Bukan Cinta Yang Salah

Bukan Cinta Yang Salah
Bab 8


__ADS_3

Kening ibu berkerut dan wajahnya terlihat berbeda, aku jadinya takut, jangan-jangan ibu ga setuju kalau aku berhubungan sama rendi.


"hahahaha" aku kaget ketika aku mndengar ibu tertawa keras dan.........ternyata


"Ibu mah jahat bikin dinda takut, ibu ngprank dinda yah! " aku berkata sambil ku pteluk ibu.


"Lucu banget kamu teh dinda..... dinda..., kalau ibu ga setuju dari awal ibu ga akan izinin kamu buat datang ke rumah nya rendi atuh sayang, asal ga boleh macem-makcem! "


"Pasti lah bu, oh iya bu tadi ada titipan dari ibu nya rendi, sayur asem, tempe bacem, ikan asin sama sambel loh! "


"Aduh enak banget itu, berarti nanti malem alamat kita makan nya banyak nih! "


Pov Rendi


Setelah kejadian aku melarang dinda untuk datang ke rumah, ya dinda memang benar-benar tidak pernah datang lagi, bahkan d sekolah pun dinda lebih banyak diam, dia benar-benar menjauh, walaupun kami tetap duduk satu meja, dia ga peduli lagi, ga pernah nyapa, bahkan tersenyum pun tidak.


Aku merasa sangat kehilangan, dan rasanya sakit hati ini kalau kami berpapasan pun ga pernah mau menyapa dan tersenyum.


"Bukankan ini yang aku mau? " bisikku dalam hati, tapi kenapa aku gelisah, bukannya bisa menjauh, tapi aku semakin terus kepikiran, bayangannya pun selalu ada dalam benakku.

__ADS_1


"Bisa gila kalau begini! " , "aku harus mulai kerja lagi daripada aku terus memikirkan dia"


Tapi walaupun dinda tidak datang tapi kirimannya selalu ada, dalam seminggu 2kali, Awalnya ibu menutupinya, tapi akhirnya aku memergoki pada saat pa ujang datang, ternyata a ujang datang setelah mengantarkan dinda ke sekolah.


Aku datang pada saat pa ujang baru pulang, ibu kaget ketika aku masuk.


"Loh...kakak kok balik lagi? , ada yang ketinggalan? " sapa ibu dengan wajah sedikit kaget


"Betul kan bu selama ini yang selalu ngirim makanan dan sembako adalah dinda, kenapa ibu harus sembunyi-sembunyi bu? kenapa ga terus terang aja bu? " keluh ku


"Maaf kak, ibu takut kakak akan semakin marah sama neng dinda, ibu ga mau kalian tambah menjauh !"


"Tapi kakak takut bu, takut dinda tidak mau memaafkan kakak, kakak juga malu bu kalau ibu nerima terus kiriman dari nya, harusnya kakak yang bertanggung jawab buat membahagiakan ibu! "gumamku.


"Ibu juga tidak mau kak, dari awal juga ibu sudah bilang sama neng dinda kalau ke sini ga usah bawa apa-apa, tapi neng dinda malah bilang kalau ibu menolak dia akan kecewa. "


"Ya udah, kakak sekarang ke sekolah nanti malah telat loh! " seloroh ibu lagi


"Terima kasih bu, nanti kakak akan coba buat minta maaf sama dinda, semoga mau memaafkan kakak."

__ADS_1


Setelah obrolan itu lah rendi terbuka pikirannya, dan dia akan mencoba untuk menemui dinda dan meminta maaf.


Lega sekali rasanya setelah aku bisa meminta maaf sekaligus mengungkapkan perasaan ini, yah dinda memang seorang gadis yang sangat istimewa, semoga kmi bisa selalu bersama, itulah harapan ku.


Setelah kejadian itu kami semakin dekat yah walaupun di sekolah aku masih selalu menjaga jarak, karena aku takut nanti dinda di bully atau bahkan di jauhin oleh teman-temannya, aku tau dinda nya mah ga peduli mau dijauhin juga, dia orangnya cuek tapi aku yang takut.


Tapi lama-lama terkadang perhatian-perhatian kecil dinda tanpa disadari selalu terlihat, bahkan ada teman-teman kami yang sudah mulai curiga, apalagi dewo yang selalu rese.


"Hai pincang kayaknya ada yang aneh deh, loe suka yah sama si dinda? " Deg aku yang ada di sebelah nya rendi merasa sakit denger dewo yang selalu memanggil pincang-pincang, aku suka ingin bilang sama dewo tapi rendi selalu menahanku dengan menyenggol lengan atau kaki ku.


"Bener kayaknya nih loe dah mulai naksir sama dinda loe yah, loe harus tau diri dong! "


sarkas dewo penuh tekanan dan kebencian.


"Ga kok kamu ga usah takut aku ga mungkin lah punya rasa sama dinda, aku juga tau diri siapa sih aku! " lirih rendi, aku yang mendengarnya pun seperti tersayat sembilu


Dewo tertawa terbahak-bahak,


"Nah gitu dong bagus loe tau diri, walaupun loe pinter dan lumayan cakep tapi tetep loe pincang! "

__ADS_1


"Cukup "........aku pun berdiri sambil menggebrakk meja, aku sudah muak, tingkahku membuat semua bengong apalagi dewo.


__ADS_2