
"Nat,loe beneran belum ngapa ngapain si Anna?" tanya Andi saat di dalam mobil.
"Belum." jawab Natan santai.
"Kalau tadi gue nggak nanya apa artinya bulan madu ke dia,mungkin gue masih mikir kalau Anna itu cewek agresif,tapi ternyata dia polos banget,loe beruntung dapetin dia bro." ucap Andi sambil menyetir.
"Awalnya memang gue kira gue bakal di jodohin sama cewek kayak gimana gitu,tapi jujur aja,Anna bikin hidup gue lebih berwarna, walaupun kadang-kadang pusing ngadepin sikap nya yang polos itu." ucap Natan.
"Jadi, sekarang loe udah suka sama dia." tanya Andi.
"Jujur aja untuk saat ini, di hati gue masih ada Sierra,tapi gue juga nggak nyesel udah di jodohkan sama Anna." ucap Natan.
"Eh tapi ngomong-ngomong,Anna tau nggak kalau loe punya pacar?" tanya Andi.
"Gue yang ngasih tau dia di hotel, pas selesai acara resepsi pernikahan." ucap Natan.
"Gila juga loe, terus gimana sama Anna, waktu tau loe punya pacar." Andi penasaran.
"Itu dia yang bikin gue ngerasa bersalah bro,Anna sama sekali tidak marah saat itu,entah karena dia yang terlalu polos,atau mungkin dia juga yang nggak Nerima perjodohan ini,jadi dia cuek aja gitu, entahlah." ucap Natan menghembuskan nafasnya.
"Tapi kayaknya Anna gadis yang baik bro,tapi mungkin karena umur nya yang masih belia dan belum sepenuhnya mengerti apa itu rumah tangga,jadi untuk saat ini dia kayak menganggap loe kayak Abang nya aja gitu." ucap Andi.
"Yaps,loe benar banget bro,gue ngerasa punya adek perempuan yang manja banget sama gue,tapi entah kenapa gue juga nggak bisa nolak permintaan dia, walaupun kadang-kadang permisi nya itu bikin geleng-geleng kepala." ucap Natan.
"Contohnya?" tanya Andi.
"Yah itu tadi,dia minta bulan madu,yah otomatis si Joni berdiri dong cuma denger kata itu,tapi yang ngucapin nya,mana paham soal itu." Natan memijit pelipisnya.
__ADS_1
"Hahaha,ya udah bro loe ajarin lah buat bulan madu beneran,apa mau gue yang udah pro ini yang ajarin." Andi tertawa.
"Sialan loe." Natan mengacak rambut Andi. "Nih yah walaupun gue belum pernah nyoba kayak gituan,tapi gue juga laki laki normal,jadi otomatis nanti akan bisa dengan sendirinya,emang nya loe, yang nyelup sana nyelup sini." Natan kesal dengan sahabat nya ini.
"Santai bro,gue kan cuma bercanda, lagian loe kayaknya takut banget kalau benaran Anna di ambil orang, kayaknya loe emang suka deh sama dia,udah unboxing aja! mumpung masih tersegel dengan rapi." ucap Andi.
"Gue mau nunggu dia siap dulu Ndi,gue gak tega memanfaatkan kepolosan nya." ucap Natan sambil tersenyum.
***
Beberapa saat kemudian, mereka sampai di rumah Andi,tak ada orang di sana terkecuali asisten rumah tangga nya,mama nya Andi jarang di rumah,dia sibuk dengan kariernya sendiri.
Resti,mama nya Andi berkarir sebagai model profesional,yah,Andi berbakat jadi model pun keturunan dari ibu nya,namun justru itu membuat Andi mengeluh, karena ia tak pernah di perhatikan oleh ibu nya.
"Sepi banget Ndi?" Natan melihat sekeliling.
"Jadi orang tua loe jarang pulang?" tanya Natan.
"Jarang banget, apalagi sekarang dia lagi di luar negeri,gak tau kapan pulang nya." Andi menghembuskan nafasnya.
