
Andi pun meminta izin untuk menginap di rumah Natan,ia tak mau kalau ia pulang,ia akan bertengkar lagi dengan mama nya,ia sudah cukup merasa cape dengan apa yang terjadi,ia ingin sedikit menenangkan diri nya.
Andi masuk ke dalam kamar tamu,ia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur,ia mengambil ponselnya di saku celana.
Andi mencari nama Mira di kontak nya,ia berniat untuk menelpon Mira dan menjelaskan semuanya. "Tapi kalau aku telpon sekarang,aku takut Mira masih dalam keadaan shock,aku takut dia tidak bisa menerima apa yang aku katakan,lebih baik nanti saja, sekarang aku akan fokus pada Elsa untuk mengakhirinya hubungan ku dengan nya.") batin Andi.
***
Pagi Hari
Andi sudah rapi menggunakan baju santai nya,ia terbiasa membawa baju ganti di dalam mobilnya,itu sudah menjadi kebiasaan yang tidak bisa ia lupakan.
Andi keluar dari kamar,ia pamit kepada Ajeng untuk pulang. " Tante,makasih yah udah ngizinin Andi nginep di sini, sekarang Andi pamit pulang dulu,ada yang harus Andi selesai kan." ucap Andi.
"Iyah sama sama,kamu nggak sarapan dulu?" tanya ajeng.
"Nggak usah Tante,Andi belum lapar,nanti bilangin aja sama Natan kalau Andi udah pulang, takut ganggu soalnya mereka masih di kamar." ucap Andi.
"Iyah,nanti Tante sampaikan,kamu hati hati di jalan yah." Ajeng mengelus pundak Andi,Andi pun mengangguk.
Andi keluar dari rumah tersebut,ajeng memperhatikan langkahnya sampai tak terlihat lagi dari pandangannya. "Semoga kamu bisa menemukan kebahagiaan mu di,Tante sudah menganggap kamu sebagai anak Tante sendiri." gumam Ajeng saat melihat kepergian Andi.
Andi melajukan mobilnya,ia tidak pulang ke rumah nya,tapi ia ke rumah Elsa untuk menemui nya,Andi akan menjelaskan semuanya,kalau ia tak tahu mengenai pertunangan nya itu.
Beberapa saat kemudian,Andi sampai di rumah Elsa,ia pun di persilahkan duduk oleh asisten rumah tangga nya,dan menunggu Elsa untuk keluar dari kamarnya.
"Eemm sayang,baru aja semalem kita ketemu, ternyata kamu sudah kangen lagi sama aku." Elsa langsung duduk di sebelah Andi saat ia datang.
"Ada yang mau aku obrolin sama kamu." ucap Andi.
__ADS_1
"Ya udah ngomong aja." ucap Elsa.
"Tapi nggak di sini." ucap Andi.
"Baiklah,mending di kamar ku saja,di sana lebih privasi." ucap Elsa.
"Baiklah." Andi langsung mengikuti Elsa dari belakang.
Mereka masuk ke dalam kamar, Elsa pun menutup pintu kamar tersebut,namun tiba-tiba,Elsa membuka kancing bajunya sambil menatap penuh hasrat pada Andi.
"Kau mau apa?" tanya Andi heran.
"Nggak usah munafik,kau mau ini kan,lagian sudah biasa di dunia kita ini,hal seperti ini,kau juga pasti sering melakukan nya bukan, sepertinya aku ingin mencoba nya bersama mu, tunangan ku." Elsa berbisik ke telinga Andi.
"Stop,bukan ini alasan ku menemui mu." Andi mengehentikan Elsa yang akan sudah memegang resleting milik Andi.
Elsa pun menghembuskan nafasnya. "Lalu apa?" Elsa duduk manis sambil menyilang kan kaki nya,di pinggir tempat tidur,baju kemejanya sudah ia turun kan sampai bahunya.
"Kau ini bicara apa sayang." Elsa terkekeh mendengar perkataan Andi.
