
"Oh Iyah kak,aku udah kenal kok,Bahkan kemarin aku yang nganterin Anna ke rumah." ucap Andin.
"Oh jadi kamu yang antar Anna, makasih yah,maaf kemarin aku ada meeting dadakan jadi nggak bisa jemput dia kesini." ucap Natan.
"Iyah,aku tau kok, meeting di kantor papa kan, kemarin kita kan ketemu." ucap Andin.
"Iyah,ya udah aku titip Anna sama kamu yah,aku harus berangkat ke kantor dulu!" ucap Natan.
"Oke sip,hati hati di jalan." ucap Andin sambil tersenyum,ia melambaikan tangannya.
("Mereka memang saling mengenal, ternyata yang papa bicarakan semalam memang benar,Andin yang aku kenal adalah Andin yang sama dengan yang papa bicarakan semalam.,tapi sepertinya bukan pacar nya suami deh,soalnya percakapan mereka agak kaku,apa Andin teh nggak tau yah kalau aku istri nya,hmmm aku jadi bingung.") batin Anna.
"Anna,aku berangkat dulu yah,nanti aku jemput." ucap Natan.
"I-iyah." ucap Anna.
Natan pun melajukan mobilnya,Anna dan Andin memperhatikan sampai mobil melaju jauh dan tak terlihat lagi dari pandangannya.
"Eh ayo kita masuk,kok malah bengong sih?" ucap Andin.
"Iyah." ucap Anna mulai melangkah kan kaki nya.
"Eh,Natan perhatian banget yah sama adiknya,pake antar jemput ke kampus lagi,hmmm pasti kamu sangat beruntung punya Abang kayak dia." ucap Andin saat berjalan bersama.
("Abang!,jadi Andin menganggap kalau suami adalah kakak aku,hmm apa biarkan saja yah,tapi sepertinya Andin menyimpan perasaan sama suami,duh aku teh harus bagaimana yah,jadi bingung mau jelasin atau nggak.") batin Anna.
"An,kok malah ngelamun sih?" sahut Andin.
"Eh Iyah maaf,ayo kita masuk kelas, Sebentar lagi akan di mulai kayak nya." ucap Anna, mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
("Anna Kenapa sih,apa dia nggak suka kalau ada yang naksir sama Abang nya,hmm seperti nya aku harus deketin Anna dulu,kalau dia udah nyaman sama aku,dia pasti ngebolehin aku pacaran sama Natan.") batin Andin.
Seperti biasa,saat Anna masuk,ia menjadi pusat perhatian di kelasnya, keramahan Anna karena selalu tersenyum kepada siapapun, membuat Anna banyak di kagumi terutama pada kaum Adam yang juga terpesona melihat kecantikan Anna si gadis desa itu.
"An,kamu sadar nggak sih,kalau orang orang pada merhatiin kamu, sambil senyum senyum gitu, mereka kayaknya fans kamu tuh." ucap Andin berbisik.
"Mungkin mereka teh ngeliatin kamu Din." ucap Anna tak mau berbesar kepala.
"Hmm ya udah kalau nggak percaya." ucap Andin.
"Eh neng cantik,nanti abis pulang kampus,main yuk sama Aa,nanti Aa bawa jalan jalan." ucap Kevin,ia berbicara dengan lantang.
"Huuuuuuuh." semua orang langsung meneriaki nya.
"Eh diem yah,ingat! jangan ada yang ganggu neng Anna,dia gebetan Aa Kevin si paling ganteng di kelas ini." ucap Kevin,iya menepuk dadanya.
Anna hanya geleng-geleng melihat tingkah teman teman nya ini, sementara Andin hanya tertawa kecil dengan apa yang di lakukan teman-teman nya.
Saat di kelas sedang berisik tiba-tiba dosen pun datang sambil mengebrak meja.
"Sudah cukup, Sedang apa kalian ini, seperti anak anak saja,ingat yah sekarang kalian sudah menjadi mahasiswa, semoga bisa lebih menjaga sikap kalian." ucap Reza dengan tegas,saat melihat banyak kertas yang berceceran di lantai.
