
Natan baru saja sampai di rumah nya,ia segera masuk ke dalam, ternyata Ajeng masih ada di ruang tengah,ia pun langsung menghampiri nya.
"Assalamualaikum mah,Anna udah pulang belum?" tanya Natan terlihat panik.
"Waalaikumsallam,ngapain kamu tanya tanya Anna hah." Ajeng melipat kedua tangannya.
"Natan kan suaminya mama,yah Natan khawatir lah, apalagi dia kirim pesan kalau Natan gak usah jemput dia ke kampus nya tadi,terus dia pulang nya sama siapa?" Natan masih cemas, karena Ajeng belum memberi tahu nya.
"Kalau kamu tau Anna akan bingung dengan siapa ia pulang,terus kenapa nggak jemput dia?" tanya Ajeng.
"Natan ada meeting dadakan mah,dan itu penting,jadi tadi Natan nggak sempat ngabarin Anna,Natan baru bisa ngecek handphone pas selesai meeting,itu pun Natan buru buru mau jemput Anna,tapi Anna malah kirim pesan itu jadinya Natan langsung pulang aja." ucap Natan menjelaskan agar tidak salah paham.
"Anna udah pulang,katanya tadi dia di antar sama temen barunya di kampus,kamu itu lain kali harus lebih paham Nat,Anna itu adalah tanggung jawab kamu, seharusnya kamu bisa jaga dia dengan baik." ucap Ajeng.
"Iyah mah,maafin Natan,kalau meeting tadi nggak penting juga Natan nggak mungkin biarin Anna nunggu lama di kampus." ucap Natan.
"Ya udah, sekarang mama bisa maklum,masuk kamar sana! minta maaf sama istri kamu, kayaknya dia tadi kecewa banget kamu nggak ada jemput dia." ucap Ajeng.
"Iyah mah,Natan ke kamar dulu yah." ucap Natan yang langsung berjalan menuju kamar nya di atas.
Saat Natan masuk ke dalam kamar nya,ia melihat Anna Sedang tertidur sambil memeluk guling,Natan pun menghampiri istri kecilnya itu.
Natan naik ke atas tempat tidur, kemudian ia merebahkan tubuhnya di samping Anna,Natan menghadap ke arah Anna, melihat wajah cantik istri nya itu.
"Maafin suami yah,tadi nggak bisa jemput kamu,tapi suami janji,lain kali suami akan usahakan jemput kamu,dan kalaupun memang bener bener nggak bisa jemput pun,suami akan ngabarin kamu dulu." ucap Natan pelan sambil menyibukkan rambut ana.
Natan merasa saat ini ia sudah mulai jatuh cinta dengan istri nya ini,tingkah lucu nya membuat Natan selalu terhibur,apalagi sekarang tak ada wanita lain lagi yang mengisi hatinya,hanya ada Anna yang kini mulai hadir di dalam hatinya.
__ADS_1
Natan melepaskan guling dari pelukan Anna,lalu ia ganti dengan tubuhnya yang memeluk Anna dengan penuh kasih sayang,Anna yang sedang terlelap pun tampa sadar semakin mengeratkan pelukannya.
("Aku akan menjaga mu, menjadikan mu satu satu nya dalam hidup ku, walaupun aku tak tau bagaimana perasaan mu terhadap ku,maafkan aku pernah menolak kehadiranmu,aku juga Pernah berkata kalau kita hanya menikah di atas kertas saja,tapi sekarang, sepertinya aku sendiri yang menelan ludah ku sendiri, justru aku yang lebih dulu jatuh cinta padamu,dan dengan egois nya aku, ingin memiliki mu seutuhnya, setelah waktu itu dengan terang terangan aku meninggalkan mu di malam pengantin kita.") batin Natan saat melihat wajah Anna.
Tanpa di sadari Natan pun ikut tertidur saat memeluk Anna,ia merasakan kenyamanan saat memeluk Anna sampai sampai ia tertidur lelap.