Andi membawa Natan ke kamar nya, rumah yang sangat besar itu terlihat sangat rapi karena mungkin jarang di masuki orang juga tak ada anak kecil di dalamnya,jadi selalu rapi.
Setelah di dalam kamar nya,Andi langsung mengambil ponselnya di atas meja, kemudian ia mencari sesuatu yang akan ia perlihatkan kepada Natan.
"Ini foto-foto nya bro,ada video dan suara rekaman resepsionis hotel juga." Andi memberikan ponselnya miliknya kepada Natan.
Natan mengambil ponsel milik Andi,ia duduk di kursi yang ada di ruangan kamar tersebut,Natan melihat satu persatu foto, video dan juga mendengar rekaman suara resepsionis hotel.
__ADS_1
Natan mengepalkan tangannya,ia tak percaya dengan apa yang ia lihat, hubungan nya dengan Sierra yang di anggap nya serius itu,kini telah ternodai oleh penghianatan sang kekasih.
Cinta yang ia berikan seutuhnya kini hancur lebur menjadi sebuah kekecewaan yang mendalam,janji janji yang mereka sepakati kini di ingkari oleh sang pujaan hati.
Padahal selama ini,Natan selalu membela nya, membela dia di depan orang tuannya yang tidak menyukainya nya,namun semua itu percuma, karena hatinya telah mendua.
Harapan hidup bersama,kini hanya tinggal kenangan, kenangan yang merubah cinta menjadi sebuah penghianatan yang di sengaja.
Namun, yang membuat nya lebih sakit adalah,ketika ia mengetahui kalau seseorang yang berselingkuh dengan kekasih itu adalah Tio, sepupunya sendiri, sekaligus sahabat baiknya setelah Andi.
Bahkan mereka sering nongkrong bersama, ketawa ketawa bersama, bahkan bercandaan bercandaan sudah menjadi hal yang lumrah bagi ketiganya.
Natan tak menyangka, sepupunya akan mengambil,kekasih hatinya,entah dari kapan mereka memiliki hubungan, karena Tio pun tau,Natan dan Sierra sudah berhubungan cukup lama.
Padahal, semua yang di inginkan Sierra selalu ia turuti tapi ternyata,ia hanya memanfaatkan itu, bahkan uang yang selalu Natan berikan,malah di pakai untuk bersenang senang dengan selingkuhannya.
"Jadi, semua uang yang aku berikan,dia gunakan untuk bersenang senang di hotel bersama sepupu ku sendiri." Natan mengepalkan tangannya,mata nya memerah menahan emosi,ia meninju dinding dengan keras, sehingga tangan nya berdarah.
"Nat,loe jangan kayak gini,loe gak pantes seperti ini hanya gara gara wanita seperti Sierra." Andi memegang pundak Natan, mencoba untuk menenangkan emosi nya.
"Makasih banyak bro,loe udah bantuin gue, sekarang gue ngerasa kayak laki laki bodoh, karena baru tahu perselingkuhan mereka,bahkan bukan gue sendiri yang menciduk nya." Natan tersenyum getir,ia berdiri dari posisi duduknya.
"Gue pinjam kunci mobil loe Ndi,ada urusan yang harus gue selesaikan." Sepertinya Natan sudah hilang kesabaran.
"Loe mau kemana Nat, sebaiknya loe tenang dulu, setelah itu baru cari cara buat menyelesaikan masalah ini." Andi khawatir Natan akan melakukan hal yang tidak di inginkan.
"Gue mau ke apartemen Sierra sekarang,gue gak bisa biarin dia gitu aja." Natan mengambil kunci mobil di atas meja, kemudian ia berjalan ke luar dengan amarahnya yang memuncak.
__ADS_1
"Nat tunggu Nat!" Andi mengejar Natan,ia tak akan membiarkan Natan pergi sendirian, karena itu akan membahayakan nya, secara Natan sedang dalam emosi saat ini.