Bukan Cinta Yang Salah

Bukan Cinta Yang Salah
episode 10


__ADS_3

Baru juga rendi berkata begitu eeeeh..


"Assalamualaikum, tuh kan bu kata ica juga pasti di rumah ada kak dinda, soalnya di depan gang ada mobilnya kak dinda."


Aku pun segera bangun dan memberi salim sama ibu dan mencium nya, begitupun ica salim sama aku.


"Ibu sama ica udah makan belum, tadi dinda beli in nasi padang, maaf dinda sama rendi makan duluan abisnya laper! " paparku sambil tersenyum


"Bu, rendi pergi kerja dulu yah, !"


"Iya kak, hati-hati yah! "


"Aku berangkat kerja dulu yah, kalau masih mau disini atau mau pulang sekalian jalan kedepannya hayu?! "kata rendi lagi sambil tersenyum padaku, aduh kalau udah gini meleleh hatiku....


"Aku masih mau disini aja, masih kangen sama ibu sama ica! " jawabku dan kupun berikan senyuman termanis buat penyemangat kerja nya.


Setelah kejadian itu gerak-gerik kami sepertinya jadi sorotan, dan kami pun diusahakan agar menjauh.


"Hai pincang, kamu pindah aja duduknya sana, yang meja paling belakang tuh, jangan deketin si dinda! lagian loe ga tau diri amat sih, loe tuh udah pincang miskin pula, mana mau dinda sama loe! "

__ADS_1


"Kalau pun mau loe nyadar diri dong, itu pasti bukan cinta tapi iba liat loe! "


Aku pun langsung keluar aja ketika dewo kembali mengusik rendi, perih dan sesak rasanya dada ini.


"Hai.... dinda... loe kenapa sekarang kalau gue ngatain si pincang loe langsung pergi pake nangis segala lagi! " aku ga tau ternyata kali ini dewo mengejarku sampai ke taman belakang.


"Loe suka yang sama si pincang! "


"Hai..... dia punya nama seperti kamu, nanya rendi, dan perlu kamu tau yah ga ada manusia yang menginginkan lahir dalam ketidak sempurnaan, begitupun rendi !"


"Gue udah biasa tuh manggil dia begitu dari awal masuk sekolah, sebelum loe masuk sekolah ini, jadi disini loe yang aneh !


"Beneran loe suka sama si pincang itu din? "


Aku bukannya menjawab malah kutinggalkan dewo untuk kembali ke kelas.


"Hai....loe gimana sih malah ditinggalin gue! "


Hampir tiap hari dewo atau pun teman-teman yang lain suka bertanya tentang hubungan aku sama rendi, ada yang langsung nanya sama aku atau rendi, ada juga yang nanya sama santi, tapi baik aku, rendi bahkan santi pun kalau ditanya ga pernah menjawab.

__ADS_1


Sampai suatu ketika, pada waktu itu aku ada ekskul basket, seperti biasa rendi suka nungguin aku, yah walaupun tetap sembunyi-sembunyi pastinya.


Aku pun kembali ke lapangan setelah istirahat sejenak, aku lihat ke pinggir lapangan ada rendi yang lagi nonton, aku liat dewo menghampiri rendi dan ga lama rendi pergi mengikuti dewo, deg aku kok ga enak liatnya, tapi aku masih fokus latihat.


"Dinda.....jangan bengong dong, ayo fokus ingat minggu depan akan ada pertandingan loh! " teriak pelatih di pinggir lapangan.


Karena ga enak hati aku minta digantikan dulu, lalu aku secepatnya mencari keberadaan rendi, dan ternyata benar kekhawatiranku, rendi lagi di bentak-bentak dan dipukulin sama dewo dan teman-teman geng nya.


"Dewo......!" akupun berlari dan segera menghampiri rendi yang jatuh tersungkur.


"Kamu apa-apan dewo, gerard, dion, firman!, kalian kenapa harus mukulin rendi, apa salah rendi sama kalian! kalian benar-benar harus dilaporin sama guru bk ini! " hardikku kesal pada mereka


Lalu aku pun menelpon pak ujang biar bisa membantu memapah rendi, akupun menangis melihat kondisi nya rendi yang babak belur


"Maafkan aku, gara-gara aku kamu jadi seperti ini! " lirihku sambil membersihkan luka di wajahnya dengan saputangan.


Rendi malah tersenyum mendengar kata-kataku.


"Kenapa kamu yang harus minta maaf, kan bukan kamu yang mukulin aku din.... !"

__ADS_1


sahutnya lagi sambil mengusap pipiku yang basah oleh air mata.


"Ehm........ "


__ADS_2