Bukan Cinta Yang Salah

Bukan Cinta Yang Salah
Bab 41.Mendekati Anna


__ADS_3

"Kalau tau gitu mah,biar saya aja kak yang praktikkan langsung sama Anna tadi,hehehe." Kevin tertawa kecil.


"Huuuuuuuh,itu mah bisa bisa nya kamu aja,bilang aja mau nyium Anna,dasar huuuuuuuh." semua meneriaki Kevin.


"Sudah sudah jangan berisik,eemm kamu bisa kembali ke sana, terimakasih sudah membantu saya untuk memberikan contoh kepada teman teman mu." ucap Reza sambil tersenyum.


("Ya ampun ganteng banget,Anna teh nggak bisa kedip kalau begini.") batin Anna.


"Anna?" Panggil Reza.


"Eh Iyah kak." Anna terkejut.


"Kamu boleh kembali ke posisi kamu, silahkan!" ucap Reza ramah.


"Baik kak." Anna pun kembali bergabung dengan teman teman nya.


("Kenapa dia memandangiku seperti itu,hmm lucu sekali wajahnya saat senyum senyum sendiri seperti tadi.") batin Reza.


Reza melanjutkan kembali penjelasan nya, sampai akhirnya pembelajaran pun selesai, semua nya di persilahkan untuk kembali ke kelas.


Saat Anna dan Andin berjalan paling belakang,Reza menarik tangan Anna, sehingga Anna pun langsung menoleh ke belakang.


"Bisa bicara sebentar?" tanya Reza.


"Boleh kak." ucap Anna sambil melihat tangan nya yang masih di pegang Eza.


"Eh maaf maaf." ucap Eza yang langsung melepaskan tangannya.


"Eemm kalau begitu,Anna ambil tas dulu ke kelas yah kak." ucap Anna.


"Silahkan,kalau begitu,nanti saya tunggu kamu di parkiran yah." ucap Reza.


"I-iyah kak." ucap Anna,ia melihat Reza yang berjalan meninggalkannya dengan Andin di sana.


Andin yang melihat pemandangan di depannya hanya bisa tersenyum. "Cie yang di ajak sama gebetan." ucap Andin.


"Aduh,Anna teh degdegan banget, kayaknya jantung Anna mau copot ini mah." ucap Anna memegang dadanya.


"Hehehe,kamu lucu banget sih,ya udah ayo,nanti kak Reza nungguin kamu loh di depan." ucap Andin.


"Ya udah ayo!" Anna langsung berjalan menuju kelas nya.

__ADS_1


Setelah ia mengambil tas nya,ia pun segera ke parkiran bersama dengan Andin, ternyata Reza sudah menunggu nya,tepat di sebelah mobil Andin.


"An,aku pulang duluan yah." ucap Andin.


"Oh ya udah,hati hati yah." ucap Anna sambil melambaikan tangannya.


"Oke." Andin tersenyum, kemungkinan ia menaiki mobilnya.


Reza yang melihat Anna pun langsung menghampiri nya. "Eemm kak Reza teh mau bicara apa?" tanya Anna.


"Boleh nggak kalau kita bicara di suatu tempat, maksudnya nggak di parkiran seperti ini." ucap Reza.


"Eemm boleh,tapi di mana?" tanya Anna.


"Gimana kalau kita jalan ke mall atau bioskop gitu,kamu mau nggak?" tanya Reza.


("Sebenarnya aku sih mau aja,mau banget malah,tapi nanti suami teh gimana?,bentar lagi dia juga pasti jemput ke sini.") batin Anna.


"Gimana?" tanya Reza lagi.


"Kayaknya,kalau jalan jalan mah,nanti aja yah kak,soalnya takut orang yang jemput Anna bentar lagi ke sini,eemm gimana kalau nanti aja jalan jalan nya, sekarang kita ngobrol aja di situ tuh,ada tukang bakso juga,gimana?" ucap Anna menunjuk gerobak bakso yang tak jauh dari sana.


"Oh gitu,ya udah boleh,eemm emang gak papa makan di sana?" ucap Reza tak percaya karena Anna mengajaknya makan di tukang bakso gerobak.


