Bukan Cinta Yang Salah

Bukan Cinta Yang Salah
episode 16


__ADS_3

"Hai...pincang, loe liat kan sekarang dinda sama si tegar, pelet loe udah luntur yah! " tuduh dewo


Jleb..... sakit hati ini, aku dituduh pake pelet, mereka ga percaya tentang cinta yang tulus, ah terserah mereka mau ngomong apa yang penting cinta kami memang tulus.


POV Author


Hubungan tegar dan dinda pun semakin mulai terlihat, dimana ada dinda di situ pasti ada tegar atau sebaliknya.


Bahkan dewo paling gencar yang selalu nyomblangin tegar, jadi dinda tidak bisa berbuat apa-apa, kemana pun dinda menghindar pasti tegar akan tau dan selalu ada.


Dinda sampai bingung bagaimana caranya untuk menghindari tegar, tapi kalau ga mau dinda khawatir akan terjadi sesuatu sama rendi.


POV Dinda


"Aku bingung bagaimana aku harus menjelaskan sama rendi apa yang sudah ku lakukan ini adalah demi kebaikan rendi, aku ga mau rendi sampai belajarnya berantakan karena dia harus mengejar beasiswa untuk kuliahnya, maafin aku ren....." bisikku dalam hati.


"Hai... dinda lagi ngapain kamu kok bengong aja sih! "


"Eeeeh san...., ngagetin aja kamu tuh, kebiasaan! " sungutku sambil ku pukul bahunya santi.


"Kamu nya bengong jelas kaget lah, kamu kenapa sih akhir-akhir ini kok Kayaknya bingung aja, kamu ga lagi ada masalah sama rendi kan? hubungan kalian baik-baik aja kan din? " cecar santi padaku.

__ADS_1


Aku pun menghela nafas panjang dan nenghembuskannya seolah-olah beban ku terasa ikut keluar dengan hembusan nafasku.


"Kamu cerita lah sama aku din, biasanya juga kan kalau ada apa-apa kamu suka cerita sama aku, maaf kalau beberapa minggu kemarin aku jarang main ke rumah kamu, aku sibuk buat ikutan tes ke ptn yang kedinasan dulu."


"Santai aja san, aku paham kok! "


"Aku perhatikan kok kamu sekarang malah mau sih di deketin sama si tegar?, apa kamu beneran putus sama rendi? bukannya kamu cinta mati sama si rendi? !" tanya santi lagi, menambah pusing aku jawabnya, aku memang butuh teman curhat, tapi..... kembali lagi aku meghela napas panjang.


"Aku..... "


kriiiiiiing....., baru Juga aku mau cerita eeeeh bel istirahat dah habis deh, jadinya ga jadi kami pun kembali ke kelas.


Hari ini ada pelajaran tambahan seperti biasa, jadi aku sama santi pun ke kantin terlebih dahulu untuk makan siang, dilajut ke musola buat solat dzuhur, karena pljran tambahannya dimulai pukul 14.00.


"Ayolah din.... mumpung masih lama masuk kelasnya lagi, ceritalah sama aku kamu tuh kenapa?! "


"Kamu tapi janji yah jangan bilang sama rendi, aku ga mau dia jadi kepikiran. " lirihku


"Begini san, sebulan yang lalu, aku ga sengaja mendengarkan percakapan antara dewo dengan tegar.


Flash back on

__ADS_1


"Wo, kamu beneran nih udah ga minat ngejar dinda lagi?! " tanya tegar sama dewo.


"Susah gar, aku mah nyerah, walaupun sekarang dia ga dekat sama si rendi, tapi tetep aja sulit untuk mendekatinya apalagi membuka hatinya." ujar dewo lagi


"Kalau gitu aku mau maju nih buat dapetin dinda, boleh kan? "


"Emang nya kamu bisa gitu?! "


"Pasti bisa lah, aku kan masih di atas situ satu tingkat soal kegantengan dan jauh di atas soal kepintaran! " ejek tegar sambil tertawa terbahak-bahak.


"Sombong banget! , tapi aku yakin kamu ga bakalan bisa deh nembus hatinya dinda, malah aku merasa mereka memang punya hubungan deh, cuma mereka sembunyiin! "


sahut dewo lagi.


"Ah gampang soal itu mah, kalau nanti si dinda ga mau aku deketin, aku mau bikin babak belur aja si rendinya, biar rendi yang bakalan jauhin dinda, selain rendinya aku datengin rumahnya juga biar ibunya bantu aku buat rendi jauhin si dinda, bereskan! "


"Gila loe.... sampai segitunya, berani loe? "


tanya dewo lagi


"Berani lah, harus dikasih pelajaran orang tak tau diri gitu mah! " sarkas tegar.

__ADS_1


flash back off


__ADS_2