
Tet...tet...tet...
"Udah bel masuk tuh,ya udah kamu masuk aja duluan,nanti aku nyusul yah." Reza langsung berlari.
"Eh tunggu kak,kak Reza!" Anna memanggil Reza namun ia tak menggubris nya.
"Aduh gimana ini teh,Anna nggak mau jadi istri durhaka,bener juga yah kalau ucapan adalah do'a,mulai sekarang,Anna teh nggak mau akting akting lagi kaya semalam,jadi Anna sendiri kan yang repot,udah ah dari pada pusing mending masuk kelas dulu." Anna melangkah kan kakinya menuju kelas.
Anna duduk di bangku nya,ia sangat gugup saat ini, semuanya serba membuat nya bingung.
"Kak Reza ngomong apa sama kamu An?" tanya Andin.
"Eemm nggak ngomong apa apa?" ucap Anna pura pura.
"Oh,tapi kok kayak gelisah gitu." ucap Andin merasa heran.
"Nggak kok mungkin aku cuma cape aja,tadi teh lari lari kesini pas bel bunyi." ucap Anna mencari alasan yang tepat.
"Oh ya udah." Andin pun tersenyum.
Pelajaran pun di mulai,Reza beberapa kali melirik ke arah Anna,namun Anna mencoba pokus pada pelajaran ia tak mau terlalu menggubris perasaan nya.
Sampai pada akhirnya, pelajaran pun selesai,Andin memegang tangan Anna saat keluar dari kelas.
"Mau aku antar kan?" tanya Andin.
("Aduh, aku teh Sebenarnya lagi pusing sama mereka berdua,lebih baik aku pulang sendiri aja.") batin Anna.
"Nggak usah kok,aku mau pulang na-" Anna belum selesai berbicara.
"Anna mau pulang sama aku." ucap Reza, yang tiba-tiba muncul.
("Padahal aku kan mau naik angkot,bukan bilang mau pulang sama ka Reza,aduh seperti aku bisa pingsan kalau begini terus.") batin Anna.
"Oh yah udah,aku duluan yah,mama juga telpon katanya tadi suruh nyamperin dia ke salon,bay." ucap Andin berjalan terlebih dahulu.
Mama Andin memang menelpon tadi,ia mengajak putri nya untuk ke salon, sebenarnya ia pun bisa mengantar Anna terlebih dahulu karena memang jarak nya satu arah,tapi mendengar Anna yang akan pulang bersama Reza ia pun tak bisa memaksa nya.
"Ayo!" ucap Reza.
__ADS_1
"Kemana?" ucap Anna bingung.
"Pulang,bukannya kita mau pulang kan,ayo aku antar,kamu tinggal kasih tau aja alamat nya nanti!" ucap Reza.
"I-iyah." ucap Anna gugup.
"Udah gak usah canggung gitu,kalau memang kamu belum ambil keputusan,kamu anggap aja aku nggak pernah ngomong seperti tadi pagi yah,anggap aja nggak ada apa apa,oke,biar kamu lebih nyaman." ucap Reza saat melihat Anna gugup.
"Hah,oh Iyah." ucap Anna menurut.
Mereka sudah berada di dalam mobil,Anna hanya terdiam dari tadi,ia sedang bergelut dengan pikirannya sendiri.
Krucuk krucuk krucuk
Tiba-tiba perut Anna berbunyi,ia pun terlihat malu sambil memegang perutnya, karena memang ini waktunya ia makan,ia selalu makan dulu saat pulang dari kampus.
Namun Reza pura pura tidak mendengar, walaupun sebenarnya ia ingin tertawa karena melihat wajah Anna yang memerah menahan malu.
("Anna,Anna,kamu itu memang lucu,aku jadi semakin gemas melihat ekspresi mu.") batin Reza.
"Kita mau kemana kok belok kanan,tadi kan aku bilang belok kiri?" ucap Anna merasa heran.
