Bukan Cinta Yang Salah

Bukan Cinta Yang Salah
Bab 84.Sudah Sadar


__ADS_3

"Papa bangga sama kamu nak, ternyata kamu sudah dewasa, bahkan pikiran mu jauh lebih dewasa di bandingkan papa." Arif merasa malu sebagai orang tua.


"Tidak pah,papa adalah pria terbaik yang pernah Andi kenal." Andi menatap papanya.


"Terimakasih nak, sekarang papa ke rumah sakit,kalau kamu mau mencari Elsa silahkan,tapi kamu juga harus menjaga kesehatan mu,jangan sampai kamu kecapean." ucap Arif.


"Iyah pah." Andi pun langsung pergi, kemudian ia mencari keberadaan Elsa.


Andi pergi ke rumah nya,ia harus sampai duluan sebelum polisi datang,supaya dia bisa memastikan kalau Elsa tidak akan bisa kabur.


Namun ternyata ia salah,saat Andi ke rumah nya, Elsa sudah tak ada,Bahkan orang tua nya pun tak tau kemana Elsa pergi,dan saat mereka mengecek ke kamar nya,ternyata barang barang Elsa pun sudah tidak ada sebagian.


Andi pun memutuskan untuk kembali ke rumah sakit dan ia menyerahkan semuanya pada polisi untuk melanjutkan pencarian nya.


Sementara di rumah sakit,saat Arif ingin masuk ke dalam ruang inap mantan istrinya,ia melihat dua orang yang baru saja ia lihat,sedang berada di luar ruangan, terlihat wanita yang mungkin Istri nya itu sedang bersandar di bahu suaminya.


("Sepertinya itu Ambu dan Abah yang dibicarakan oleh Andi, mereka terlihat sangat harmonis walaupun sudah tidak muda lagi,aku iri dengan rumah tangga mereka, walaupun terlihat sederhana tapi bahagia.") batin Arif.


Arif pun langsung menghampiri mereka,Ambu yang melihat ada orang yang menghampiri nya pun langsung membenarkan posisi duduknya.


"Eemm apa kalian mertuanya Natan?" tanya Arif.


"Iyah pak,saya Suharto,dan ini Istri saya Ratmi,bapak ini papa nya nak Andi yah?" tanya Abah.


"Dari mana kalian tau?" tanya arif heran.


"Wajahnya mirip." ucap Abah tersenyum.


"Oh,eemm terimakasih banyak kalian sudah banyak membantu anak saya,dia sudah menceritakan semuanya,saya tak tau harus membalas nya dengan apa." ucap Arif.

__ADS_1


"Tidak perlu seperti itu pak,kami teh sangat senang bisa membantu nak Andi,dia sudah kami anggap sebagai anak sendiri,dia juga anak yang sangat baik,jadi kami berdua sangat menyayangi nya." ucap Abah.


"Sekali lagi terimakasih,kalau boleh tau, kenapa kalian bisa ada di sini, soalnya yang saya tau, mertuanya Natan tinggal di Bandung." ucap Arif merasa heran.


"Kami memang tinggal di Bandung pak,tapi kebetulan tadi malam Andi menginap di rumah kami,saat dia pamit mau pulang ke Jakarta,kami teh nggak bisa biarin dia berangkat sendirian,karena dia terlihat panik,jadi kami mengantar nya kesini." ucap Abah menjelaskan.


("Mereka memang orang yang sangat baik,pantas saja Andi merasa nyaman di perlakukan seperti anak kandung nya sendiri,eemm tapi kenapa Andi bisa ke Bandung yah,tidak mungkin kan kalau ia sengaja untuk menginap ke rumah mereka,atau jangan-jangan dia menemui wanita itu,Mira.") batin Arif.


"Eemm terimakasih kalian sudah perhatian sama anak saya,eemm tapi maaf,apa kalian tau kenapa Andi bisa ke Bandung?" tanya Arif.


"Katanya sih dia nemuin si Mira pak,dia mau ngejelasin kalau pertunangan nya itu cuma rencana mama nya aja,dia teh cuma terpaksa,tapi neng Mira nya masih belum percaya, kayaknya Andi teh bingung bagaimana harus menjelaskan nya lagi." ucap Ambu menjelaskan.