Reza pun mengikuti langkah Anna, kemudian mereka duduk di bangku yang tersedia di tempat itu.


"Mang,bakso nya dua yah!" ucap Anna sambil tersenyum.


"Iyah neng siap." ucap Abang bakso tersebut.


("Dia memang berbeda dari wanita yang aku temui sebelumnya,dia unik,eemm membuat aku semakin penasaran.") batin Reza.


"Kenapa kak?" tanya Anna saat melihat Reza memperhatikan nya.


"Kamu cantik." ucap Reza sambil tersenyum.


("Ya Allah mimpi apa semalam,Anna teh di sebut cantik sama cowok ganteng,Abah,Ambu,tolongin Anna kayaknya Anna mau terbang ini mah") batin Anna.


Wajah Anna memerah,ia tersipu malu di puji oleh pria di sebelahnya.


"Ini neng bakso nya!" Abang bakso tersebut membuyarkan kecanggungan keduanya yang terlihat salah tingkah.

__ADS_1


"Makasih mang." ucap Anna.


"Sama sama neng." ucap Abang bakso yang mengambil satu mangkok lagi untuk Reza.


"Jadi,kakak mau ngomong apa?" tanya Anna sambil makan, karena ia sudah sangat lapar.


"Aku boleh minta nomor handphone mu?" tanya Reza.


"Boleh,ini tulis aja nomor kak Reza,biar nanti aku yang chat." Anna memberikan ponselnya pada Reza.


"Nah udah,kamu aja yang save nomor nya." Reza memberikan lagi ponsel tersebut pada Anna.


("Aku kasih nama siapa yah,eemm my secret kali aja yah,biar lebih lucu.") batin Anna.


"Udah aku save yah kak,udah aku chat juga,udah ada kan?" tanya Anna.


"Iyah udah ada kok." ucap Reza melihat layar ponselnya.


Anna langsung melanjutkan makan nya, karena ia sudah lapar, sedangkan Reza memperhatikan Anna yang sedang makan.


("Aku menyukai nya, karena dia apa adanya,saat makan bersama pun dia apa adanya,tidak menjaga image nya seperti wanita lain.") batin Reza.


Reza melihat ada saos yang menempel di sudut bibir Anna,Reza pun langsung mengambil tisu lalu membantu mengelap nya.


"Pelan pelan makannya,jangan belepotan begini." Reza mengelap sudut bibir Anna menggunakan tisu.


("Ya ampun apalagi ini, sepertinya sebentar lagi Anna teh pingsan deh.") batin Anna,ia terdiam saat Reza mengelap bibirnya.


Saat kejadian itu,ternyata Natan memperhatikan mereka,wajah Natan memerah menahan amarah saat melihat istrinya di perlakukan seperti itu oleh laki-laki lain.


"Anna!" Panggil Natan sambil mengepalkan tangannya, kemudian ia menghampiri Anna.


("Aduh,tadi suami lihat gak yah,tapi kayaknya suami marah.") batin Anna.


"Ayo pulang!" Natan menarik tangan Anna.


"Hey jangan kasar seperti itu!" ucap Reza yang melihat Anna seperti kesakitan.


"Ini bukan urusan mu!" ucap Natan yang langsung meninggalkan tempat tersebut,Reza hanya bisa melihat nya.


"Siapa laki-laki itu,apa dia kakak nya,kalau memang benar,kenapa kakaknya terlihat galak sekali,hmm kasihan sekali Anna,pasti dia di larang berpacaran sama abangnya,mungkin dia terlalu sayang sama Anna sehingga takut kalau Anna tersakiti,hmm sepertinya aku harus bisa buktikan kalau aku tidak main main sama Anna." gumam Reza saat melihat Anna semakin menjauh dari nya.

__ADS_1


Anna dan Natan sudah berada di dalam mobilnya, tiba-tiba Natan menutup pintunya dengan sangat keras, sehingga membuat Anna terkejut dan menutup telinga nya.


Natan langsung melajukan mobilnya, sepanjang perjalanan,Natan tidak berbicara sepatah kata pun,hanya terlihat wajahnya yang terlihat seperti menahan amarah nya.


__ADS_2