
Saat Ambu ke dapur,Anna menyapa Andi. "Nyasar nggak tadi cari alamat nya?" tanya Anna.
"Nggak kok,aku hapal daerah sini,tenang aja." ucap Andi Sambil tersenyum.
Andi pun membuka masker nya,namun saat wajahnya tak ada kumis dan jenggot, sehingga Anna kurang mengenali.
"Kok sekarang muka nya nggak kayak om om lagi,nah gitu dong,kan jadinya ganteng kayak di sinetron itu, hehehe." Anna terkekeh dengan ucapan nya.
"Sayang,kok kamu bilang dia ganteng sih,di depan aku lagi." Natan tak terima dengan ucapan Istri nya karena memuji pria lain di hadapan nya.
"Hahaha,loe tau kan sekarang kalau gue memang ganteng, istri loe aja mengakui kegantengan gue." ucap Andi penuh kemenangan.
"Serah lu deh." ucap Natan merasa kesal.
"Jangan marah atuh sayang, walaupun emang Andi ganteng,tapi suami Anna teh jauh lebih ganteng, pokonya paling top deh, apalagi waktu di atas ran-" Anna tak melanjutkan ucapannya,Natan membekap mulut nya.
"Jangan bilang bilang sayang, apalagi sama dia." Natan berbisik.
"Hahaha,gue paham yang dia maksud, sepertinya burung loe udah masuk ke sangkar nya,aduh selamat yah, akhirnya si Joni loe bebasin juga." Andi terkekeh.
"Loe mah kalau sama yang kayak gitu,otak nya pasti langsung tring ngerti gitu aja,nggak loading." ucap Natan.
"Ya Iyah lah." ucap Andi.
"Kalian teh lagi ngomongin apa sih,pake ada burung,si Joni segala,Anna teh jadi pusing." ucap Anna.
"Nanti biar dia yang ngasih tau,saat di kamar,Iyah kan Nat?" tanya Andi.
"Lagi ngomongin apa sih kedengaran nya sampai dapur pisan,Ambu aja sampai denger di dapur." ucap Ambu yang meletakkan minuman di atas meja.
Ambu masih belum pokus,namun pada saat dia melihat wajah Andi yang sudah melepaskan maskernya,Ambu pun melongo.
"Makasih Ambu,pake repot repot segala." ucap Andi yang menatap ke arah Ambu. "Ambu kenapa,?" Andi heran melihat Ambu yang mematung.
__ADS_1
"Ambu teh lagi ngimpi yah." Ambu mencubit pipi nya. "Tapi ini teh sakit, berarti nyata." gumam Ambu.
Anna pun sudah terkekeh melihat ekspresi Ambu yang seperti sedang kebingungan.
"Ini teh beneran artis sinetron itu kan." Ambu memegang pipi Andi.
"Hehehe, Iyah Ambu dia teh Andi,Artis sinetron yang biasa Ambu tonton." ucap Anna.
"Ya ampun,meni ganteng pisan aslinya ini teh,sini sini duduk deket Ambu,ini teh kenapa kamu bisa ke rumah Ambu,Ambu teh ngefans pisan ih sama kamu." Ambu memeluk Andi sambil terus memegang megang.
"Ohh jadi Ambu suka nonton film saya?" tanya Andi.
"Iyah,Ambu mah resep pisan sama Ujang kasep ini." Ambu terus memegang pipi Andi karena masih belum percaya.
"Udah atuh Ambu,kasian Andi nya,di cubit cubit gitu." ucap Anna.
"Udah sayang,biarin aja, hehe." ucap Natan.
"Boleh Ambu." ucap Andi pasrah dengan apa yang dilakukan mertua sahabat nya ini.
"Sebentar,Ambu ambil handphone dulu ke kamar, tunggu,jangan kemana-mana." ucap Ambu yang berlari ke kamar untuk mengambil ponselnya.
