
Dinda pun menoleh melihat siapa yang memanggilnya, setelah di lihat ternyata gio kakak kelas yang memang udah seminggu ini mengejar - ngejarnya hampir tiap pulang sekolah selalu mengajak pulang bareng lah, ngajak ngobrol lah, males banget
"Ada apa? "
"Pulang bareng yuk? , kita jalan bareng ke mall? " ajaknya padaku
"Maaf, aku ga bisa, aku udah ada janji sama temen!" kataku
"Kenapa kamu selalu ga pernah mau kalau di ajak sama aku din, ayolah sekali-kali kita menikmati hidup "
"Lain kali aja yah, hari ini aku ga bisa maaf!
"Oke lah tapi lain kali mau loh! "
Setelah pamitan ke gio, aku pun segera masuk ke mobil yang di bawa pa ujang,
"Jadi ke rumah nya nak rendi non? "
"Jadi dong pa, jangan lupa ya pa ke minimarket dulu !"
Setelah beberapa menit ketemu minimarket,
"Sebentar ya pa " kataku ke pa ujang
Aku pun turun untuk belanja sembako buat ibu, dan beberapa cemilan buat ica, setelah belanja kami pun melanjutkan perjalanan menuju rumah nya rendi. Setengah jam kemudian kami pun sampai tujuan, pak ujang ikut turun karena bawaan yang di bawa lumayan banyak.
Ketika sampai di rumah nya rendi, ternyata ibu nya rendi dan ica sudah ada di depan rumah, betapa senengnya aku melihat itu.
"Kak dinda......!"
Belum juga aku mengucapkan salam, ica sudah berlari terus memelukku,
"Apa kabar sayang?! " kataku sambil mengusap pucuk kepala nya ica.
__ADS_1
"Kak dinda kok ga pernah main ke sini lagi? "
"Kakak nya lagi banyak tugas sayang.....,ibu apa kabar? " sambil mencium tangan nya.
"Ayo kita masuk, itu bawaannya banyak banget neng, segala macem di bawain semua!"
"Non, ada lagi yang bisa bapa bantu lagi ?
kalau ga ada bapa nunggu di mobil aja yah non!
"Ya pa, makasih ya pa ujang! "
"Ibu udah masakin sayur asem, tempe bacem, sama sambel juga. "
Ketika aku masuk dan semuanya sudah siap di meja dapur.
"Masaknya banyak amat bu? "
"Oh iya bu ada titipan dari ibu di rumah buat ibu, rendi sama ica" kataku keluar dari dapur biat membawa kue yang udah dibikin sama ibuku, ternyata ibunya rendi ikut aku keluar juga dan
"Ya Allah neng ini bawaaan nya banyak amat "
karena memang aku bawa beras 10 kilo, telur, indomie cemilan cemilqn juga,
"Kalau begini ibu bagaimana nutupinnya sama rendinya neng! "
ibu pun terlihat berkaca - kaca apalagi sambil menerima kue-kue kering dan juga kue basah.
"Ya udah bu, kue-kue basahnya bisa dibagi buat tetangga dekat aja! "
"Oh iya juga", ibu nya rendi pun segera mengambil piring buat ditata kue basahnya, buat 3 piring buat tetangga kira dan kanan rumah.
"Oh iya bu rendi pulang kerjanya jam berapa ya? "
__ADS_1
"Paling cepet juga jam 8 malem! "
"Setiap hari itu bu? "
"Iya neng ada libur sehari dalam 1 minggu, tapi rendi mah libur nya jarang di ambil, jadi masuknya lembur, lumayan dua kali lipat upahnya!, ayo kita makan udah pada mateng loh! "
"Oh iya kalau makan siang nya gimana bu? "
Ibu tersenyum ketika kutanyakan hal itu.
"Tenang sayang, ibu selalu bawain makan siang nya, kalau ga bawa ya nanti ica yang nganter ke toko. "
Aku jadi malu ketauan ibu bahwa aku mengkhawatirkannya, aku juga heran walaupun sikap rendi belum berubah dari awal bertemu, tapi perasaan ku padanya rasanya semakin dalam, aku ga bisa mengenyahkan rendi dipikiranku.
Setelah makan aku pun menemani ibu ngobrol sambil nyetrika
"Neng itu bawaan nya banyak amat, ibu jadinya ga enak sama neng dan keluarga, apalagi sama mamahnya neng dinda, sampai bela-belain bikin kue segala, ibu kan malu! "
"Ibu ga usah bilang begitu, dinda tuh udah sayang sama ibu dan ica, soal ibunya aku, ibu juga ga usah ga enak, ibu aku memang gitu, memang seneng banget bikin-bikin makanan gitu kalau mau mengunjungi orang siapapun itu "
"Yang sabar ya neng menghadapi anak ibu, ibu juga sering nasehatin dia biar mau membuka hati, mungkin dia itu minder neng karena cacat nya itu! "
"Udah lah ibu ga usah khawatir, bagaimanapun sikap rendi sama dinda, dinda mah ga pernah benci kok, kalau gitu dinda pulang dulu ya bu udah sore. "
"Oh iya ini bawa makanan nya buat neng sama keluarga makan malam! "
"Ga usah bu, nanti buat ibu, ica sama rendi ga ada! "
"Ada ibu udah sisain kok buat makan malam kami mah, tadi ibu kan sengaja bikinnya banyak. "
"Assalamualaikum".......
aku dan ibu saling berpandangan
__ADS_1