
Saat Andi memutuskan untuk kembali lagi ke rumah Anna,namun saat di perjalanan tiba-tiba ia di serang oleh beberapa emak emak yang sepertinya baru keluar dari rumahnya.
"Tuh kan bener ini teh artis sinetron itu, ternyata saya nggak salah lihat tadi." ucap salah satu dari mereka yang melihat Andi saat ia baru keluar dari rumah Anna.
"Iyah bener,aduh ganteng banget sih,ayo ke rumah saya yuk,nanti saya kasih sarapan ayo, ayo." emak emak pun menarik tangan Andi ke kanan dan kiri.
("Aduh ini gue gimana yah,direbutin sama emak emak sekampung,gue harus cari cara supaya ibu ibu ini nggak narik narik gue kayak gini.") batin Andi.
"Eemm maaf ibu ibu sebentar yah." ucap Andi dengan lembut.
Mereka pun langsung berhenti memperebutkan Andi, untuk membawa ke rumah nya. "Eemm begini saja,saya akan ke rumah salah satu ibu yang ada di sini,tapi saya minta syarat." ucap Andi.
"Apa syaratnya." ucap emak emak tersebut dengan antusias.
"Siapa di antara ibu ibu ini yang di rumahnya tidak ada kamar mandinya?" tanya Andi.
Emak emak itu pun saling berpandangan, namun ada satu yang mengeluarkan suara nya.
"Saya tidak punya,memang nya kenapa?" tanya ibu tersebut.
"Saya akan ikut ke rumah ibu ini berarti." ucap Andi sambil tersenyum.
"Wah,tau gitu tadi saya bilang nggak punya aja,ah gagal ini mah kedatangan artis ke rumah." ucap salah satu ibu ibu.
"Nah sudah jelas kan,eemm tapi ibu ibu nggak perlu khawatir,nanti ibu ibu bisa datang ke rumah Anna,saya sedang bertamu ke sana,jadi lebih baik sekarang ibu ibu pada mandi dan dandan yang cantik,nanti boleh foto foto sama saya di depan rumah Anna,oke!" ucap Andi mencari cara agar dirinya bisa selamat dari ibu ibu ini.
"Baiklah kalau begitu ayo,kita pada mandi ibu ibu,kita dandan yang cantik,biar bisa foto sama artis ganteng ini." ibu ibu pun langsung membubarkan diri nya setelah mendengar perkataan Andi.
("Huh aman.") batin Andi.
Namun ada satu ibu ibu yang masih menunggu nya, yaitu ibu yang tadi mengatakan kalau ia tak punya kamar mandi.
"Ayo atuh, katanya mau ikut ke rumah saya." ucap ibu tersebut dengan antusias.
"I-iyah Bu ayo." ucap Andi.
__ADS_1
("Duh kenapa gue tadi ngomong gitu sih,tapi kalau gue nolak,gue gak enak juga sama ibu ini,untung aja di antara ibu ibu tadi cuma ibu ini yang bilang nggak punya kamar mandi,kalau semua nya bilang nggak ada bisa pusing gue.") batin Andi.
Beberapa saat kemudian,Andi sampai di rumah ibu itu, sepanjang perjalanan tadi,Andi terus di gandeng oleh ibu yang mengidolakan nya itu.
"Nah ini rumah saya,ayo masuk ganteng." ucap ibu tersebut.
Baru saja Andi akan masuk tiba-tiba ada seorang wanita yang keluar dari rumah tersebut,ia langsung terkejut melihat Andi datang bersama ibunya.
"Heh,mesum,ngapain kamu teh kesini?" ucap wanita tersebut yang langsung melemparkan cucian nya yang akan ia jemur.
Yah, wanita itu adalah Mira,gadis yang ia temui saat di sungai tadi,namun saat ini ia sudah menggunakan baju nya, sepertinya ia baru saja akan menjemur bajunya yang tadi ia cuci di sungai.
"Ini rumah mu?" tanya Andi.
"Memang nya kenapa,apa kamu mengikuti ku sampai ke sini." Mira nampak nya ya terima dengan Andi yang mengikuti nya sampai ke rumah.
"Tunggu atuh neng,jangan marah marah sama dia,neng teh nggak tau,dia kan artis sinetron itu,yang emak suka lihat abis magrib." ucap Yuni,ibu dari Mira.
("Oh jadi dia teh artis, pantesan aku pernah melihatnya,tapi tetap saja aku kesal padanya,bodo amat lah dia artis atau bukan.") batin Mira.
"Terus ngapain kamu kesini?" tanya Mira.
"Emak yang bawa dia kesini,dia ini kan artis idola emak,jadi emak juga pengen dia teh bertamu ke rumah kita." ucap Yuni.
"Ya sudah,terserah." Mira pun langsung berjalan ke samping rumah nya untuk menjemur pakaian nya.
"Ya sudah ayo kita masuk,emak ambilkan minum dulu yah." ucap Yuni.
"Iyah bu, duluan yah,Andi mau ke eemm siapa namnya tadi?" tanya Andi.
"Mira nak Andi." ucap Yuni.
"Iyah Mira, sebentar yah Bu." Andi langsung berjalan mengikuti Mira.
"Semoga mereka berjodoh,seneng banget kayaknya punya menantu artis,hehehe." Yuni terkekeh saat Andi menghampiri Mira.
__ADS_1
Mira terlihat sedang menjemur pakaian nya, tiba-tiba Andi datang menghampiri nya.
"Hai." ucap Andi.
"Mau apa lagi." jawab Mira ketus.
"Aku cuma mau balikin ini,tadi ketinggalan di sungai." Andi merogoh saku celananya,ia mengambil kain segitiga milik Mira.
("Astaghfirullah,itu pelindung kehormatan ku,kenapa bisa ada sama dia,ya Allah aku teh malu pisan.") batin Mira.
"I-itu bukan punya saya." ucap Mira gugup.
"Kamu yakin ini bukan punya kamu, hehehe." Andi tersenyum kecil.
"Bu-bukan." jawab Mira gugup.
"Tapi kenapa ini sama kaya yang menggantung di sana,dan juga, bukannya kamu yang melempar kan nya tadi?" ucap Andi, menunjuk benda yang sama yang baru saja Mira jemur.
"Eemm itu,Iyah itu teh punya saya,sini!" Mira langsung mengambil benda itu dengan paksa.
"Loh,tapi kenapa tadi kamu bilang bukan punya mu." ucap Andi.
"A-aku lupa." Mira terlihat sangat gugup,tapi itu malah membuat Andi semakin gemas melihat nya.
("Eemm tapi kasian juga sih aku goda terus,mending aku minta maaf saja padanya.") batin Andi.
"Aku mau minta maaf soal kejadian tadi di sungai,tapi jujur saja memang aku tak sengaja,aku ke kampung ini bertamu ke rumah Anna, suaminya adalah sahabatku,aku tadi sedang lari pagi,dan ketika melihat sungai aku langsung mendekat karena aku suka melihatnya." ucap Andi menjelaskan.
("Ternyata dia ke rumah Anna,eemm ya sudahlah mungkin aku hanya salah paham tadi.") batin Mira.
"Ya sudah aku memaafkan mu." ucap Mira.
"Benar kah?" tanya Andi terlihat sangat senang.
"Iyah,eem kalau begitu masuk lah,emak pasti sudah menunggu mu,dia sangat mengidolakan mu." ucap Mira.
__ADS_1
"Apakah kau sudah selesai menjemur pakaian mu?" tanya Andi,Mira pun mengangguk.
"Kalau begitu,antar aku masuk ke rumah mu." ucap Andi.