Bukan Cinta Yang Salah

Bukan Cinta Yang Salah
Bab 31.Bukan salah ku


__ADS_3

Beberapa saat kemudian,dosen pun datang,ia memulai pembelajaran nya,Anna sangat sungguh sungguh saat belajar,ia ingin membuat orang tua nya bangga, memiliki anak seorang dokter muda yang hebat, supaya ia bisa menjadi penolong untuk semua orang.


Dosen yang mengajar masih sangat muda,tampan dan juga berwibawa,tapi walaupun pembahasan nya serius,para mahasiswa dan mahasiswi tidak bosan ketika mendengarkan apa yang di jelaskan dokter tersebut.


"Bagaimana? apa ada yang mau di tanyakan?" tanya Reza,Dosen yang memberi pelajaran hari ini.


Semua para mahasiswa dan mahasiswi saling berpandangan, sepertinya mereka sudah paham dengan apa yang di jelaskan oleh Reza.


"Eemm baiklah, sepertinya kalian paham dengan apa yang saya jelaskan, untuk itu kita akhiri saja pertemuan kali ini,saya ucapkan terimakasih atas perhatiannya, selamat siang dan sampai jumpa," ucap Reza tersenyum ramah.


"Siang kak." Ucap mahasiswa dan mahasiswi serentak.


Kemudian,Reza pun keluar dari kelas tersebut, begitu pun dengan para mahasiswa dan mahasiswi yang juga ikut keluar dari ruang kelas tersebut.


"Eh An,kamu mau langsung pulang?" tanya Andin saat mengaitkan tas di bahu nya.


"Nggak tau atuh, emangnya kenapa?' tanya Anna.


"Kita ke kantin dulu yuk!" ajak Andin.


"Boleh,aku teh juga lapar." ucap Anna tersenyum manis.


"Ya udah yuk." ucap Andin, merangkul tangan Anna.


Saat mereka berjalan ke arah kantin, tiba tiba Anna menabrak seorang pria yang sedang berlawanan arah dengan nya.


Bruk


Buku yang sedang di pegang oleh Anna pun terjatuh ke lantai.


"Maaf,saya teh tidak sengaja?" ucap Anna tanpa menoleh ke orang yang ia tabrak.


Anna berjongkok, berniat untuk mengambil buku nya,tapi ternyata pria yang ia tabrak pun berniat untuk membantu nya mengambil kan nya,saat mereka secara bersamaan ingin mengambil buku tersebut,kening mereka beradu.


"Aw." Anna memegang keningnya yang terasa sakit saat terbentur dengan kepala pria tadi, kemudian ia menengadahkan kepalanya melihat ke wajah pria tersebut yang juga memegang kepalanya.

__ADS_1


("Ya Allah, Kenapa dia teh ganteng banget,dia teh kayak Lee Minho versi Indonesia ini mah,gak bosen bosen lihat muka nya, padahal tadi udah ketemu beberapa jam di kelas.") batin Anna.


Yah,pria tersebut adalah Reza, wajah nya yang tampan membuat siapapun akan terpesona saat melihat nya,tak terkecuali Anna,gadis yang sangat menyukai drama Korea itu.


"Kamu nggak papa?" tanya Reza,saat melihat Anna yang menatapnya sambil memegang kening nya.


"Subhanallah." ucap Anna tersenyum ke arah Reza sambil tak melepas pandangan nya.


"Anna,kamu nggak papa?" Andin menepuk bahu Anna.


"Hah,Iyah kenapa?" Anna membuyarkan lamunannya.


"Saya tanya,kamu nggak papa?" ucap Reza mengulang perkataan nya lagi.


"Nggak papa kok, ngeliat kak Reza aja langsung ilang sakit nya." ucap Anna sambil tersenyum manis.


("Ini cewek yang tadi duduk di depan kan,dia lucu banget,gemes liat muka nya.") batin Reza.


"Tapi kayaknya kening kamu merah deh,mau saya antar ke klinik takut nya Kenapa napa." ucap Reza cemas.


"Ini buku mu!" Reza memberikan buku pada Anna.


