi aku sudah yakin kalau dia adalah jodoh ku." ucap Andi.


"Hah,satu kampung,siapa?" tanya Anna penasaran.


"Nama nya Mira,kau pasti mengenal nya." ucap Andi.

__ADS_1


Anna mengingat ingat nama tersebut,dan ingatan nya tertuju pada janda muda yang usianya satu tahun lebih tua darinya.


"Maksud nya,teh Mira janda muda di kampung Anna?" tanya Anna terkejut ketika ia sadar.


"Yah,kau benar dan aku baru merasakan apa itu cinta Ketika baru pertama kali melihatnya." ucap Andi.


"Tapi maksud nya teh gimana,a Andi kan baru kenal juga sama teh Mira,jadi nggak ada masalah kan,masa tadi kata a Andi teh Mira pasti bingung lihat a Andi lamaran?" tanya Anna.


"Sebelum aku ke tempat kerja ku tadi pagi,aku mampir ke rumah Mira dan aku melamar nya pada saat itu juga,dan Mira menerima lamaran ku." ucap Andi.


"Apa?" Ajeng,Anna dan juga Natan terkejut secara bersamaan, mereka tidak percaya dengan apa yang di ucapkan Andi.


"Ya bukan cuma bingung atuh a Andi,teh Mira bakalan sakit hati banget,dia sekarang pasti ngerasa di permainkan perasaannya, apalagi setau Anna teh, setelah suaminya meninggal,teh Mira susah sekali buat Nerima laki laki lain, walaupun banyak yang antri, secara teh Mira mah,selain cantik juga baik,dia nggak pernah macam macam macam kayak janda lainnya." ucap Anna.


"Aku ngerasa bersalah banget sama dia,pasti dia berpikir aku laki laki yang jahat." ucap Andi,ia menunduk.


"Andi,saran Tante,jika kamu memang mencintai Mira,kamu selesaikan dulu urusan mu dengan Elsa,baru kamu jelaskan semuanya pada Mira, karena jika kamu belum selesai dengan Elsa,Mira pasti nggak akan Nerima kamu,dia sepertinya wanita yang baik,dia pasti tidak ingin merusak kebahagiaan orang lain." ucap Ajeng.


"Mama benar di,loe harus ambil keputusan yang bijak,loe gak boleh ambil keputusan dalam keadaan sedang emosi, semoga loe bisa menghadapi semua ini." Natan menepuk pundak Andi.


"Yah,kalian semua benar,aku harus memperjuangkan Mira,apapun yang terjadi,dengan ataupun tanpa restu dari mama aku akan tetap menikahi Mira,aku tidak peduli dengan reputasi ku,soal rezeki,pasti Allah akan atur sebagaimana mestinya." ucap Andi.


("Tumben omongan nya bener,tapi ini lagi mode serius,gue gak boleh ketawa,mungkin sekarang si playboy cap badak ini sudah mulai menemukan jalan nya.") batin Natan,mencoba untuk terlihat biasa saja.


Andi pun meminta izin untuk menginap di rumah Natan,ia tak mau kalau ia pulang,ia akan bertengkar lagi dengan mama nya,ia sudah cukup merasa cape dengan apa yang terjadi,ia ingin sedikit menenangkan diri nya.

__ADS_1


__ADS_2