
"Jadi maksud papa,papa menyuruh seseorang untuk mengawasi ku?" Andi terkejut dengan perkataan papa nya.
"Lebih tepatnya,untuk menjagamu,karena papa sayang sama anak papa ini." arif menepuk pundak Andi sambil tersenyum.
("Aku tak menyangka,ternyata papa perhatian padaku,maafkan aku pah,aku sempat menyalahkan papa saat perpisahan papa dengan mama waktu itu.") batin Andi.
"Jadi papa tau,aku ke Bandung waktu itu?" tanya Andi.
"Bukan hanya itu,bahkan papa tau kamu di tuduh mengintip janda muda,terus kamu yang di keroyok sama ibu ibu dan masih banyak lagi,hehehe." Arif terkekeh.
"A-aku." Andi merasa gugup karena ketahuan oleh papa nya.
"Tidak apa-apa,papa merestui hubungan kalian,papa sudah mencari tau,latar belakang Mira,dan dia wanita yang baik,kamu tidak perlu khawatir,nanti papa akan bantu kamu." ucap Arif.
"Papa serius,papa nggak marah kalau Andi memilih Mira walaupun dia seorang janda." ucap Andi.
"Status Janda bukanlah hal yang harus di permasalahkan,bahkan mereka yang berstatus gadis pun belum tentu perawan kan." ucap Arif.
("Papa benar, salah satu nya adalah Elsa,bahkan tadi dia tanpa rasa malu mengajak ku untuk melakukan hal itu.") batin Andi.
"Makasih yah pah,papa bisa mengerti perasaan ku, karena memang cinta tak bisa dipaksakan." ucap Andi.
"Hmm sudahlah,kita bahas lagi nanti, sekarang kita makan dulu, sebentar lagi jam makan siang akan berakhir." ucap Arif sambil melihat jam tangannya.
"Iyah pah." ucap Andi.
Mereka pun langsung menyantap makanan nya,sudah lama sekali mereka tidak makan bersama seperti ini,kini mereka sangat senang bisa makan bersama lagi.
***
Sementara di tempat lain,Anna baru saja keluar dari kelas nya,saat ia berjalan, tiba tiba seseorang memanggil nya.
"Anna?" Panggil Andin.
Anna pun menghentikan langkahnya, kemudian ia menengok ke belakang.
"Aku mau bicara sama kamu." ucap Andin.
"Kenapa?" tanya Anna.
"Nggak di sini,kita ke kantin dulu." ucap Andin, yang langsung berjalan, kemudian Anna mengikuti nya dari belakang.
Mereka pun tiba di kantin,Anna duduk di depan Andin, sepertinya Andin sedang mempersiapkan kata katanya.
"Aku mau minta maaf sama kamu,soal perkataan ku waktu itu, walaupun aku memang kecewa pada saat itu,tapi sepertinya aku sudah keterlaluan sama kamu." ucap Andin.
__ADS_1
"Apa kamu teh udah nggak marah lagi sama Aku?" tanya Anna.
"Nggak,aku tau kok kita cuma salah paham aja,dan ini semua bukan salah kamu,aku nya aja yang mungkin terlalu banyak mengira ngira sendiri." ucap Andin yang sadar akan apa yang terjadi.
Andin tak langsung menanyakan pada Anna,ia malah berasumsi sendiri kalau Natan adalah kakak nya,bukan suaminya.
"Aku juga minta maaf,aku teh juga salah nggak jujur dari awal." ucap Anna.
"Jadi kita masih bisa bersahabat lagi kan,aku sebenarnya kangen sama kamu, apalagi udah tiga dua hari ini nggak ketemu kamu." ucap Andin.
"Iyah,kemarin aku pulang ke Bandung." ucap Anna.
"Terus satu hari nya lagi?" tanya Andin penasaran.
"I-itu,eemm." Anna bingung harus jawab apa.
("Aduh aku teh harus jawab apa yah,masa aku jawab habis bulan madu,jadi badanku pada sakit,nggak mungkin atuh yah,malu soalnya.") batin Anna.
"Itu apa hayoo?" Andin menggoda Anna,karena Anna terlihat sangat gugup.
