
Saat Andi Sedang berada di tempat kerja nya,ia di kejutkan dengan suara ponsel nya yang berdering,dan yang lebih mengejutkan nya lagi adalah,nama penelpon yang tertera di layar ponselnya.
"Mama..." ucap nya heran.
Andi pun langsung mengangkat telponnya." Halo mah." ucap Andi.
"Halo sayang,kamu dimana?" tanya Anya,mama dari Andi.
"Andi di Bandung mah, kenapa?" tanya Andi.
"Loh kok di Bandung sih,ini mama lagi di Jakarta sayang,mama udah di rumah." ucap Anya.
"Hah! mama pulang,kenapa nggak ngabarin dulu,tau gitu aku pulang tadi." ucap Andi.
"Iyah sayang, soalnya mama mendadak pulangnya,ya udah kamu, pulang yah,mama kangen." ucap Anya.
"Ya udah mah,ada yang mau Andi omongin juga sama mama." ucap Andi.
"Oke,mama tunggu yah sayang." ucap Anya.
Andi pun langsung mematikan telponnya,ia termenung sejenak.
("Sudah hampir satu tahun mama baru pulang,hmm rasanya seperti mimpi,aku hampir lupa kalau aku masih punya mama.") batin Andi
Tanpa pikir panjang,ia pun langsung pulang ke Jakarta,untung saja pekerjaan nya sudah selesai,dan ia pun langsung berangkat.
Sekitar kurang lebih dua jam,ia sampai di rumah nya,saat ia masuk Anya langsung berdiri dan berjalan ke arah nya.
"Eemm sayang,kamu apa kabar nak?" Anya memeluk Andi.
"Baik mah,mama apa kabar." ucap Andi datar.
"Mama baik sayang,ayo sini duduk sama mama." Anya sangat antusias.
__ADS_1
Entah kenapa Andi biasa saja saat bertemu mama nya,mungkin karena terlalu lamanya ia di tinggal kan sehingga ia sudah sangat terbiasa mamanya pergi dan kembali semaunya.
"Mama kok tumben pulang,ada apa?" tanya Andi.
"Kok kamu gitu sih sayang,apa kamu nggak kangen sama mama?" Anya terlihat heran dengan putra nya ini.
"Bukan gitu,Andi cuma nanya." ucap Andi.
"Jadi begini,mama ada kejutan buat kamu." ucap Anya.
"Kejutan apa mah." Andi penasaran.
"Nanti juga kamu bakalan tau,kamu pasti senang dengan kejutan yang mama kasih." ucap Anya.
"Ya udah,oh iyah mah,Andi mau cerita sama mama." ucap Andi.
"Cerita apa sayang." ucap Anya.
"Hah,apa mama nggak salah dengar,eemm memang nya kamu sudah punya calon, maksudnya,baru saja mama mau kenalin kamu sama Elsa,teman masa kecil kamu,mama udah buat janji sama mama nya juga untuk makan malam nanti malam" ucap Anya.
"Jadi,yang kata mama kejutan itu,mama mau ketemuin aku sama Elsa?" tanya Andi.
"Yah, ketahuan deh,hmmm jadi nggak kejutan lagi dong, padahal mama pengen banget kamu nikah nya sama Elsa,dia itu model internasional,dia sangat terkenal dan juga hebat."Ucap Anya sambil menghembuskan nafasnya.
"Tapi,aku sudah punya calon sendiri mah,dan itu bukan Elsa." ucap Andi.
"Tapi nggak salah kan kalau kamu ketemu dulu sama Elsa, lagian mama belum tau calon kamu kayak gimana,kamu itu harus bener cari calon istri, apalagi kamu itu seorang publik figur,kamu nggak boleh sembarangan." ucap Anya.
"Walaupun calon yang aku pilih ini,bukan model internasional atau apapun itu,tapi dia wanita yang sangat baik,aku menemukan hal yang berbeda dari nya." ucap Andi.