"Anna,kenapa kamu nggak bilang kalau Ambu kamu, ngefans sama saya,tau gitu tadi saya bawa kaos, yang ada foto nya." ucap Andi.
"Anna juga baru ngeh,tapi nggak papa,nggak usah ngerepotin, ketemu sama kamu aja udah seneng Ambu mah,tapi maafin Ambu yah kalau sikapnya emang gitu,dia mah suka nggak sadar kalau ketemu sama orang yang dia suka,mungkin juga sekarang dia lupa sama Abah,hehehe." Anna terkekeh.
"Hehehe,lucu banget sih Ambu kamu itu." ucap Andi.
Ambu pun langsung datang sambil membawa handphone nya,ia pun meminta tolong pada Anna untuk memotret nya bersama dengan Andi,artis idolanya.
Namun tak cukup satu kali,Ambu berfose dengan berbagai gaya, membuat Anna dan Natan geleng-geleng,namun sepertinya Andi sudah terbiasa dengan hal itu, karena Andi terlihat biasa saja, mengikuti arahan Ambu.
"Alhamdulillah,ini teh udah banyak udah cukup." ucap Ambu melihat hasil foto tersebut.
__ADS_1
"Udah kan,Ambu,udah yah Anna pegel fotoin nya." ucap Anna sambil meregangkan satu tangan nya.
"Iyah udah." Ambu terlihat senang ketika melihat foto foto nya. "Jadi Andi teh temennya si ujang,aduh Ambu teh nggak nyangka bakalan begini,tau gitu tadi Ambu dandan dulu biar kelihatan cantik." ucap Ambu memegang pipi nya.
"Ambu udah cantik kok." ucap Andi memuji Ambu.
"Subhanallah,aduh Ambu teh ngimpi apa bisa di panggil cantik sama artis." ucap Ambu salah tingkah.
"Euleh si Ambu ada ada aja,tapi ini teh kan udah malem Ambu,boleh nggak kalau saya teh nginep di sini?" ucap Andi.
"Boleh atuh,jangankan nginep kalau mau tinggal di sini juga boleh, sebentar yah Ambu beresin dulu kamar tamu,jangan kemana mana yah. " ucap Ambu dengan antusias.
"Nggak atuh Ambu,kan mau nginep." ucap Andi.
"Eh Iyah,Ambu lupa,suka gini Ambu mah kalau lagi seneng teh,sampe lupa segalanya,hehehe" Ambu terkekeh.
Ambu pun segera ke kamar tamu,ia membersihkan nya khusus untuk tamu spesial nya.
"Eh,kok loe malah mau nginep sih,kenapa nggak pulang aja,katanya deket." ucap Natan merasa keberatan.
"Yah nggak apa apa Nat, orang tuan rumah nya aja menyambut dengan baik,masa loe ngelarang sih, hehehe" Andi merasa menang.
"Iyah mas,nggak papa,anggap aja nyenengin Ambu,dia kan jarang jarang seneng kayak gini." ucap Anna.
"Tuh dengerin istri loe, bener tuh apa kata dia." ucap Andi.
"Itu mah,emang mau nya loe,di belain Mulu sama bini gue." ucap Natan.
Beberapa saat kemudian,Ambu pun kembali lagi, Setelah selesai membersihkan kamar tamu, mereka mengobrol bersama, sesekali mereka tertawa dengan bercandaan Andi dan juga Ambu.
Anna sangat bahagia melihat Ambu nya yang terlihat sangat senang dengan kedatangan Andi,Andi juga terlihat tidak keberatan dengan tingkah Ambu yang sangat tak bisa diam itu.
("Untung saja Abah lagi ronda,kalau ada dia pasti merasa tersingkirkan melihat Ambu nempel nempel sama Andi,hmmm sepertinya ini memang malam nya Ambu,Ambu sangat bahagia, semoga saja Ambu selalu dalam keadaan yang sehat,biar aku terus melihat senyum nya." batin Anna saat melihat Ambu begitu bahagia mengobrol dengan Andi.
__ADS_1