Bukan Cinta Yang Salah

Bukan Cinta Yang Salah
Bab 46.Ucapan adalah do'a


__ADS_3

("Duh,kok gue jadi salah tingkah gini yah, kayaknya mama tau deh cuma dia pura pura polos aja di depan Anna.") batin Natan.


"Apa jangan jangan kamu bisa sulap yah,bisa pindah sendiri,hehehe." Ajeng terkekeh.


"Kalau bisa sulap sih mending mah, yang Anna takuti kalau semalem Anna di pindahin sama jin mah,hehehe." ucap Anna.


"Iyah kayak nya gitu deh,hehehe." Ajeng ikut terkekeh.


("Sialan,gue di kira jin,awas aja yah,gara gara mama nih.") batin Natan.


"Emang Anna nggak ingat?" Ajeng melirik ke arah Natan sambil tersenyum.


"Nggak mah,hmm terus semalam film nya belum selesai yah mah." ucap Anna.


"Iyah,lain kali kita nonton bareng lagi yah,atau kalau nanti kamu lagi libur,terus suami suami kita nggak ada kita bisa nonton bareng lagi." ucap Ajeng.


"Boleh juga." ucap Anna sambil tersenyum.


Setelah selesai makan,seperti biasanya Natan mengantar Anna ke kampus,namun hari ini Natan berpesan kalau ia tak akan menjemput nya,Natan pun menyuruh Anna untuk meminta Andin untuk mengantarkan nya pulang.


"Ingat yah,nanti pulang nya minta antar Andin oke!" ucap Natan mengingatkan.


"Iyah,bawel banget sih, lagian aku bukan anak kecil lagi,aku pasti bisa pulang sendiri." ucap Anna.


"Bukan begitu,aku cuma khawatir Anna." ucap Natan.


"Iyah,aku paham,ya udah sana berangkat ke kantor, sekarang kan nggak ada papa,pasti banyak kerjaan di sana." ucap Natan.


Natan mengulurkan tangannya,Anna pun mencium tangan Natan. "Assalamualaikum?" ucap Natan.


"Waalaikumsallam." jawab Anna.


Ternyata dari kejauhan,Andin memperhatikan keduanya,namun Andin tak menaruh curiga kalau mereka sepasang suami istri.


("Aduh Natan suami idaman banget sih,sama adik sendiri aja bisa sesayang itu,apalagi nanti sama istri nya.") batin Andin.


Andin pun langsung menghampiri Anna, yang masih memperhatikan mobil Natan yang mulai menjauh dari tempat nya.

__ADS_1


"Hei." Andin menyapa Anna.


"Eh Iyah." ucap Anna sambil tersenyum.


"Kak Natan berangkat ke kantor,?" tanya Andin.


"Iyah,dia teh buru buru soalnya papa lagi di luar kota,jadi dia teh pasti sibuk hari ini." ucap Anna.


"Ya udah,eemm masih ada waktu satu jam lagi nih,kita duduk di taman dulu yuk,kita ngobrol ngobrol." ajak Andin.


"Boleh,ayo!" ucap Anna.


Mereka pun duduk di bangku yang ada di taman,Andin terlihat sangat senang hari ini,entah kenapa namun sepertinya karena nanti malam ia akan makan malam bersama di restoran.


("Sepertinya aku teh harus ngasih tau Andin deh,kalau Natan adalah suamiku,aku teh nggak mau ada kesalahpahaman nantinya.") batin Anna.


"Eemm Din,aku mau ngasih tau kamu sesuatu!" ucap Anna.


"Aku tau,pasti kamu mau bilang kalau nanti malam kita mau makan malam di restoran kan,aku udah tau itu mah,tadi papa bilang." ucap Andin tersenyum manis.


"Apa lagi,eemm atau kamu mau bilang kalau nanti anterin ke rumah karena Abang kamu nggak bisa jemput,udah nggak usah khawatir,nanti aku bisa kok anterin ke rumah." ucap Andin.


("Duh,kok Andin motong terus omongan Aku sih,gimana Aku mau jelasinnya.") batin Anna.