Reza tak tau makanan kesukaan Anna, sehingga ia ketempat makan waktu itu saja, yang jelas-jelas Anna pernah makan di tempat tersebut.
("Kenapa berhenti di sini,apa tadi kak Reza mendengar suara perut ku berbunyi,kalau Iyah,aku malu banget.") batin Anna.
"Kenapa kita berhenti di sini?" tanya Anna.
"Eemm aku lapar, enggak papa kan kita makan di sini sebentar sebelum mengantar mu pulang." ucap Reza.
Reza sengaja mengatakan kalau ia lapar, karena ia takut kalau ia bertanya atau menawarkan Anna untuk makan,ia tahu Anna pasti menolak nya, karena Anna pasti merasa malu.
"Oh ya sudah,Iyah boleh." ucap Anna yang langsung turun.
Reza pun mengajak Anna duduk di dalam, kemudian ia memesan dua porsi makanan serta dua minuman,tak lama kemudian, pesanan pun datang,Anna langsung memakan nya.
Anna memperhatikan Reza yang hanya tersenyum melihat ia makan.
("Kenapa kak Reza nggak makan,dia malah ngeliatin begitu,atau jangan jangan ia tau lagi kalau aku lapar,tapi ya sudah lah,udah tanggung juga kan, lagian aku benar-benar sangat lapar sekarang.")
__ADS_1
"Kenapa kak Reza nggak makannya, Bukan nya katanya tadi lapar." ucap Anna.
"Oh Iyah,ayo makan." Reza memakan makanan yang ada di depan nya,ia tak mau kalau Anna berpikir kalau ia hanya pura pura saat ia bilang lapar tadi.
"Pelan pelan,tidak akan ada yang ambil makanan mu." Reza mengelap sudut bibir Anna dengan tangan nya.
Anna terkejut karena tangan Eza mengelap dengan tangan nya langsung, sedangkan kemarin ia tak terlalu kaget karena Reza mengusapnya menggunakan tisu.
Reza tersenyum melihat Anna yang sepertinya salah tingkah.
"Maaf, tangan ku refleks." ucap Reza,Anna pun hanya pura pura tersenyum.
Setelah selesai makan, mereka pun langsung melanjutkan perjalanan nya,Anna menunjukkan dimana rumah nya berada.
Setelah sampai,Reza pun menghentikan mobilnya. "Oh jadi ini rumah mu?" ucap Reza melihat pagar rumah nya.
"Bukan,ini rumah papa sama Mama." ucap Anna dengan polosnya.
"Hahaha,Iyah aku juga tau,kau ini lucu sekali." Reza terkekeh dengan Jawaban Anna yang bilang kalau ini rumah orang tua nya bukan rumah nya.
"Maksudku ini rumah me-" Anna belum selesai berbicara.
"Sudah tak perlu menjelaskan nya,aku mengerti,sana masuk,cuaca nya panas sekali,aku nggak bisa mampir soalnya ada urusan lain." ucap Reza yang langsung melaju kan mobilnya.
"Ya ampun kenapa omongan aku teh selalu di potong sih, bagaimana ini, aku teh jadi bingung." ucap Anna menghentak hentakan kakinya.
Anna masuk ke dalam rumah,ia melihat mertuanya sedang berada di meja makan.
"Sayang,kamu udah pulang,pulang sama siapa?" tanya Ajeng.
"Sama temen mah." ucap Anna.
"Ohh,ya udah sini makan,mama baru aja selesai makan,tapi kalau kamu mau mama temenin boleh." ucap Ajeng.
"Nggak mah,Anna udah makan,tadi sebelum pulang,Anna makan dulu." ucap Anna.
"Oh ya udah,gih kamu ganti baju dulu,kalau nggak cape nanti kita ngobrol ngobrol sambil nonton TV." ucap Ajeng.
"Ohh Iyah mah,kalau gitu Anna ke kamar dulu yah." ucap Anna yang langsung berjalan menuju kamar, Sedangkan Ajeng hanya tersenyum.
__ADS_1