Bukan Cinta Yang Salah

Bukan Cinta Yang Salah
episode 22


__ADS_3

"Mau ya ren? "tanyaku penuh harap


Rendipun menghela nafas panjang sambil termenung sejenak.


"Ehm..... baiklah tapi aku maunya jadi OB aja yah din? " ucap rendi menghiba.


"Ga harus OB juga kali ren, kan bisa di bagian admin yang paling rendah nya kan?"


"Kalau ga OB aku ga mau din, udah ditawarin buat bergabung di perusahaan ayah kamu aja merupakan hal yang sangat menguntungkan din, aku ga mau jadi omongan yang bisa bikin kamu dan kedua orangtua kamu malu. "


"Baik lah kalau kamu maunya jadi OB, nanti aku bilangin sama ayah" ucapku pasrah.


"Din, ibu kamu ga serius kan soal kemarin? "


tanya rendi


"Soal yang mana?! " tanyaku balik, padahal aku sebenarnya tau apa yang rendi omongin.


"Itu, masalah nyuruh kita nikah? "


"Ya tergantung pandangan kamu, menurut kamu ibu serius ga? "tanyaku balik.


"Aku sih siap kok kalau memang kamu nya juga mau kita nikah dulu, ya biar ga jadi fitnah, tapi ya kamu nya emangnya mau kalau kita cuma nikah aja, ga usah resepsi? karena kalau biaya untuk resepsi mah aku belum siap, tapi aku sih ingin nya ada pesta walau cuma sederhana, jadi aku minta waktu sebentar?!"

__ADS_1


"Aku sih terserah kamu nya juga, saya ga mau membuat kamu terbebani ren, aku mah ga apa-apa kok tanpa resepsi juga, akad aja."


"Ya ga enak atuh din, keluarga kamu teh keluarga terpandang, nanti apa kata orang-orang kalau kamu nikah tanpa ada resepsi, disangka nya menikah karena ada sesuatu hal. "


"Kenapa harus mikirin kata orang, toh kita menikah bukan karena kecelakaan kan?! "


Mendengar jawabanku rendi hanya tersenyum, lalu


"Iya sih, tapi aku ingin membuat kan resepsi walau sederhana jika juga, karena kamu adalah anugerah terindah yang aku punya, masa aku ga membuatkan sesuatu diacara pernikahan yang hanya sekali seumur hidup. "


ujar rendi lagi


"Kalau gitu terserah kamu aja, yang jelas jangan sampai merepotkan kamu, ibu sama ica"


"InsyaAllah ga, yah setahun lah yah din, aku mau ngumpulin dulu. "


"Aamiin..." rendi pun mengaminkannya, semoga apa yang kita niatkan dapat terwujud.


"Aku pulang dulu yah, untuk lebih baiknya mungkin kita seperti kemarin-kemarin lagi, anggaplah hubungan kita mereka anggap tidak baik-baik saja, akupun akan mencoba untuk menghindari dewo dan juga tegar sewajar mungkin biar mereka tidak curiga. "


"Ya.....kan kitanya juga sebentar lagi pasti disibukka bimbel, serta ujian-ujian, kamu yang rajin belajarnya biar nilaiya bagus! " sindir rendi sambil tersenyum.


"Siap komandan! " ku jawab sambil memberi hormat layaknya prajurit pada atasannya.

__ADS_1


"Dasar kamu yah! " gemas rendi sambil mengacak-ngacak rambutku, kemudian akupun pamit pulang sama ibu juga.


Malam ini, seperti biasa kami makan malam bersama.


"Gimana din, rendi mau ga nanti kerja di kantor ayah? "


"Mau yah tapi tetap rendi mau nya jadi OB, ga mau di bagian admin, "


"Ya udah kalau maunya memang seperti itu, toh nanti kalau memang kerjanya bagus nanti ayah naikkan ke bagian admin, biar rendi nyaman dulu aja, dan dia harus belajar juga tentang bisnis, kamu udah ga mau nanti perusahaan siapa yang mengelola kalau ayah udah tua.! " keluh ayah lagi.


"Jadi kapan yah rendi nemuin ayah?" tanyaku pada ayah.


"Nanti aja kalau udah ada surat kelulusannya, sekalian langsung bawa lamarannya. "


"Makasih ayah, ayah is the best! " akupun bangkit dan kupeluk dan kucium ayah sebelum pamit naik ke atas.


"Tuh kan ko cuma ayah yang dapat ciuman nya " ibupun merajuk


"Ibu di cium nya sama ayah aja yah! " sahutku lagi sambil tak lupa kuberi senyuman yang paling manis


Setelah di kamar, aku segera merebahkan diriku, ku pandangi langit-langit kamarku, sambil mengingat kisahku sama rendi, ya aku yang jatuh cinta pada pandangan pertama, dan ternyata rendi pun sama, dan ayah serta ibu pun menerima rendi apa adanya, aku merasa sangat bersyukur mempunyai kedua orang tua yang baik dan tidak pernah membedakan seseorang dari fisik dan juga hartanya.


Aku senang melihat rendi yang tadinya minder sekarang sudah sedikit percaya diri, karena memang rendi pinter dan juga tekun.Semoga rendi bisa bekerja di kantor ayah dan menjadi karyawan yang kompeten aamiin.

__ADS_1


lama kelamaan rasa kantuk pun menyerang, akupun tertidur.


"


__ADS_2