
"Assalamuaikum"
Aku dan ibu saling pandang, dan ga lama kemudian muncul lah rendi, diapun kaget ketika melihat aku ada di rumahnya.
"Aku pamit ya bu " aku pun salim sama ibu, lalu aku berniat pulang, ketika aku melewatinya,
"Bisakah kita bicara? " ku dengar suara rendi walaupun pelan tapi aku jelas mendengarnya.
"Ya udah kalian ngobrol dulu aja, ibu mau ngasih makanan dulu sama bu wati",
Sepertinya ibu memberi waktu buat kami untuk bicara.
Akupun mengikuti rendi ke halaman belakang, lalu kami duduk di bangku kayu yang ada dibelakang.
Sesaat kami diam, "katanya mau ngomong! "
decakku kesal
"Maaf kan aku " lirihnya,
Aku bengong dan ku lihat ke samping dan rendi sepertinya masih memandang ke depan dengan tatapan kosong.
__ADS_1
"Kenapa minta maaf, saya yang harusnya minta maaf karena saya datang lagi kesini tanpa izin kamu! " imbuhku
"Aku egois, tapi aku lakukan itu aku takut, aku takut kalau dekat dengan kamu maka aku akan semakin jatuh cinta sama kamu! " nyessss ya ampun apakah aku tidak salah mendengar nya, aku bahagia banget dan terharu bahkan air mataku pun meleleh, yah aku berarti selama ini tidak bertepuk sebelah tangan.
"Pertama kali aku bertemu, aku merasakan sesuatu dalam hati, awalnya aku tepis tapi awal kita ketemu pun semua yang ada pada dirimu aku inget sangat detail, baru aku merasakan seperti ini, tapi aku takut, aku takut karena kita berbeda, aku cacat, dan juga ekonomi kita bagai langit dan bumi. "
Rendi menghela nafas sejenak, aku ga mau memotong, aku mau rendi mengungkapkan semuanya.
"Apalagi melihat kedekatan kamu sama ibu dan ica aku lihat kamu tulus, kalian begitu cepat dekat dan akrab, aku semakin takut, takut mereka nanti akan sangat sakit kalau kamu menjauh dari kami, maka dari itu aku secepatnya membentengi diri dan akupun mencoba memutuskan ikatan yang sudah terjadi di antara kalian, tapi semakin aku hindari aku semakin sakit, aku sakit melihat kediaman kamu, walau kita semeja tapi kamu tidak mau berbicara padaku, bahkan menyapapun enggan. "
"Bukankah itu yang kamu mau! " kataku sengit.
"Maaf kalau memang yang aku lakukan melukai harga dirimu, tapi sungguh aku melakukan itu semua karena aku menyayangi kalian, apalagi kamu sampai sakit types karena kamu terlalu lelah memporsir tenaga kamu."
Lalu, rendi pun melihat padaku, dan dipegang nya tangan ku, diusapnya air mataku kemudian dibawa nya aku dalam dekapannya
"Maukah kamu memaafkan aku? , maukah kamu menjadi orang yang istimewa dalam hatiku? "
Aku pun mengangguk mantap, kemudian rendi melepaskan pelukan nya dan dia tersenyum manis banget, "makasih yah kamu udah mau menyayangi ibu dan adikku "
"Kata ibu biasanya kamu pulang nya malam, kok udah pulang? "
__ADS_1
"Tadi ada bude marni belanja ke toko dan bilang katanya dapat kiriman kue dari ibu, aku langsung berpikir pasti kamu yang ada di rumah, makanya aku minta izin setengah hari kerjanya alasan masih kurang fit "
"Kalau gitu aku pamit pulang, karena udah sore "
"Kok pulang aku kan masih kangen! "
"Kangen tapi kok kuat 2 minggu ga tegur sapa gitu! " ledekku
"Nakal yah! " rendi berkata sambil memijit hidungku,
" Sakit tau! "
Aku pun pamit sama ibu dan ica, hari ini adalah hari bersejarah bagi kami, ya mulai hari ini kami resmi merajut impian menuju masa depan.
"Assalamualaikum, bu.... ibu.... "panggilku ketika aku masuk rumah, karena sudah tidak sabar ingin bercerita tentang kabar ini sama ibu.
"Waalaikum salam, wah kayaknya ada yang lain nih, sampai mukanya berseri-seri gitu, sini duduk! " kata ibu sambil menunjuk samping ibu yang lagi santai di ruang keluarga.
"Bu.... dinda boleh kan menjalin hubungan istimewa sama rendi? " kataku malu-malu
Ku lihat ibu melihatku dengan tatapan menyelidik sambil keningnya pun berkerut
__ADS_1