Bukan Cinta Yang Salah

Bukan Cinta Yang Salah
Bab 86.Menyadarinya


__ADS_3

"Iyah ayo." ucap Natan yang semangat setelah mendengar Anna akan memberikan nya bonus,Anna memang pandai membuat Natan bersemangat,dan akhir akhir ini,bahkan mereka tak pernah absen melakukan ritualnya.


Setelah mereka bersiap-siap mereka pun langsung keluar dari kamar menuju ke dalam mobilnya.


Saat mereka akan membuka pintu, tiba-tiba Ajeng memanggil nya. "Kalian mau kemana?" tanya Ajeng.


"Mau ke rumah sakit mah." ucap Anna.


"Mau ngapain?" Ajeng heran.


"Mama udah lihat berita belum?" tanya Natan.


"Tentang Anya?" tanya Ajeng meyakinkan.


"Iyah mah." ucap Natan.


"Mama baru aja lihat, terus maksud nya kalian mau nengokin dia?" tanya Ajeng.


"Iyah, sekalian mau jemput Abah sama Ambu." ucap Natan.


"Maksud nya gimana sih mama nggak ngerti." Ajeng semakin bingung.


"Jadi,Ambu sama Abah teh sekarang lagi ada di rumah sakit,lagi nungguin mama nya a Andi,tapi Anna teh belum tau kenapa orang tua Anna bisa ada di sana,makanya Anna penasaran dan sekarang jemput kesana, soalnya katanya ambu sama Abah teh belum tidur dari semalem,Anna nggak apa apa kan bawa mereka kesini." ucap Anna,ia menjelaskannya.


"Boleh sayang,ya udah sok kalian berangkat aja,nanti mama juga nyusul,mama nunggu papa dulu." ucap Ajeng.


"Oh ya udah,kita duluan yah mah, assalamualaikum." ucap Anna.


"Waalaikumsallam." jawab Ajeng.


Ajeng pun memperhatikan mereka yang keluar dari rumah nya. "Apa Andi dari Bandung yah semalam,kayaknya sih Iyah, soalnya Abah sama Ambu nya Anna nggak mungkin kesini kalau nggak ada hal yang mendesak seperti ini." gumam Ajeng.


("Elsa hampir aja mau bunuh Anya,aku yakin mereka sepertinya berdebat,Anya dan Elsa pasti sudah bersekongkol dalam pertunangan nya,dengan adanya kejadian ini,semoga saja Anya bisa sadar kalau niatnya menjodohkan Elsa dengan Andi adalah salah besar.") batin Ajeng.


Ajeng pun langsung kembali lagi ke kamar,ia menunggu Hartawan,ia juga akan menyusul mereka ke rumah sakit.

__ADS_1


***


Sementara di tempat lain,Anna dan Natan baru saja sampai di rumah sakit, mereka langsung bertanya pada bagian administrasi di mana kamar mama nya Andi,dan setelah di kasih tau mereka pun langsung berjalan ke arah ruangan tersebut.


"Ambu,Abah." Anna langsung menghampiri mereka yang sedang duduk di ruang tunggu.


"Kalian udah datang." ucap Andi yang langsung berdiri saat melihat mereka datang.


Anna langsung duduk di dekat Ambu nya, sedangkan Natan menghampiri Andi. "Bagaimana keadaan Tante Anya?" tanya Natan.


"Dia sudah siuman, walaupun semalam kondisi nya sempat kritis." ucap Andi.


"Syukurlah kalau sudah siuman,eemm kenapa Abah sama Ambu bisa ada di sini?" tanya Natan.


"Jadi,semalam itu gue ke rumah Mira,tapi saat gue mau pulang lagi ke Jakarta,badan gue kayak nggak kuat buat nyetir,jadi gue mutusin buat nginep di rumah Ambu sama Abah,dan pada saat gue baru saja akan tidur, tiba-tiba gue dapat telpon dari polisi, setelah itu gue langsung pamit untuk pulang,tapi Abah tidak mengizinkan gue pulang sendiri karena melihat kondisi gue,makanya mereka ikut kesini,Abah yang nyetir mobilnya,karena khawatir lihat gue yang panik saat Nerima kabar mama masuk rumah sakit." Andi menjelaskan semuanya.


