
Setelah mengobrol, mereka pun langsung masuk ke kamar nya masing masing,Andi yang akan menginap pun di antar dulu oleh mereka ke kamar nya.
"Nah ini kamar nya,maaf yah kalau keadaan nya seperti ini," ucap Ambu.
"Wah,ini mah nyaman banget Ambu,Andi teh suka, makasih yah ambu udah repot repot beresin kamar tadi." ucap Andi.
"Nggak repot kok,memang kalau ada tamu,Ambu selalu beresin kamar ini,ya udah atuh sok istirahat,Ambu juga mau ke kamar." ucap Ambu.
"Kita ke kamar dulu yah,semoga betah di sini." ucap Anna.
"Iyah,jangan lupa pertanyaan tadi yah,tanya sama Natan,hehehe." Andi terkekeh.
"Pertanyaan yang mana?" Anna lupa.
"Itu loh si Joni." ucap Andi.
"Oh Iyah Iyah nanti Anna tanyain." ucap Anna.
"Wah loe gak bener nih ngajarin bini gue kayak gitu." ucap Natan.
"Eh loe gimana sih, justru loe bakalan berterima kasih sama gue karena gue bilang gitu sama bini loe." ucap Andi.
"Ya udah lah,sana loe tidur,gue juga mau istirahat." ucap Natan.
"Daah selamat berpetualang Joni." ucap Andi yang langsung menutup pintu kamarnya.
Saat sudah berada di dalam kamar nya,Anna dan Natan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur,Anna pun membalikkan tubuhnya menghadap Natan.
"Mas?" tanya Anna.
"Iyah." Natan melihat ke arah Anna.
"Emang nya si Joni itu siapa? sekarang dia ada di mana?" tanya Anna masih memikirkan nya dari tadi.
"Beneran nih mau tau?" ucap Natan tersenyum penuh tanda tanya,Anna pun mengangguk.
"Ini?" Natan menunjuk ke arah senjata nya yang sudah siap untuk berperang.
__ADS_1
"Ohh,emang nya siapa yang ngasih nama mas?" tanya Anna.
"Nggak tau,mungkin si Andi." ucap Natan.
"Terus kalau yang punya dia siapa namanya?" tanya Anna.
"Eh jangan ngomong gitu,kamu nggak perlu mikirin yang lain, cukup tau ini aja oke." ucap Natan.
"Hmmm ya udah deh." ucap Anna sambil menghembuskan nafasnya.
"Jadi nggak, katanya tadi siang mau bikin Dede bayi." tanya Natan.
"Boleh,Anna juga mau, ternyata benar yah kalau nyoba lagi ternyata nggak sakit,malah pengen lagi, hehehe." ucap Anna sambil terkekeh.
"Dasar, istri mas sudah mulai nakal." ucap Natan.
Natan pun memulai aksinya, mereka sangat menikmati permainan nya ini, permainan yang di sertai dengan rasa cinta memang berbeda,ada kenikmatan tersendiri di dalam nya, apalagi jika dilakukan setelah halal.
***
Pagi pagi sekali,Ambu sudah pulang dari pasar,Abah yang subuh tadi baru pulang dari pos ronda pun di tinggal Ambu ke pasar.
"Ambu teh abis belanja sayuran ke pasar bah,Ambu mau masak makanan spesial untuk tamu kita." ucap Ambu sambil senyum senyum sendiri.
"Tamu siapa Ambu,anak sama menantu kita mah bukan tamu atuh." ucap Abah heran, karena ia tak tau kalau Andi menginap di rumah nya,bahkan Abah tak tau kalau Andi bertamu semalam.
"Ih Abah teh,emang nggak lihat ada mobil di depan,itu teh mobil tamu spesial kita bah." ucap Ambu.
"Abah tadi nggak pokus sih, soalnya masih gelap juga kan di luar.,emang nya tamu kita siapa Ambu?" tanya Abah penasaran.