Saat mereka mengobrol, tiba-tiba ada seseorang yang datang,ia menyapa keduanya.


"Hai,boleh ngomong sebentar sama Anna?" ucap Reza.


"Boleh kak, silahkan! aku ke sana dulu yah,kamu ngobrol aja." ucap Andin yang langsung pergi.


"Boleh aku duduk." ucap Reza.


"Bo-boleh kak." Anna gugup.


"Kemarin kamu di marahin yah sama Abang kamu,maafin aku yah, gara gara aku,kamu jadi kena marah." ucap Reza merasa bersalah.


"Nggak kok kak, Bu-bukan-" Anna Belum selesai bicara.

__ADS_1


"Bukan salah aku maksudnya? Anna kemarin itu aku yang salah,jadi aku minta maaf yah." ucap Reza memotong ucapan Anna.


("Ya ampun Kenapa orang orang teh pada ngira Natan teh Abang aku,padahal aku tadi mau ngomong kalau Natan teh bukan Abang aku,aduuuh kenapa jadi pusing gini yah,nggak Andin nggak kak Reza bikin pusing, padahal kan aku mau ngomong yang sebenarnya.") batin Anna.


"Kamu kenapa,marah yah?" ucap Reza.


"Nggak kok kak,Anna teh nggak marah." Anna pura-pura tersenyum.


("Anna teh memang suka sama kak Reza,tapi Anna juga sadar kalau Anna udah nikah,jadi Anna teh hanya bisa mengagumi namun tak bisa memiliki, lagian, Anna teh bersyukur punya suami kayak Natan, walaupun terkadang dia nyebelin tapi dia orang yang selalu bikin aku merasa di hargai.") batin Anna.


"An,aku mau bicara sesuatu sama kamu?" ucap Reza serius.


"Mau ngomong apa kak?" tanya Anna.


"Aku suka sama kamu,kamu mau nggak jadi pacar aku?" Reza menatap wajah Anna.


Deg


Hati Anna berdebar kencang,ia sangat bingung harus bagaimana, walaupun memang ia menyukai Reza,tapi dia pun tak ada niatan untuk menjalani hubungan dengan nya.


("Ya Allah, cobaan apalagi ini teh, kayaknya ini teh karma deh, karena semalam aku akting ke suami,bisa bisa nya kak Reza beneran nembak aku, padahal semalam aku teh cuma akting aja mau pacaran sama laki-laki lain,aduh ini mah beneran karma,aku teh nyesel udah main akting semalam.") batin Anna.


"Aku gak akan maksa kamu buat jawab sekarang kok,aku cuma mau ungkapkan perasaan aku aja, soalnya aku nggak bisa kalau harus mendem perasaan terlalu lama,tapi kamu nggak usah khawatir,aku nggak akan maksa kamu." ucap Reza dengan tulus.


"Maaf kak, sebenarnya aku bilang kalau aku..." Anna menghembuskan nafasnya.


"Kamu nggak di bolehin pacaran sama Abang kamu yah,kamu tenang aja,nanti aku yang akan bilang,aku udah pikirin ini kok,aku yang akan bertanggung jawab untuk menjelaskan nya sama Abang kamu." Reza memotong ucapan Anna.


("Astaghfirullah,ada lubang nggak sih di sini,kalau ada Anna mau masuk aja biar bisa sembunyi dari sini,aku teh bingung,kenapa ini teh jadi begini.") batin Anna.


Tet...tet...tet...


"Udah bel masuk tuh,ya udah kamu masuk aja duluan,nanti aku nyusul yah." Reza langsung berlari.


"Eh tunggu kak,kak Reza!" Anna memanggil Reza namun ia tak menggubris nya.


"Aduh gimana ini teh,Anna nggak mau jadi istri durhaka,bener juga yah kalau ucapan adalah do'a,mulai sekarang,Anna teh nggak mau akting akting lagi kaya semalam,jadi Anna sendiri kan yang repot,udah ah dari pada pusing mending masuk kelas dulu." Anna melangkah kan kakinya menuju kelas.

__ADS_1


__ADS_2