
1 bulan sudah berlalu, tugas dari dosen pun kian bertambah. membuat Zahra dan Citra semakin sibuk dengan tugas masing-masing.
tapi bagi Zahra, ini adalah fase pembelajaran dan mendapatkan pengalaman sebanyak-banyaknya.
Di tengah kesibukannya bergriliya dengan tugas, ia masih tetap melanjutkan keinginan ikut organisasi, BEM kampus.
karena kesempatan itu tidak datang 2 kali, itu prinsipnya. kesibukan antara mata kuliah dan organisasi bisa di atur, tinggal bagaimana kita memanaje waktu saja.
Hari yang cerah, hari ini Zahra akan mengikuti pertemuan anggota-anggota BEM dari setiap jurusan.
'wah, ketemu kakak ini lagi' gumam Zahra sambil senyum-senyum melihat Rico kembali berbicara di depan forum.
tak satu kata pun yang Zahra lewatkan, melihat Rico membuat ia semakin bersemangat dan fokus.
bahkan saat orang di sampingnya mengajak berbicara pun, hanya ia jawab 'hmmm,,, hmmm,,,' meskipun ia sebenarnya tidak mendengarkan apa yang di bicarakan orang di sampingnya.
saat perkenalan pun tiba, Zahra bersiap-siap untuk maju ke depan forum.
Gugup? pasti. Zahra sebenarnya sudah terbiasa berbicara di depan forum, tapi masih saja ada rasa gugup yang ia rasakan.
'perkenalkan nama saya Zahra Fronicha. Bisa di panggil Zahra' ia pun memulai perkenalan tentang dirinya.
berbagai hal telah di sampaikannya, tentang pribadinya, prestasi dan juga alasan kenapa ia mengambil jurusan psikologi.
__ADS_1
hampir setengah jam ia berbicara di depan, 'huhhh,,, akhirnya selesai' gumamnya sambil melangkah menuju kursi tempat duduknya semula.
berbagai kegiatan pun sudah selasai, besok akan di lanjutkan lagi. meski cuma duduk di kursi mendengarkan satu per satu anggota di dalam ruangan, masih tetap menyisakan rasa lelah.
tapi Zahra tetap merasa bersemangat, keluar ruangan aula ia melangkahkan kaki dengan senyuman di bibirnya.
hari ini ia tidak membawa kendaraan, akhirnya ia minta supaya ahmad untuk menjemputnya.
'lagi nunggu jemputan ya?' seseorang duduk mendekati Zahra yang tengah duduk di halte kampus.
'eh iya kak, tadi sengaja minta antar jemput' Zahra pun bergeser sedikit, tanda mempersilahkan duduk.
Zahra merasa terkejut, melihat Rico bisa menghampirinya di halte. apa cuma kebetulan, atau memang rico sengaja menghampirinya, ia tidak tahu.
'tadi kakak dengerin adek waktu di depan, untuk mahasiswa semester pertama, adek tergolong bagus lho' Rico memuji dari apa yang ia dengarkan tadi.
'hehe,,, bagus apanya kak? justru Zahra sangat senang kalo mendengar kakak yang berbicara di depan forum' Zahra balik memuji rico.
'jadi, tadi kak rico memperhatikan aku ya, hehe' gumamnya sambil tersenyum malu tapi bahagia.
'kalo kakak kan, karena sudah semester tua, haha' Rico menjawab dengan sedikit tertawa geli dengan bahasanya sendiri
'baru juga semester 6 kak' jelas Zahra. 'nanti ajarin Zahra ya kak, biar bisa hebat kayak kakak, heee' lanjutnya.
__ADS_1
'insyaaAllah, makanya aktif terus di organisasi, biar banyak pengalaman. karena dari pengalaman kita bisa menjadi semakin lebih baik' rico memberi semangat pada Zahra.
tak berapa mereka berbincang-bincang, jemputan Zahra pun datang menghampiri.
Zahra pun pamit, untuk pulang duluan.
dengan saling melepaskan senyuman, keduanya pun berpisah. rico melangkahkan kakinya menuju parkiran.
betapa senangnya Zahra, karena dari sebelumnya ia sangat berharap bisa ketemu lagi dengan rico. hari ini, seakan pintu itu semakin terbuka.
Beda jurusan tak menjadi penghalang, jika Tuhan sudah berkehendak, seperti kata pepatah, 'ada jalan menuju roma'
Zahra pun senyum-senyum sendiri, membuat ahmad bingung apa yang terjadi dengan adiknya.
'kenapa? dapat hadiah apa kok senyum-senyum dari tadi?' ledek ahmad sambil sesekali menoleh ke arah Zahra.
'dapat cahaya, yang akan menuntun menuju jalan yang terang' jawab zahra sambil menggerakkan tangannya bak orang yang tengah berpuisi.
'Dasar,,, dari dulu selalu sok puitis' ahmad sangat paham dengan adiknya sendiri.
laju mobil semakin cepat, karena hari sudah semakin sore. Zahra masih sibuk dengan perasaannya sendiri, dan ahmad fokus dengan apa yang di depan.
#Bersambung
__ADS_1