***
Sementara di tempat lain, Hartawan Sedang kebingungan mencari keberadaan putra nya yang tidak juga kembali ke kantor.
"Natan kemana yah,bukanya seharusnya dia sudah kembali ke sini,apa dia menjemput Anna ke kampus,tapi walaupun Natan mengantar Anna pulang terlebih dahulu,tidak akan lama sekali seperti ini." gumam Hartawan.
Hartawan pun menelepon Dion untuk menanyakan, apakah Natan sudah pulang dari kantor nya apa belum.
Tut..Tut..Tut..
"Begini pak,apa putra saya sudah pulang dari sana, soalnya dia belum kembali juga ke kantor." tanya Hartawan.
"Natan sudah pulang pak,bahkan ia langsung pulang tadi,setelah selesai meeting, sepertinya ia buru buru sekali soalnya kita tak sempat mengobrol karena Natan sepertinya ada lagi urusan,dan juga tadi putri saya bilang ia sempat bertemu di depan saat Natan keluar karena buru buru." ucap Dion menjelaskan.
"Ohh begitu pak,eemm saya baru ingat kalau putri pak Dion pernah di bawa ke rumah saya yang waktu masih kecil,eemm sekarang pasti dia sudah besar dan cantik yah pak,saya ingat sekali waktu itu dia walaupun masih kecil tapi pintar sekali,hehehe" ucap Hartawan sambil tertawa kecil.
"Rupanya pak Hartawan tidak lupa dengan kejadian itu,Bahkan saya ingat sekali waktu itu kita pernah bercanda untuk menjodohkan anak kita karena saking mereka akrabnya walaupun pertama kali bertemu." ucap pak Dion.
"Iyah yah,saya sedikit lupa pak, soalnya itu sudah lama sekali." ucap Hartawan.
"Kalau begitu nanti kapan kapan kita makan malam bersama,kalau pak Hartawan tidak sedang sibuk." ucap Dion.
__ADS_1
"Boleh boleh,nanti kita atur saja jadwalnya,Natan juga pasti masih ingat sama,aduh siapa yah namanya,saya lupa." ucap Hartawan mengingat ingat.
"Andin pak." ucap Dion.
"Iyah Andin,maaf maaf saya lupa,hehehe." ucap Hartawan.
"Nggak papa pak,saya maklum kok soalnya kan udah lama sekali." ucap Dion.
"Eemm kalau begitu saya tutup telponnya dulu yah,saya mau telpon istri saya,siapa tau Natan pulang dulu ke rumah nya." ucap Hartawan.
"Baik baik, silahkan pak." ucap Dion.
Hartawan pun langsung mematikan telponnya,ia mengirim pesan kepada Ajeng untuk menanyakan apakah Natan di rumah atau tidak.
Tak lama kemudian,Ajeng membalas pesan itu,dan benar saja ternyata Natan ada di kamar nya,dan kemungkinan ia sedang tidur, karena tak keluar dari sejak masuk kamar tadi.
"Dasar anak muda." Hartawan menggelengkan kepalanya saat mendapati balasan chat dari istri nya.
***
Anna tiba-tiba terbangun,saat merasakan ada tangan yang memeluk nya,ia pun membuka matanya perlahan,dan terkejut ketika Natan sedang tertidur sambil memeluk nya.
"Sejak kapan suami ada di sini?" Anna pun melihat jam dinding. "Bukannya ini masih jam kerja kantor,kenapa suami udah pulang jam segini." gumam Anna.
Anna pun melepaskan pelukannya,saat ini ia merasa lapar,jadi ia berniat untuk ke dapur,namun pada saat Anna akan melepaskan pelukannya, tiba-tiba Natan semakin mengeratkan pelukannya.
"Mau kemana? udah,di sini aja." ucap Natan dengan suara khas bangun tidur.
__ADS_1
Yah,saat Anna ingin melepaskan pelukannya tadi,Natan terbangun,namun ia masih enggan untuk membuka matanya,ia masih ingin di posisi seperti itu.