"Jujur saja aku terkejut semalam,aku tak di beri tahu terlebih dahulu bahwa aku akan bertunangan dengan mu,dan juga aku tidak mencintaimu,jadi menurut ku pertunangan kita ini hanya sebuah keputusan orang tua kita saja." ucap Andi.
"Kata siapa? aku setuju dengan pertunangan ini,lagi pula kau bicara apa tadi,cinta,hehehe,sejak kapan kau tau apa arti cinta, bukan kah kau juga sudah bermain dengan banyak wanita,terus apakah itu cinta,hehehe,kau sangat lucu sayang." ucap Elsa ia tertawa kecil.
"Aku serius Elsa,aku tidak setuju dengan pertunangan kita." ucap Andi.
"Hahaha,apa? kau tidak setuju... eemm lalu kenapa kau menyematkan cincin di jari ku semalam." Elsa mendekati Andi,dia menyentuh dada bidang tunangan nya itu.
"Aku terpaksa melakukan itu, karena aku tak ingin membuat mu malu." ucap Andi.
__ADS_1
"Hahaha, perkataan konyol apa itu sayang, sudahlah dari pada kau terus mendongeng seperti itu,mending kita bermain saja,aku ingin mengetahui cara kerja mu." Elsa melum*at bibir Andi.
"Stop,aku sudah bilang,tidak ingin melakukannya!" Andi melepaskan ciumannya.
Elsa mengembuskan napasnya. "Lalu apa yang kau inginkan." Elsa terlihat kesal.
"Batalkan pertunangan ini." ucap Andi.
"Aku tidak bisa." ucap Elsa datar.
"Kenapa?" tanya Elsa.
"Mama mu yang menyuruh ku,aku tidak bisa menolaknya,bahkan dia meminta nya secara mendadak,asal kau tau,semalam memang sebenarnya,kita akan makan malam biasa saja,tapi saat sebelum kita berangkat,mama mu meminta ku untuk menerima mu jika kau melamar ku,di acara makan malam itu." Elsa menjelaskan semuanya karena ia merasa kesal.
("Jadi memang mama merencanakan semua ini secara mendadak,dia melakukan ini,pasti karena aku mengatakan kalau aku mencintai Mira,dan mama hanya ingin membuat ku berpisah dengan nya.") batin Andi.
"Lalu kenapa kau bersedia, padahal kita sudah jarang bertemu, bahkan kita tak saling berkabar akhir akhir ini." ucap Andi.
"Mama mu bilang,jika aku menerima mu,aku akan lebih dikenal lagi,dan ternyata benar, acara semalam,bum... meledak sejagat raya,mereka sangat mendukung kita,bahkan mereka sudah tak sabar melihat kita segera menikah,hehehe." Elsa tertawa kecil.
"Tapi, seharusnya kau tau bahwa pernikahan itu bukan hanya untuk mendapatkan ketenaran,kau tidak bisa menerima keputusan ini begitu saja,dalam pernikahan harus ada rasa cinta dan kepercayaan,dan aku tidak mendapatkan itu dari mu." ucap Andi.
"Hahaha,aku tak percaya dengan cinta Andi,aku hanya ingin menikmati indahnya hidup ini,dan aku sangat bahagia bisa seterkenal ini sekarang,kau juga sama kan,jadi sepertinya kita saling di untungkan dengan rencana mama mu ini." ucap Elsa.
"Tapi aku tidak ingin menikah dengan mu,aku sudah memiliki wanita lain." ucap Andi.
"Hehehe,waw,terus bagaimana perasaan wanita mu itu saat melihat kemesraan kita semalam,pasti dia sangat kecewa." Elsa malah tertawa.
"Aku serius Elsa,kenapa kau seperti menganggap aku bercanda." Andi kesal dengan sikap Elsa.
__ADS_1
"Aku juga serius sayang,kau tidak perlu khawatir,jika memang sesudah kita menikah nanti kau mau menikahi wanita itu silahkan,kau tinggal ceraikan aku, gampang kan,tapi sekarang sayang kalau kita harus berhenti di sini,kita akan kehilangan fans fans fanatik kita nanti." ucap Elsa.