Bukan Cinta Yang Salah

Bukan Cinta Yang Salah
Bab 27.Takdir Allah


__ADS_3

Natan pun muntah ke lantai,dan ia pun mulai tersadar.


"Aku dimana?" Natan sepertinya masih linglung.


"Suami nggak papa? maafin Anna yah tadi dorong suami." Anna mendekati Natan.


"Kok saya bisa ada di kamar sekarang, bukannya tadi-" Natan memotong ucapan nya.


"Tadi om Andi yang bawa suami ke sini, katanya suami mabok, bentar yah Anna ambil air hangat ke dapur, sambil bawa lap pel juga buat bersihin muntah nya." ucap Anna yang langsung berdiri.


"Sebentar,apa kamu bilang,mabok perjalanan?" tanya Natan.


"Iyah,tuh barusan muntah lagi kan, Sebentar atuh yah,Anna teh mau ke dapur dulu." ucap Anna.


Anna bergegas pergi ke dapur untuk mengambilkan air hangat buat suami nya, setelah itu ia langsung kembali lagi ke kamar.


"Ini suami, minum dulu." Anna memberikan minum pada Natan. "Sekarang suami tiduran yah,aku mau beresin itu dulu." Anna menunjuk ke lantai.


"Andi kemana,tadi dia Ngomong apa aja sama kamu?" tanya Natan.


"Dia langsung pulang,nggak kok dia cuma bilang kalau suami abis mabok, terus kasih air hangat kalau udah bangun katanya." ucap Anna menjelaskan.


("Ini yang salah jelasin Andi,atau emang Anna aja yang emang ngira kalau aku mabok perjalanan,tapi nggak papa lah, mending memang Anna taunya begitu.") batin Natan.


Setelah Anna membersihkan lantai,ia pun menyimpan alat pel ke belakang, setelah itu ia kembali lagi ke kamar.


"Alhamdulillah akhirnya selesai juga." Anna merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


Natan yang masih terlihat bingung, Sedang melamun di samping Anna.


"Suami?" panggil Anna.


"Iyah Kenapa?" Natan terkejut.


"Lain kali,kalau mau perjalanan jauh itu minum obat anti mabok dulu,Anna kan khawatir jadi nya." ucap Anna tidur miring menghadap suaminya.


"Iyah." Natan mengusap kepala Anna sambil tersenyum.


"Suami,tau nggak?" ucap Anna dengan suara pelan.


"Apa?" tanya Natan penasaran.

__ADS_1


"Tadi waktu suami cium Anna, mulut suami bau jadinya Anna tendang deh, makanya suami tadi muntah di lantai,tapi untung Anna tendang yah,kalau nggak nanti muntah nya di tempat tidur,susah kan bersihin nya." ucap Anna.


"A-apa tadi saya cium kamu?" tanya Natan gugup.


"Iyah,kayak gini nih." Anna mendekatkan wajahnya ke wajah suaminya,Natan gugup dengan apa yang akan di lakukan istri kecilnya itu.


("Duh Anna ngapain lagi sih.") batin Natan.


Natan memejamkan matanya,namun ketika Anna semakin mendekat,ia kembali tak tahan dengan bau alkohol mulut Natan.


"Nggak jadi ah." ucap Anna tiba-tiba.


Natan membuka matanya ketika mendengar perkataan Anna. "Eemm emangnya mau ngapain?" ucap Natan pura pura tak mengerti.


"Tadi nya mau cium kayak di film drama Korea,tapi nggak jadi, soalnya suami bau mulut nya,nggak tau bau apa." ucap Anna.


"Jadi kamu beneran mau aku cium." tanya Natan menggoda Anna.


"Nggak jadi,Anna ngantuk,tadi baru aja tidur eh ada yang mengetuk pintu,jadi ke bangun deh." ucap Anna sambil menguap.


"Ya udah sekarang tidur yah,mau di peluk lagi?" tanya Natan sambil tersenyum,Anna pun mengangguk.