"Oh Iyah,makasih kak,maaf yah saya nggak sengaja tadi." ucap Anna saat tersadar.


"Nggak papa,tapi lain kali,lebih hati-hati lagi yah." ucap Reza mengingatkan.


"Iyah kak,kalau begitu kita ke sana dulu, permisi kak!" ucap Andin,ia menarik tangan Anna yang sepertinya masih menghayal.


Andin pun membawa Anna yang masih melihat ke arah belakang sambil berjalan,Anna malah melambaikan tangannya ke arah Reza yang masih berdiri di tempat nya.


"Cantik." gumam Reza pelan yang membalas lambaian tangan Anna, kemudian ia melanjutkannya langkah nya.


Kini Anna dan Andin baru saja sampai di kantin, mereka duduk di kursi yang menurut nya nyaman untuk bersantai.


"Anna,tadi kamu ngapain,dia itu dosen yang tadi ngajar kita kan?" ucap Andin tak paham dengan tingkah Anna yang malah terpesona dengan dosen tersebut.

__ADS_1


"Saya teh juga tau Din,eh,apa kamu teh nggak terpesona sama wajahnya yang ganteng,dia itu kayak Lee Minho versi Indonesia." ucap Anna membayangkan kejadian tadi.


"Gini nih,kalau yang keracunan drama Korea." ucap Andin.


"Emang nya kamu nggak suka sama film drama Korea?" tanya Anna.


"Suka juga sih,hehehe." Andin terkekeh.


"Sama aja atuh." Anna menghembuskan nafasnya.


"Tapi aku nggak seberani kamu An, apalagi kayaknya kak Reza tadi tidak seserius waktu ngajar di kelas,dia ramah ternyata orang nya." ucap Andin.


"Mungkin aku teh cuma kebawa suasana aja tadi,tapi emang kak Reza tuh ganteng banget yah." ucap Anna sambil tersenyum.


Tiba-tiba Anna teringat kalau dirinya sudah menikah,namun ia ingat ucapan Natan saat di hotel waktu itu,Natan berkata walaupun mereka sudah menikah Anna bisa bebas melakukan apa yang ia inginkan bahkan Natan juga mengatakan kalau Anna boleh berkencan dengan pria lain selain dirinya.


Karena teringat ucapan itu,Anna rasa bukan salah dia,jika ternyata ia memang mengagumi pria yang ia temui itu,jadi jika nanti ada kesalahpahaman,ia tak perlu merasa bersalah, karena Natan sendiri yang mengizinkan nya.


("Maaf yah suami,bukan salah aku kan kalau aku mengagumi pria lain,kamu sendiri yang dengan jelas mengatakan kalau aku boleh berkencan dengan pria yang aku suka.") batin Anna.


"Anna,kenapa melamun?" tanya Andin yang heran,ketika melihat Anna seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Nggak papa kok,aku cuma lapar, makanan nya belum datang." ucap Anna sambil tersenyum.


"Oh mungkin sebentar lagi,eemm oh Iyah,aku minta nomor kamu dong,biar kita bisa berkirim pesan!" ucap Andin.


"Boleh,sok tulis aja,di kota ini,aku juga belum punya teman, semoga saja kita bisa berteman baik yah." ucap Anna sambil memberikan nomor ponselnya.


"Udah,aku save yah." ucap Andin sambil memegang ponsel nya.


Tak lama kemudian, makanan yang mereka pesan pun datang,Anna yang memang sudah lapar,ia langsung melahapnya sampai habis, membuat Andin heran dengan Anna yang bisa makan sebanyak itu.


"An,kok kamu bisa sih makan sebanyak ini?" tanya Andin, ketika melihat Anna makan.


"Emang menurut kamu,makan sepiring ini teh banyak, soalnya emang porsi makan aku teh segini" Anna tersenyum.

__ADS_1


"Kok aneh yah,kamu makan banyak gitu tapi badan Mu tetap bagus,imut,mungil,lah aku kalau makan kayak kamu gitu paling juga gendut, makanya aku suka diet." ucap Andin yang heran melihat badan Anna yang masih terlihat Bagus walaupun banyak makan.


__ADS_2