Bukan Cinta Yang Salah

Bukan Cinta Yang Salah
TAMAT


__ADS_3

Saat Natan pergi keluar mencari rujak menggunakan sepeda motor,Ambu dan ajeng pun langsung menghampiri Anna ke kamar nya.


Tok tok tok


"Masuk!" ucap Anna dari dalam.


Ambu dan ajeng pun langsung masuk k dalam kamar nya, mereka tersenyum melihat Anna yang sedang berbaring di atas tempat tidur.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Ajeng yang langsung duduk di tepi ranjang begitu pun dengan Ambu yang langsung mengikuti nya.


"Nggak tau mah,mungkin Anna lagi nggak enak badan aja." ucap Anna sambil memijit pelipisnya.


Ajeng dan Ambu saling menatap sambil tersenyum. "Apa kamu teh udah telat datang bulan neng?" tanya Ambu.


Deg


Anna tersentak mendengar pertanyaan Ambu,ia baru tersadar kalau ia memang sudah telat bulan ini.


"I iyah Ambu." ucap Anna gugup.


"Alhamdulillah, sepertinya kamu hamil nak." Ambu dan Ajeng saling menatap.


"Hamil!" Anna terkejut dengan perkataan mertuanya itu.


"Iyah,eemm kebetulan Ambu ada alat testpack di kamar,nanti Ambu ambil yah,besok pagi kamu cek." ucap Ambu yang langsung keluar dari kamar tersebut.


Sedangkan Anna masih termenung dengan segala pikiran nya yang masih belum percaya dengan perkataan ibu dan mertuanya itu.


"Mah,kalau Anna beneran hamil,apa anna bisa menjadi seorang ibu,Anna takut kalau Anna belum pantas?" tanya Anna dengan gugup.


"Kamu pasti bisa sayang,jika memang kamu benar benar hamil, berarti Allah sudah percayakan kamu untuk memiliki anak,jadi kamu pasti bisa menjaganya dengan baik,mama, papa juga orang tua mu pasti akan selalu ada untuk mu,kita akan selalu mendampingi mu,mungkin kamu masih sangat muda,tapi mama yakin,kamu pasti bisa menjadi seorang ibu yang hebat." Ajeng memeluk Anna.


"Makasih mah,mama selalu sayang sama Anna,Anna benar benar beruntung memiliki mertua seperti mama dan juga papa." Anna membalas pelukannya.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian,Ambu datang membawa sebuah alat testpack,ia memberikan nya ke pada Anna, kemudian ia dan juga ajeng keluar dari kamar tersebut, mereka membiarkan Anna untuk beristirahat sambil menunggu Natan datang.


Sementara di tempat lain,Natan sangat kebingungan karena ia sudah mencari kemana mana tukang rujak namun,tak juga ia temukan, akhirnya ia memilih untuk kembali pulang karena ia yakin malam malam begini Memang tidak ada tukang rujak yang berjualan.


Saat Natan sudah kembali lagi ke rumah,ia pun masuk,dan ternyata semua orang sudah tidak ada di ruang tamu,mungkin mereka sudah masuk ke dalam kamar nya masing-masing karena ini juga sudah terlalu larut malam.


Namun saat Natan masuk ke dalam kamar, ternyata Anna masih belum tidur,Anna sepertinya sedang memikirkan sesuatu.


"Sayang." Natan menghampiri Anna,ia duduk di samping Anna. "Maafin mas yah,mas nggak bisa bawain rujak pesenam Anna,mas udah cari kemana mana,tapi nggak ada." ucap Natan merasa bersalah.


"Nggak papa mas,Anna pengen nya juga tadi, sekarang udah nggak pengen lagi." ucap Anna.


"Terus kamu kenapa masih belum tidur jam segini?" tanya Natan penasaran.


"Aku nungguin mas,aku pengen tidur di peluk mas." ucap Anna.


"Ya sudah,sini mas peluk yah sayang." Natan pun merebahkan tubuhnya di samping Anna, kemudian ia tidur sambil memeluk istrinya dengan penuh kasih sayang, sampai akhirnya mereka pun tertidur pulas.