Semuanya pun langsung terdiam,tak ada suara berisik seperti tadi lagi.
"Sekarang semuanya ke ruangan praktek medis,kita akan mempelajari beberapa cara untuk mengetahui bagaimana cara untuk melakukan pengobatan." ucap Reza dengan lantang.
"Baik kak." ucap semua nya serentak.
Satu persatu pun langsung keluar mengikuti arahan Reza,diam diam Anna memperhatikan nya sejak tadi, sampai akhirnya mereka sampai di ruang praktek.
__ADS_1
"Kali ini kita akan belajar mengenai PPPK, atau yang lebih di kenal dengan pertolongan pertama pada kecelakaan,kenapa kita mempelajari ini terlebih dahulu,ada yang bisa jawab?" ucap Reza,namun sepertinya semuanya menggeleng.
"Jika ada yang berpikiran ini adalah pelajaran anak SMA atau SMP,jelas itu salah, karena pelajaran ini juga sangat penting untuk kita, alasannya adalah, ketika agar ketika kita menemukan orang yang memang sangat darurat dan jarak antara rumah dengan rumah sakit itu cukup jauh, sebaiknya kita menolong orang tersebut dengan pertolongan pertama dulu,ada yang mau di tanyakan sampai sini, Sebelum kita memulai?" tanya Reza kembali.
"Sepertinya tidak ada pertanyaan yah,jadi semisalnya begini,coba saya minta salah satu dari kalian untuk ke depan sebentar!" ucap Reza.
Semua orang pun hanya saling berpandangan,mereka tak ada yang berani,namun berbeda dengan Anna,ia langsung ke depan dengan sangat percaya diri.
("Anna,hmm ternyata gadis ini cukup percaya diri,aku sangat menyukai sikapnya ini.") batin Reza.
"Oke teman kita ini sepertinya siap untuk memberikan sebuah contoh pada kita,eemm baik, silahkan berbaring di bed sini." ucap Reza pada Anna,
"Saya akan memberikan contoh ringan saja kepada kalian contoh nya dia ini tenggelam di kolam renang ,jadi,jika kalian ingin menolong orang yang saya katakan tadi,karena jauh dari rumah sakit, yang harus kalian lakukan adalah,yang pertama, angkat korban dari air,cek pernafasan nya,cek denyut nadi nya,serta yang paling penting adalah hangatkan tubuh nya,bila kondisi nya tidak stabil kalian bisa bawa segera ke rumah sakit untuk penanganan yang lebih lanjut." ucap Reza memberi contoh.
Reza memegang tangan Anna, menggosok gosokkan kedua tangannya.memberikan contoh bagaimana cara agar menghangatkan korban tenggelam.
("Ya Allah,tanganku di pegang,eemm bisa bisa nya aku membayangkan kalau memang kak Reza menolong ku saat tenggelam di kolam renang.") batin Anna.
"Eemm sepertinya sudah cukup, bagaimana,apa ada yang mau kalian tanyakan?" ucap ka Reza.
"Tapi kak, melihat di film film kok, mereka suka memberikan nafas buatan,apa itu juga termasuk pertolongan pertama?" tanya Kevin.
"Sebenarnya bisa saja, tapi masa saya harus mempraktekkan nya juga, seharusnya kalian paham sampai sini yah." ucap Reza.
"Kalau tau gitu mah,biar saya aja kak yang praktikkan langsung sama Anna tadi,hehehe." Kevin tertawa kecil.
"Huuuuuuuh,itu mah bisa bisa nya kamu aja,bilang aja mau nyium Anna,dasar huuuuuuuh." semua meneriaki Kevin.
"Sudah sudah jangan berisik,eemm kamu bisa kembali ke sana, terimakasih sudah membantu saya untuk memberikan contoh kepada teman teman mu." ucap Reza sambil tersenyum.
__ADS_1