"Artis bah,temen nya menantu kita." ucap Ambu.
"Ambu ini bagaimana,yang mana yang bener,artis atau temennya menantu kita." ucap Abah masih bingung.
"Dua dua nya Abah." ucap Ambu.
"Jadi,tamu kita teh ada dua orang?" ucap Abah masih dalam kebingungan nya.
__ADS_1
"Bukan begitu Abah,Ambu teh jadi pusing ngomong sama Abah,jadi maksud Ambu teh,temennya suami neng Anna itu artis bah,Abah tau kan sinetron yang biasa Ambu tonton abis magrib,nah dia itu orang nya,nih lihat Ambu aja semalem foto foto sama dia." ucap Ambu sambil memperlihatkan foto foto nya.
"Eh Iyah gening,aduh bisa heboh kampung kita kalau tau ada artis di rumah kita,nginep lagi." ucap Abah panik.
"Yah nggak apa apa atuh Abah,Ambu teh malah seneng,bisa pamer sama ibu ibu yang lain,hehehe." ucap Ambu terkekeh.
"Ambu mah suka lupa sama Abah kalau lagi ada idola teh,Abah jadi nggak di anggap dari tadi ngelihatin mulu foto itu." Abah merajuk.
"Aduh Abah sayang,ambu teh kan cuma ngefans sama Andi,beda kalau sama Abah mah cinta berat, lagian Ambu kan nggak tiap hari juga ketemu sama dia,jadi nggak papa kan bah,kalau hari ini Ambu teh pengen jalan jalan gitu sama dia,sama Anna dan Natan juga." ucap Ambu.
"Ya udah atuh nggak papa,asal Ambu seneng Abah teh juga seneng." ucap Abah.
"Makasih yah bah,kalau gitu Ambu teh masak dulu yah,Ambu mau masak banyak sekarang,biar nanti pas mereka bangun, makanan nya sudah siap." ucap Ambu.
"Iyah,kalau gitu Abah mah,mau tidur sebentar,soalnya semalem teh abis begadang di pos ronda." ucap Abah.
"Ya udah sok,Ambu ke dapur dulu yah." ucap Ambu yang langsung berjalan ke dapur.
Ambu mulai memasak di dapur,ia sengaja berbelanja banyak hari ini supaya ia bisa menjamu tamu nya dengan baik,tapi memang selalu seperti ini, setiap ada tamu yang datang Ambu selalu menyuguhi nya dengan masakan nya,hal yang paling wajib dilakukan.
Namun yang membedakan nya ini adalah,tamu nya yang menurut Ambu sangat spesial sehingga Ambu masak pun banyak beraneka masakan supaya Andi bisa sering sering ke rumah nya pikirnya.
Sementara di kamar,Natan dan Anna yang tadi sudah selesai sholat subuh pun merebahkan kembali tubuhnya di atas tempat tidur.
"Sayang kenapa nggak bantuin Ambu masak di dapur, kayaknya Ambu lagi masak tuh." ucap Natan.
"Paling juga masak nasi goreng sama telor ceplok mas,kalau pagi kan emang gitu,jadi nggak usah lah Ambu juga bisa sendiri kalau cuma masak itu." ucap Anna yang sepertinya sangat kelelahan setelah semalam melewati pergulatan yang sengit.
"Eemm kalau gitu,kita lagi yuk,di sini udara nya dingin banget,jadi mas butuh kehangatan." Natan memeluk Anna.
"Kayak semalam lagi?" tanya Anna.
"Iyah." Natan tersenyum penuh arti.
"Udah ah,Anna capek,emang mas nggak cape apa?" tanya Anna.
"Semalem sih Iyah,tapi sekarang udah strong lagi,yukk!" ajak Natan.
__ADS_1
"Ya udah sok." Anna pun pasrah dengan keinginan suaminya, karena ia mengingat kata Ambu yang harus menuruti perintah suami.