"Anna nggak enak badan kecapean jadinya nggak masuk." Anna pura pura tersenyum.
"Kecapean habis ngapain hayoo?" tanya Andin terus menggoda Anna.
"Iyah Iyah aku mengerti, pengantin baru, hehehe." Andin terkekeh.
Anna pun tersipu malu,ia jadi salah tingkah karena ternyata Andin mengerti dengan apa yang ia pikirkan.
Saat mereka sedang mengobrol tiba-tiba seseorang datang menghampiri keduanya. "Hai Din,kita jadi kan pulang bareng,eh hai juga Anna?" tanya Reza,Anna hanya tersenyum.
"Jadi, sebentar yah,eemm An,kita pulang duluan yah,kamu ada yang jemput kan?" tanya Andin.
Namun Anna sepertinya melongo ketika melihat Andin dan Reza sepertinya sangat akrab.
"Kalian?" Anna menunjuk keduanya.
"Kak,tunggu di depan dulu yah,aku belum selesai mengobrol sama Anna.
"Ya udah,tunggu di depan yah,Anna aku duluan yah." ucap Reza sambil tersenyum.
"I-iyah." ucap Anna gugup.
Andin menatap ke arah Anna yang sepertinya butuh penjelasan dari nya. "Anna,pasti kamu sangat terkejut kan kenapa kami bisa dekat,aku akan menjelaskan nya." ucap Andin.
*Flashback on*
__ADS_1
Pada saat hari dimana Anna tidak masuk kuliah,Reza menghampiri Andin saat Andin sudah naik ke dalam mobil nya Sebenarnya ada yang belum ia tanyakan padanya.
"Din tunggu!" Panggil Reza saat Andin akan Melajukan mobilnya.
Andin membuka kaca jendela mobilnya. "Ada apa lagi kak, bukannya tadi saya sudah bilang saya nggak tau kenapa Anna nggak masuk kampus." ucap Andin.
"Bukan itu,ada sesuatu yang ingin saya tanyakan." ucap Reza.
"Masuklah,di luar panas." ucap Andin,Reza pun masuk ke dalam mobil Andin.
Reza pun menghembuskan nafasnya, "Apa benar Anna sudah menikah?" tanya Reza.
"Kak Reza tau dari mana?" tanya Andin.
"Aku lihat biodata nya." ucap Reza meyakinkan.
"Aku juga baru tau dua hari yang lalu,dan aku kecewa saat mengetahui siapa suaminya." ucap Andin.
"Memang nya siapa?" tanya Reza.
"Kak Natan,pria yang sempat aku sukai, walaupun mungkin aku hanya mengagumi nya saja." ucap Andin.
"Hmm sepertinya aku pun jatuh cinta pada orang yang salah,karena dia sudah punya suami." ucap Reza.
"Kak Reza benar,kita sama sama mencintai seseorang yang sudah menjadi milik orang lain." Andin tersenyum getir.
("Nasib kita sama Din,tapi untung nya aku belum begitu terlalu dalam mengenal nya,sehingga aku yakin bisa melupakannya nya.") batin Reza.
"Eemm apa aku boleh,meminta mu untuk menyembuhkan luka ini bersama mu?" tanya Reza.
"Maksud nya? Andin sedikit bingung.
"Kita bisa saling mengobati luka hati kita." ucap Reza.
"Aku masih kurang mengerti kak." Andin tidak paham dengan apa yang Reza katakan.
"Aku ingin menjalani hubungan dengan mu,aku yakin kita akan bisa mengobati luka ini,apa kau mau mencobanya?" ucap Reza.
("Ku pikir tidak ada salahnya,aku juga ingin bisa melupakan Natan,dan Reza pun harus bisa melupakan Anna,kita dua orang yang akan saling mengerti.") batin Andin.
"Baiklah,aku mau,aku hanya tak ingin terlalu larut dalam kesedihan ini,aku juga butuh seseorang yang bisa membuat ku semangat." ucap Andin.
"Kita akan berjuang bersama,aku berjanji akan membuat mu bahagia." Reza memegang tangan Andin.
*Flashback off*
__ADS_1