***


Anna sengaja bangun terlebih dahulu,ia tidak membangunkan Natan,karena ia ingin mengecek hasil testpack yang baru saja ia gunakan di dalam kamar mandi.


"Garis dua." Anna terkejut melihat hasil testpack yang menunjukkan bahwa hasilnya positif.


Anna pun langsung keluar dari kamar mandi,ia berlari penuh kebahagiaan sambil memanggil suaminya.


"Mas,mas Natan." panggil Anna.


Natan yang baru saja terbangun pun merasa terkejut mendengar Anna yang memanggil namanya,ia pun langsung duduk dari posisi tidurnya.


"Iyah sayang,kenapa?" Natan menguap sambil melihat ke arah Anna yang menghampiri nya.


"Ini mas lihat." Anna memberikan hasil testpack pada Natan sambil tersenyum.

__ADS_1


"Kamu hamil?" Natan terkejut,namun ia pun merasa bahagia dengan apa yang baru saja ia lihat.


Natan pun langsung memeluk Anna,ia sangat bahagia, walaupun ia masih tak menyangka ternyata ia bisa memiliki momongan secepat ini,ia sangat bahagia saat mengetahui nya.


"Terimakasih sayang,mas janji akan menjaga kamu dan anak kita." Natan mengelus perut Anna yang masih terlihat rata,Anna pun langsung mengangguk sambil meneteskan air mata.


"Kenapa kamu nangis sayang?" Natan mengusap air mata di pipi Anna.


"Anna nggak percaya aja mas,Anna bisa hamil secepat ini, perasaan Anna baru saja lulus sekolah kemarin." ucap Anna terharu.


"Tapi kamu bahagia kan sayang?" tanya Natan,takut jika Anna belum siap.


"Anna bahagia mas,mas Natan adalah kebahagiaan Anna di tambah dengan calon bayi kita membuat Anna semakin bahagia,Anna sangat bersyukur bahwa orang tua kita sudah menjodohkan kita berdua,Anna yakin bahwa cinta kita ini adalah,bukan cinta yang salah, walaupun awalnya memang kita tak pernah menginginkan nya." Anna meneteskan air matanya.


"Mas juga sangat bahagia sayang, sekarang,tak ada lagi kebahagiaan mas,selain bisa melihat mu bahagia,maafkan mas,jika mas pernah membuat Anna terluka,mas pernah mempermainkan pernikahan ini dengan memiliki wanita lain,tapi sekarang mas yakin,bahwa kebahagiaan mas adalah kamu,kamu lah wanita terbaik yang telah Allah takdir kan untuk mas,melalui perantara orang tua kita, semoga kamu bisa memaafkan kesalahan mas!." ucap Natan dengan lembut.


"Anna sudah melupakan nya mas,mulai sekarang,kita akan selalu bersama,mas dan Anna akan hidup bahagia bersama anak anak kita nanti." ucap Anna penuh haru.


"Terimakasih sayang,sekarang,kita kasih tau orang tua kita, mereka pasti senang mendapat kabar kehamilan kamu." ucap Natan.


"Iyah mas." jawab Anna sambil tersenyum.


Anna dan Natan pun langsung keluar dari kamar,mereka memberitahu kabar bahagia ini,para orang tua pun sangat terkejut dan senang saat Natan memberitahu nya.


"Alhamdulillah." terdengar suara itu terucap di mulut para orang tua yang mendengar kabar kehamilan Anna.


Mereka pun saling berpelukan,tanda jika mereka memang sangat bahagia dengan kabar ini,harus biru pun tengah terjadi di ruang tamu tersebut, mereka sangat bahagia dengan apa yang terjadi.


Para orang tua pun sangat senang, karena ternyata keputusan mereka untuk menjodohkan anak anak nya ternyata adalah keputusan yang terbaik, sehingga membuat semuanya bahagia.


***


Jodoh,sudah di atur oleh Allah SWT,jika kita menerima takdir yang sudah Allah tentukan,niscaya kita akan mendapatkan kebahagiaan jauh lebih indah dari apa yang kita harapkan.

__ADS_1


*TAMAT*


__ADS_2