
Sah
Terdengar jelas suara itu menggema di rumah tersebut,suasana haru pun menyeruak di dalam nya, Andi dan juga Mira meneteskan air mata bahagia,kini Mira mencium tangan Andi,dan juga Andi mencium kening Mira,setelah itu mereka langsung di persilahkan untuk duduk di pelaminan.
Beberapa tamu undangan turut hadir di pesta pernikahan yang meriah tersebut, terlihat binar bahagia dari semua yang menyaksikan acara tersebut.
"Apa kamu sudah memaafkan ku?" bisik Andi saat mereka duduk di pelaminan.
"Mama sudah menjelaskan semua nya,jadi menurut ku,tak ada lagi yang harus aku ragukan darimu." ucap Mira berbisik juga.
"Terimakasih sayang." ucap Andi sambil tersenyum.
Mira pun tidak menjawab ia hanya tersipu malu, ketika Andi memanggil nya dengan kata sayang,ia merasa bahagia karena ia bisa merasakan lagi,apa itu cinta setelah hatinya ia tutup rapat-rapat.
Malam Hari
Acara resepsi pun baru selesai,kini para tamu undangan sudah pulang ke rumah nya masing-masing,Natan,Anna dan kedua orang tuanya,juga orang tua Andi memutuskan untuk menginap di rumah Ambu dan Abah, karena memang rumah mereka cukup besar untuk di tinggali,jadi mereka sudah pulang ke rumah tersebut.
Sedangkan pasangan pengantin baru,kini baru saja selesai membersihkan dirinya masing-masing,kini mereka pun sedang duduk di tepi tempat tidur sambil saling menatap, nampak nya Mira masih malu-malu,namun tidak dengan Andi.
"Kenapa ngelihatin Mira kayak gitu a,Mira kan malu?" Mira menunduk kan wajahnya.
"Kamu cantik sekali malam ini,dan aku masih tidak menyangka kalau kita sudah menikah." ucap Andi ia memegang dagu Mira.
Mira tampak nya sangat malu,saat dagunya di pegang oleh Andi,namun sepertinya Andi sudah tidak bisa menahan hasratnya,ia pun langsung melu*at bibir manis Mira,Mira pun langsung merespon nya.
"Apakah aku boleh melakukannya sekarang?" tanya Andi,Mira pun mengangguk malu.
Dengan begitu,Andi pun langsung merebahkan tubuh Mira ke atas tempat tidur, perlahan lahan ia mulai membuka baju tidur milik istri nya,Andi mulai memainkan tangannya, dengan liar ia memainkan gunung kembar milik Mira yang terlihat padat berisi,ia pun tak segan untuk melahap nya, membuat Mira menggeliat sehingga mengeluarkan suara khas nya.
__ADS_1
"Aaaah." sahut Mira.
Mendengar suara itu membuat Andi semakin bersemangat,Andi pun langsung melanjutkan aksinya,ia pun tau Karena Mira seorang janda,jadi ia pasti dengan sangat mudah untuk memasuki lembah surgawi nya.
Namun Andi begitu terkejut,saat ia mulai memasukkan senjata nya,ia terasa sulit untuk menembus nya, beberapa kali ia mencoba namun tetap gagal.
"Mir, sebenarnya kamu masih-" ucap Andi di sela sela aksinya.
Namun Mira tak menjawab nya,ia hanya menangis seperti menahan kesakitan nya,Andi pun langsung melanjutkan aksinya, karena menurutnya ia harus menyelesaikan nya,karena ia sudah sangat bergairah, walaupun ia merasa sedikit kasihan melihat Mira yang sedang meringis.
Dengan beberapa kali hentakan akhirnya ia pun berhasil menembus nya,Andi yang sudah sampai puncaknya pun, langsung ambruk ke atas tubuh Mira.
Setelah beberapa menit,kini nafas mereka pun sudah mulai normal,Andi yang masih bercucuran keringat pun, akhirnya menatap ke arah Mira.
"Terimakasih Sayang,tapi bisakah kau jelaskan kenapa kau masih perawan ?" Andi mencium kening Mira.
"Aku sangat beruntung mendapatkan mu sayang, terimakasih,kau mau menjaganya untuk ku sampai saat ini." Andi memeluk Mira,ia sangat bersyukur dan semakin bahagia.
Ia anggap ini adalah sebagai bonus untuk nya,karena dari awal ia pun mencintai Mira dengan tulus tanpa mempermasalahkan status Mira,namun ketika mengetahui kebenaran nya,ia pun semakin bahagia karena ternyata Mira seorang wanita yang bisa menjaga kehormatan nya.
***
Sementara di tempat lain, nampak nya Anna tidak bisa tertidur, perutnya terasa mual, padahal ia tidak memakan makanan yang aneh aneh.
"Mas..." Anna menggoyangkan tubuh Natan yang sedang tiduran.
"Kenapa sayang,kok masih belum tidur." ucap Natan,ia menatap wajah Anna.
"Anna nggak bisa tidur mas,Anna pengen makan rujak,kita cari yuk ke luar!" ucap Anna.
__ADS_1
"Sayang,mana ada tukang rujak jam segini,ini kan udah malam,kamu nih ada ada aja." ucap Natan.
"Mas kok gitu sih, padahal Anna kan pengen makan rujak, hiks hiks hiks." Anna malah menangis terisak, padahal Natan cuma bilang seperti itu.
Natan pun langsung terkejut ketika Anna menangis,ia pun langsung bangun dari tidurnya. "Tapi memang ini sudah malam kan,nggak ada yang jualan rujak malam malam begini Anna." ucap Natan dengan lembut.
"Mas nggak sayang istri nya,hiks hiks hiks." tangisnya semakin terisak.
("Duh,Anna kenapa sih, perasaan akhir akhir ini,dia sensitif banget,terus di mana juga aku cari tukang rujak jam segini,mana aku nggak terlalu hafal lagi daerah sini.") batin Natan.
"Ya sudah, sebentar yah,mas tanya sama Abah,sama Ambu dulu,di mana jam segini ada tukang rujak." ucap Natan,ia langsung turun dari tempat tidur.
Natan keluar dari kamar tersebut,saat ia keluar, ternyata para orang tua masih mengobrol di ruang tamu,Anna dan Natan tadi ke kamar terlebih dahulu karena Anna merasa tidak enak badan,jadi dia menemani nya.
"Nat,kenapa kamu keluar?" tanya Ajeng heran.
"Itu mah,Anna minta rujak,Natan bingung,di mana cari rujak jam segini." ucap Natan,ia langsung bergabung bersama mereka.
"Rujak,eemm jangan jangan Anna." ucap Ajeng menerka nerka,ia pun langsung saling berpandangan dengan para orang tua di sana.
"Kenapa mah?" tanya Natan heran.
"Euleh euleh si neng teh ngidam kayaknya." Ambu sangat senang dengan hanya membayangkan nya saja.
"Iyah, kayaknya,saya juga berpikir seperti itu." ucap Ajeng,ia tersenyum lebar.
("Anna Hamil? apa Iyah yah,eemm tapi memang sepertinya Anna belum datang bulan sih,kalau memang benar,aku sangat bahagia, semoga saja memang benar,aku akan jadi seorang ayah hehehehe.") batin Natan.
"Ya udah atuh ayo,kamu cepetan nyari rujak, orang ngidam pasti pengen nya yang aneh aneh." ucap Ambu.
__ADS_1