("Ternyata dugaan ku benar.") batin Arif.


"Saya juga sudah mengetahui tentang Mira,nanti setelah urusan ini selesai,saya akan membantu Andi,saya harap kalian juga bisa membantu nanti." ucap Arif.


"Kalau begitu,saya ke dalam dulu yah,saya mau lihat keadaan nya." ucap Arif.


"Oh Iyah pak, sok Silahkan masuk." ucap Abah yang langsung bergeser.


Arif pun masuk,ia melihat Anya yang sedang berbaring,ia langsung menghampiri nya.


"Anya,aku menengok mu kesini, walaupun mungkin sekarang kita bukan siapa siapa lagi,tapi kita pernah lama tinggal bersama,aku tidak akan begitu saja melupakan mu, walaupun aku akan tetap mengingat kejadian itu,tapi untuk sekarang,aku hanya ingin melihat keadaan mu,aku berharap kau bisa cepat sembuh." ucap Arif, ia pun langsung membalikkan tubuhnya untuk berjalan keluar.


Namun baru saja ia melangkah, tangannya di tarik oleh Anya,Arif pun begitu terkejut. "Mas Arif..." Panggil Anya dengan lirih.


"Kau sudah sadar." Arif tersenyum melihat Anya yang sudah siuman,Anya pun mengangguk,lalu tersenyum sambil menahan sakit.


"Aku minta maaf sama kamu,selama ini aku sudah mengecewakan mu, sekarang aku sadar bahwa semua ini tak ada gunanya bagiku,aku hanya terlena oleh duniawi yang sesaat." ucap Anya lemah.

__ADS_1


"Syukurlah kalau kau sudah sadar,aku senang mendengar nya." ucap Arif.


"Andi mana?" tanya Anya.


"Dia sedang mencari Elsa,tapi sepertinya sudah lama, sekarang aku tidak tau dia mencari nya kemana." ucap Arif.


Baru saja Arif berkata seperti itu,Andi datang,ia menghampiri kedua nya.


"Mama." Andi sangat senang melihat mama nya sadar.


"Iyah sayang,Andi,maaf kan mama yah,mama sudah egois selama ini, sekarang tugas mama sudah selesai,mama sudah membatalkan pertunangan kalian." ucap Anya.


"Makasih mah,tapi Andi mohon,mama harus sembuh yah,Andi nggak mau kehilangan mama." ucap Andi.


"Andi sayang,mama akan merestui hubungan mu dengan wanita pilihan mu, setelah mama sembuh nanti,kita akan melakukan lamaran ke sana,mama ingin kamu bahagia,maafkan mama sudah membuat mu menderita." Anya mengeluarkan air matanya.


"Iyah mah,Andi sudah memaafkan mama, sekarang mama tidak perlu memikirkan apapun,mama pokus pada kesembuhan mama yah, polisi pun sekarang sedang mencari keberadaan Elsa,dia kabur dan belum di temukan." ucap Andi.


"Iyah sayang, terimakasih kamu sudah mau memaafkan mama,mama sangat bersyukur mempunyai anak seperti mu." ucap Anya.


"Sudah yah, sekarang mama tidak perlu banyak pikiran,mama istirahat yang cukup,Andi sama papa mau ke depan,kita mau Panggil dokter buat cek kondisi mama." ucap Andi,Anya pun mengangguk.


Andi dan Arif langsung keluar dari ruangan tersebut,saat mereka keluar,Ambu dan Abah pun langsung berdiri. "Bagaimana keadaan mama kamu nak?" tanya Abah.


"Mama udah sadar bah, sekarang Andi mau panggil Dokter buat ngecek keadaan mama." ucap Andi.


"Lebih baik kamu duduk aja di sini,biar papa yang Panggil dokter,kamu pasti capek bolak-balik dari tadi." ucap Arif,Andi pun mengangguk.


Andi menghempaskan tubuhnya ke atas kursi,ia menunduk sambil memijit pelipisnya yang terasa pusing.

__ADS_1


__ADS_2