"Dia orang mana,namanya siapa,latar belakang keluarga bagaimana,mama harus tau semuanya." ucap Anya.
"Namanya Mira mah,dia tinggal di Bandung,dan dia seorang janda." ucap Andi.
__ADS_1
"What? janda kamu bilang,nggak nggak, mama nggak setuju,come on baby,kamu harus lihat kamu itu siapa,kamu aktor hebat,kamu tidak pantas menikah sama seorang janda." Anya menolak dengan tegas.
"Tapi aku sayang sama dia mah." ucap Andi.
"Pokoknya nggak,mama nggak mau tau,kamu harus lupain siapa itu,mama lupa namanya, pokonya mama nggak setuju kamu sama dia." Anya memijit kepala nya.
"Stop mah! selama ini,Andi hidup sendiri mah,Andi nggak pernah mendapatkan kasih sayang dari mama,Andi sudah cukup menanggung beban hidup sendirian,terus sekarang, tiba-tiba mama datang dan mau ngatur hidup aku seenaknya,apa mama sadar mah ini hidup aku dan aku yang mau tentukan sendiri masa depan aku." ucap Andi ia sudah tidak bisa menahan emosi nya.
"Sayang,kenapa kamu jadi begini,pasti wanita itu yang sudah menghasut kamu, dasar janda mur***n." ucap Anya.
"Jangan pernah hina calon istri ku,asal mama tau,dia lebih terhormat di bandingkan mama yang hanya mengandalkan popularitas mama untuk mendapatkan apa yang mama mau." Andi sudah sangat emosi.
Anya berdiri,ia menghampiri putra nya. "Kamu berani ngomong seperti itu sama mama,hanya untuk membela perempuan yang bukan siapa siapa kamu,mama yang sudah melahirkan kamu,tak sepantasnya kamu berbicara seperti itu." Anya meneteskan air matanya.
Andi pun merasa bersalah sudah membuat mama nya menangis,ia hanya marah karena mama nya menghina Mira, wanita yang ia cintai,dan juga ini adalah pertama kalinya mereka berdebat, Sebelumnya Andi tak pernah mempermasalahkan apapun yang mamanya lakukan, tapi mengenai masa depan rumah tangga nya,Andi pun tak mau mama nya mengatur nya sesukanya.
"Maafkan aku mah,aku hanya tidak suka mama berkata seperti itu." Andi memelankan suaranya.
"Terserah kamu mau bilang apa,tapi mama sudah berjanji pada keluarga Elsa untuk mengadakan makan malam bersama,jadi mama harap kamu akan datang." ucap Anya yang langsung berjalan ke arah kamar nya.
Andi memperhatikan Anya berjalan ke kamarnya, kemudian Andi duduk,ia menunduk lalu memijit pelipisnya yang terasa pusing.
"Kenapa jadi seperti ini,baru saja aku menemukan cinta ku,kini semuanya harus menjadi serumit ini,kenapa tidak dari dulu saja mama melakukan ini, Sebelum aku mengenal Mira, wanita yang sekarang berada di dalam hati ku." gumam Andi,ia sangat bingung dengan semua ini.
Tak terasa malam pun sudah tiba,Andi dan Anya sudah bersiap untuk berangkat ke sebuah restoran yang sudah di pesan untuk acara tersebut.
Di perjalanan,Andi hanya terdiam,ia tak mau terbawa emosi lagi,sudah cukup tadi ia membuat mama nya menangis,dan ia sangat menyesali itu.
"Kau masih marah sama mama?" tanya Anya.
"Nggak,aku cuma tidak ingin berdebat lagi dengan mama." ucap Andi.
"Mama hanya ingin yang terbaik untuk kamu sayang, karena mama yang tau apa yang harus mama lakukan,jadi sebaiknya untuk kali ini kau menurut saja,kau juga tidak akan menyesal nantinya." ucap Anya.
__ADS_1