Bukan Cinta Yang Salah

Bukan Cinta Yang Salah
episode 12


__ADS_3

"tok.... tok...., din ini ibu, boleh masuk yah? " kudengar suara mamah mengetuk pintu kamarku.


"Masuk aja bu ga dikunci kok, !"


Ibu pun masuk lalu duduk di samping ku di tempat tidur.


"Ada apa sayang kok kayaknya udah 2 hari ini kamu murung terus, ada masalah sama hubungan kalian? " tanya ibu


"Dua hari yang lalu rendi dipukulin sama dewo dan teman-temannya bu "


"Innalillahi, terus gimana keadaan rendi sekarang? , kok bisa sih sayang! "


"Waktu itu rendi lagi nemenin dinda ekskul, biasanya kan ga, itu lagi pengen kasih suport karena latihan buat pertandingan minggu depan dengan sekolah lain, "


"Yah akhirnya dewo yang udah curiga sama hubungan kami memergoki rendi, lalu rendi di bawa ke belakang sekolah dan dipukulin deh, untungnya dinda sempet liat waktu rendi di bawa dewo ke belakang sekolah, jadi waktu rendi ga balik lagi hampir 5 menitan aku susul dan ternyata rendi lagi dipukulin sama dewo dan teman-temannya."


"Sekarang rendi lagi istirahat di rumah, dinda mintain izin 3 hari biar lebam nya sedikit pulih, itu lah bu makanya dinda bingung, apa dinda jauhin rendi aja kali yah, biar rendi tidak kena musibah seperti ini lagi. "

__ADS_1


"Kalau menurut ibu sih kalian kalau di sekolah jangan dilihatin bahwa kalian itu dekat, kalau bisa kalian duduknya juga pindah aja, jangan satu meja, biar teman-teman yang lainnya nganggap nya kalian ga ada hubungan lagi."


"Iya bu, dinda besok mau minta pindah duduk aja, mau sama siapa aja asal ga satu meja sama rendi, makasih ya bu.... " , sambil dipeluk dan dicium ibunya.


Dengan lembut ibunya membelai rambut dinda dengan sayang, "kapan mau jenguk rendi lagi? , " tanya mamah


"Memang nya kenapa gitu bu, mungkin sore ini bu "


"Nanti bawain pisang, semangka, singkong sama sayuran, kemarin mang jaja nganterin hasil kebun."


"Ok bu, nanti dinda bawain buat ibunya rendi kalau dinda ke sana, atau sekarangaja deh biar pulangnya ga terlalu sore! " kataku lagi.


Setelah semuanya siap, bawaan yang di bawa juga banyak banget, alhamdulillah ibu dan ayahku ga pernah membeda-bedakan orang dari ekonominya, mereka juga menyayangi rendi dan keluarga.


Begitu sampai di gang rumahnya rendi, aku gegas turun dan membawa beberapa yang bisa aku bawa, biar pa ujang ga usah bolak-balik.


"Assalamualaikum, " salamku, tak lama langsung di jawab sambilku lihat ibu yang buka pintunya.

__ADS_1


"Waalaikum salam, eeeh ada neng dinda, masuk neng, ada pa ujang juga, bawaannya banyak amat ini neng, tiap kesini pasti aja ada yang di bawa ibu kan jadinya malu! ",


"Itu dari hasil kebun bu, kemarin ada yang nganterin ke rumah, tiap panen pasti kebagian walaupun udah dibilangin buat ga usah di kirim juga tetep aja malah makin kesini semakin banyak aja yang dikirimnya. " kataku lagi sambil menjelaskan.


"Alhamdulillah atuh neng jadinya ibu kebagian juga ini, ada singkong, talas, ubi, pisang sama sayuran juga ini, bilangin makasih banyak ya neng sama ibunya neng! "


"Hayu atuh ke dalam, pak ujang mau ngopi? " tanya ibu ke pak ujang


"Ga usah bu, makasih, biar saya nunggu di depan aja, mari bu.... neng dinda mamang nunggu di depan ya " pamit pak ujang


Kami pun masuk, ku lihat rendi lagi duduk sambil nonton tv, aku pun menghampirinya dan sepertinya luka-lukanya sudah mulai hilang, diapun tersenyum.


"Gimana kabarnya? masih ada yang dirasa ga? " tanyaku sambil ku lihat bekas luka-lukanya.


"Alhamdulillah, besok juga udah bisa masuk kok! " jawab nya


"Ren.... aku duduknya mau pindah aja yah, jadi nanti di sekolah kita menjauh aja, anggap aja kita ga ada hubungan lagi! "

__ADS_1


"Ehm.....kamu beneran mau mengakhiri hubungan ini? " tanya rendi sepertinya kecewa.


__ADS_2