
Ya bu, dinda dah bilang, nanti dinda coba bujuk lagi, kan kerja yang sekarang mah cape sama waktunya ga bakalan bisa nanti kalau sambil kuliah, yah mudah-mudahan rendi mau menerima tawaran ini "
"Aamiin " , jawab kami bersamaan
Keesokan harinya, aku pun masuk sekolah, dan seperti biasa aku sampai di sekolah masih sepi, pada saat masuk ke kelas aku lihat rendi dan datang, aku pun mendekati nya dan memberikan bekal yang tadi ibu siapkan.
"Ini, dari ibu buat kamu, nanti siang aku ke rumah yah mau ada yang mau aku omongin sama kamu! "
"Ya"
Itulah rendi orang nya sangat irit dalam bicara
"Hai..... dinda kamu udah sehat nih? " ledek santi ketika dia baru datang. Dasar santi kebiasaan banget bikin esmosi di pagi hari.
"Hai... dinda baru rencana nya siang ini kita niat mau jengukin nih!, eeeeh udah masuk aja, ga jadi dong nanti ada yang mau ketemu camer nya! " rame deh seisi kelas
Aku pun tidak menanggapi celotehan mereka, aku segera mengeluarkan kue dan buah-buahan yang sengaja tadi aku bawa dari rumah.
"Ini aku bawa kue dan buah-buahan nih ayo yang mau merapat! " tawarku kepada teman-teman yang udah dateng.
"Waaah asyik dong, ini mah jadi kebalik biasanya juga yang sakit yang di bawain, ini malah kebalikan, yang sakit yang bawa makanan! " sindir santi sama teman-teman sekelasnya.
"Sssttt, santi ga boleh begitu! "
__ADS_1
Pulang sekolah aku mampir ke rumahnya rendi, sekalian temu kangen sama ibu dan ica, seperti biasa aku pun mampir buat bawain makanan buat ibu sama ica.
"Assalamualaikum"
"Waalaikum salam, ya Allah neng dinda kamu kemana aja? " begitu menjawab salam ibu langsung memeluk aku erat, bahkan bahuku basah, ya ibu menangis mungkin karena terharu kami baru bertemu lagi, biasanya minimal seminggu sekali aku akan mampir, ini udah hampir 3 blnan.
"Ayo duduk neng, rendinya belum datang mungkin sebentar lagi " sahut ibu lagi.
"Ibu gimana kabar nya sehat kan, ica nya kemana bu? " tanya ku pada ibu
"Alhamdulillah ibu sehat neng, ica lagi main baru aja, ibu kangen banget sama kamu ica apalagi hampir tiap hari ica nanyain sama kakaknya kalau pulang sekolah."
"Udah makan belum, kebetulan ibu hari ini masak sayur asem, sambel tempe sama teri kacang loh! "
"Ibu juga ga tau tah, tau-tau ibu tadi pagi belanja yang ada di pikiran ibu aja, kayaknya efek kangen sama neng dinda deh, eeeeh tau-tau yang di kangenin nongol! "
"Assalamualaikum " , "Waalaikum salam jawab kami kompak, ketika rendi pulang dan mengucapkan salam.
"Nah kakak udah pulang kita sekalian makan siang " ucap ibu lagi, sambil berlalu ke dapur untuk menyiapkan makanan.
"Udah lama din?! " tanya rendi
"Belum terlalu lama kok, tumben lama? "
__ADS_1
"Tadi mampir ke toko tempat kerja dulu, izin ga masuk paling nanti ngambil lembur di hari sabtu dan minggu, " imbuh rendi
"Nah ini makanan nya ayo kita makan siang bareng! "
"Ica mana bu? ga makan bareng? "
"Ica lagi main ke rumah temennya sambil kerja kelompok, dia udah makan duluan tadi, jadi ayo! "
Kami pun makan bersama dengan khusyu tanpa ada yang bicara. Setelah makan siang nya selesai aku pun ikut membereskan piring-piring kotor tapi ibu menolak, akhirnya aku kembali ke teras rumah.
"Kamu mau ngomongin apa? tanya rendi ketika aku sudah duduk di samping nya! "
"Aku mau ngomongin tentang kerjaan yang dulu pernah aku bahas kan, buat kerja di kantornya papah, biar bisa sambil kuliah lagi"
kataku pada rendi.
"Apa ga berlebihan din, aku cm lulusan sma dan aku cacat din, pasti orang-orang juga akan mikir nya mungkin karena liat kamu."
lirih rendi.
"Ga boleh pesimis gitu dong, mumpung lagi butuh karyawan dibeberapa devisi" sahutku lagi.
"Mau ya ren? " tanyaku penuh harap.
__ADS_1
Rendi pun menghela nafas panjang sambil termenung sejenak.