Anna mulai memejamkan matanya,Natan mengusap usap rambut Anna agar ia merasa nyaman,dan benar saja tidak lama kemudian,Anna pun tertidur dengan nyenyak.


***


Pagi Hari


Anna melihat Natan masih terlelap sambil memeluk nya, akhirnya ia melepaskan pelukan itu dengan perlahan, supaya tidak membuat Natan terbangun.


Anna membersihkan dirinya, mulai hari ini, ia akan masuk kuliah,ia sudah mendaftar kan dirinya ke universitas yang di rekomendasikan oleh mertuanya,dan akhirnya ia di terima di sana.


Kini Anna sudah rapi menggunakan pakaian nya, setelah itu ia ke dapur untuk membantu bi Inah, asisten rumah tangga nya memasak untuk sarapan pagi.


"Pagi bi?" ucap Anna mengagetkan dari belakang.


"Eh kuda,ada kuda,non Anna ngagetin bibi aja." ucap bi Inah dengan gaya latah nya.


"hehehe,lagi masak apa bi." tanya Anna.


"Biasa non,pagi hari bikin nasi goreng,ada telor ceplok,nugget sama sosis juga." jawab bi Inah.

__ADS_1


"Ya udah,Anna bantuin goreng nya yah." ucap Anna.


"Nggak usah,non Anna kan sudah rapi cantik,masa bantuin bibi di dapur sih." ucap bi Inah.


Tiba-tiba Ajeng datang menghampiri keduanya. " Iyah Anna,kamu gak usah bantuin bibi, lagian kalau pagi pagi kan nggak masak banyak." ucap Ajeng.


"Hmmm ya udah atuh." Anna menghembuskan nafasnya.


"Eemm hari ini kamu jadi berangkat ke kampus?" tanya Ajeng.


"Jadi mah." jawab Anna.


"Nanti di anterin Natan yah,eemm oh Iyah,Natan semalam pulang nggak? soal nya pas mama belum tidur,Natan masih belum pulang juga?" tanya Ajeng.


"Pulang mah,suami, dianterin om Andi semalam, katanya mabok perjalanan." ucap Anna.


"Om Andi?" ucap Ajeng heran.


"Iyah,itu loh yang kemarin main ke sini." ucap Anna.


"Itu Andi sayang,umur nya sama kayak Natan belum om om,hehehe." Ajeng tertawa kecil.


"Oh gitu, soalnya ada kumis sama jenggot nya," ucap Anna.


"Dia itu pemeran film, jadi mungkin saat ini dia sedang memerankan karakter yang kamu sebut kan tadi." ucap Ajeng menjelaskan.


"Hah,jadi om Andi itu artis mah, pantes saja Anna kayak pernah lihat di televisi." ucap Anna sambil angguk angguk kepala.


"Iyah,dia seorang model juga, ngikutin karier mama nya." ucap Ajeng.


"Oh gitu yah mah." ucap Anna mengangguk angguk kan kepalanya.


"Iyah,eemm tadi kamu bilang Natan mabok?" Ajeng teringat perkataan Anna tadi.


"Iyah mah, semalam aja muntah di lantai." ucap Anna.


Ajeng termenung, karena selama ini,Natan tidak pernah mabok perjalanan, apalagi sampai muntah seperti itu.


("Sepertinya Anna salah mengira,Natan sepertinya mabok minuman,ada masalah apa yah, tidak seperti nya dia seperti itu,aku harus tanya nanti.") batin Ajeng.


"Ya udah kalau gitu, sambil nunggu makanan nya jadi, kamu tunggu di ruang tamu,mama mau bangunin Natan sebentar biar nanti bisa anterin kamu ke kampus." ucap Ajeng.

__ADS_1


"Biar Anna aja mah yang bangunin." ucap Anna merasa tak enak.


"Nggak papa sayang,mama bisa kok,sana kamu nyalain televisi nya,katanya tadi mau lihat Andi di tv, biasanya jam segini suka ada tuh gosipnya." ucap Ajeng membujuk Anna supaya Anna tidak curiga kalau dia ingin berbicara dengan Natan.


__ADS_2