"Oh,jadi kalian belum tidur dari semalem?" tanya Natan,Natan pun menggeleng.


"Ya udah, sekarang loe pulang aja,loe istirahat,sebentar lagi mama sama papa juga kesini,biar gue minta mama yang jaga di sini,loe juga harus jaga kesehatan,gue juga harus bawa Ambu sama Abah ke rumah,mereka juga pasti butuh istirahat." ucap Natan, yang khawatir dengan kondisi Andi yang terlihat sangat pucat.


"Iyah,ya udah kalau gitu gue mau lihat Tante Anya sebentar setelah itu kita mau langsung pulang." ucap Natan.


"Iyah,kalian masuk aja." ucap Andi.


"Ayo sayang!" Natan Mengulurkan tangannya pada Anna.


"Anna masuk ke dalam dulu yah Ambu, Abah." ucap Anna.


"Iyah nak." ucap Ambu.


Anna dan Natan pun langsung masuk ke dalam,saat mereka masuk terlihat Anya sedang berbaring,namun sepertinya ia sudah bangun.


"Tante.?" Natan langsung menghampiri nya.


"Natan." ucap Anya,ia baru melihat lagi sahabat anaknya itu,ia tahu betul Natan sangat bersahabat baik dengan Andi sejak dulu.

__ADS_1


"Ini, istri Natan Tante,Anna namanya." Natan memperkenalkan Anna,Anna pun mencium tangan Anya.


"Cantik sekali kamu nak." ucap Anya,Anna pun tersenyum.


"Bagaimana, keadaan Tante sekarang?" tanya Natan.


"Tante sudah jauh lebih baik, terimakasih yah kalian sudah mau jenguk tante,Tante juga sangat berterimakasih kepada orang tua kamu Anna,dia sudah sangat membantu Andi, mereka orang tua yang hebat,Tante iri dengan mereka yang bahkan bisa sebaik itu kepada Andi yang bukan siapa siapa." Anya meneteskan air matanya.


"Iyah Tante,Natan juga sangat beruntung memiliki mertua seperti mereka, apalagi mereka telah memberi Natan istri seperti Anna." Natan melihat Anna dengan penuh cinta.


("Mereka terlihat sangat bahagia dengan pernikahannya, benar kata Ajeng,dia menjodohkan Natan dengan Anna,karena Anna memang wanita yang sangat baik,aku telah salah dalam mengambil keputusan,maafkan mama Andi,mulai sekarang,mama akan merestui hubungan mu dengan wanita pilihan mu.") batin Anya.


"Tante,kita pamit pulang yah,aku mau bawa Abah sama Ambu ke rumah, mereka belum istirahat dari semalam." ucap Natan.


"Iyah,ucapakan rasa terimakasih ku untuk mereka." ucap Anya,Natan pun mengangguk.


"Anna pamit pulang yah, semoga Tante cepat sembuh." ucap Anna.


"Iyah sayang, terimakasih yah kalian udah mau jenguk tante." ucap Anya.


Mereka pun langsung keluar dari ruangan tersebut,Natan pun langsung membawa mertuanya pulang ke rumah,tapi sepertinya Andi masih ingin berada di rumah sakit, Natan akan meminta mama nya untuk membujuk Andi agar dia bisa beristirahat dulu.


Saat mereka baru saja akan masuk ke dalam mobil, tiba-tiba mobil milik Hartawan berhenti di sebelah mobil Natan,mereka pun langsung turun dari mobilnya.


"Mas Hartawan." Abah langsung memeluk sahabatnya itu.


"Bagaimana keadaan mu,kau sehat." tanya Hartawan,ia membalas pelukannya.


"Aku sehat." ucap Abah.


"Lebih baik nanti kita mengobrol nya di rumah saja,setelah kalian beristirahat, sekarang aku mau ke dalam dulu,semoga nanti kalian nyaman yah beristirahat di rumah kami." ucap Hartawan.


"Iyah,nanti kita bisa mengobrol di sana." ucap Abah.


"Eemm mah,tolong bujuk Andi supaya mau istirahat yah,Natan juga minta tolong sama mama, gantikan dulu Andi untuk menjaga Tante Anya." ucap Natan.

__ADS_1


__ADS_2