
"Aduh sepertinya ini teh Abah tersaingi oleh si Andi,Ambu sudah terpesona oleh artis, sampai sampai Ambu tidak mau di ajak masuk sama Abah." Abah memasang ekspresi wajah sedih.
"Tidak Abah,Ambu teh cuma bercanda,ayo kita masuk,Ambu teh kan cinta nya cuma sama Abah,Andi mah hanya idola saja." ucap Ambu yang langsung merangkul Abah.
Anna dan Natan hanya geleng-geleng melihat dua sejoli itu, walaupun mereka sudah tidak muda lagi,tapi masih tetap harmonis sampai saat sekarang ini.
Anna dan Natan pun belajar dari kedua orang tuanya, yang rumah tangga nya tetap utuh dan terjalin dengan baik sampai saat ini.
"Kita juga masuk yuk,pusing lihat Andi di kerumuni ibu ibu itu." ucap Natan.
"Iyah mas ayo!" ucap Anna yang juga merangkul suaminya itu saat masuk ke dalam rumah nya.
Beberapa saat kemudian,Andi masuk ke dalam rumah dengan langkah gontai,ia merebahkan tubuhnya di atas sofa, wajahnya seperti sangat kelelahan, sampai sampai banyak cap bibir di kening dan pipinya.
"Loe abis di apain sama ibu ibu itu,hehehe." Natan tertawa saat melihat sahabatnya itu.
"Gue nyerah deh kayaknya,ibu ibu itu pada kejam banget Ama gue,pake cubit cubit sama cium gue segala." ucap Andi dengan nada suaranya yang terlihat lelah.
"Hahaha,aduh kamu teh lucu,coba lihat muka mundu cermin." Anna tertawa melihat wajah Andi.
"Emang nya kenapa?" tanya Andi heran.
"Banyak tanda cinta di sana,hehehe." ucap Anna.
"Udah udah jangan ngeledek Andi terus,kasian dia teh udah di lec*hkan sama ibu ibu,hehehe." ucap Ambu yang juga ikut tertawa.
"Sudah sudah,mending kita makan yuk, kasihan pasti Andi capek pisan,habis di tarik tarik sama ibu ibu." ucap Abah yang juga ikut terkekeh.
"Ya sudah,aku ke toilet dulu sebentar." ucap Andi yang langsung pergi dari tempat tersebut.
Saat Andi pergi,semua nya pada tertawa terbahak bahak mereka sangat terhibur oleh kedatangan Andi ke rumah nya.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian,Andi pun kembali lagi, mereka makan bersama,terasa sangat kental kekeluargaan yang mereka jalani,Ambu dan Abah pun menganggap semuanya sebagai anak kandung nya,tak ada yang mereka beda bedakan semua nya sama.
"Nat,abis ini gue harus balik lagi ke tempat kerja gue,eemm loe mau pulang kapan?" tanya Andi.
"Nanti sore juga pulang,besok kan gue harus kerja,Anna juga harus kuliah." ucap Natan.
"Hmm Ambu teh pasti kesepian kalau kalian teh pada pulang,kita teh tinggal berdua lagi atuh kalau gitu mah." Ambu terlihat sedih ketika mereka mengatakan akan pulang.
"Ambu,nanti juga kita sering sering kesini kok,Ambu nggak usah sedih yah,lagian kan Jakarta ke Bandung nggak terlalu jauh,jadi kita bisa sering sering kesini." ucap Natan.
"Iyah Ambu,mas Natan teh bener,Ambu gak usah sedih atuh yah." ucap Anna sambil mengusap punggung ibu nya.
"Iyah,Ambu teh nggak sedih lagi,tapi kalian teh bener yah harus sering sering ke sini,Andi juga kalau misalkan nggak sibuk, kesini juga yah." ucap Ambu.
"Siap Ambu." ucap Andi sambil mengacungkan jempol nya.
Setelah makan,Andi berpamitan kepada semuanya,ia sangat berterimakasih karena sudah di jamu dengan baik di keluarga ini,Andi tak pernah merasakan kebahagiaan seperti ini. Bahkan mungkin tidak akan, karena ibu nya lebih mementingkan karir nya dari pada anak nya sendiri.
"Pasti nak,Abah juga sangat senang kamu ada disini." ucap Abah.
Andi pun langsung masuk ke dalam mobil dan melaju kan nya, sementara mereka memperhatikan mobil tersebut sampai tak terlihat lagi dari pandangannya.
Namun ternyata, Sebelum Andi melanjutkan perjalanan ke tempat kerjanya,ia mampir dulu ke rumah Mira,entah kenapa ia ingin sekali bertemu dulu dengan nya,si janda muda yang membuat nya jatuh cinta.
Saat melihat sebuah mobil yang terparkir di depan rumah nya,emak Yuni dan Mira tampak nya sedikit bingung.
"Itu teh mobil nya siapa neng?" tanya Yuni pada Mira.
"Nggak tau atuh mak,mungkin orang yang mau nanya alamat." jawab Mira.
Saat Andi turun dari mobil,Mira dan emak Yuni pun terkejut melihat nya,Andi tersenyum melihat keduanya.
__ADS_1
"Euleh euleh,mau kemana Ujang teh,udah rapi gini?" tanya emak Yuni.
"Andi mau pamit ke tempat kerja lagi Bu" ucap Andi sambil tersenyum.
"Atuh kok sebentar pisan di sini nya." ucap emak Yuni.
"Iyah Bu,Andi masih ada kerjaan." ucap Andi.
"Iyah juga sih,kalau ada di sini terus mah, bagaimana emak nanti bisa nonton sinetron kamu,hehehe." ucap emak Yuni sambil terkekeh.
"Eemm Andi boleh ngobrol sebentar sama Mira Bu?" tanya Andi sopan.
"Oh Iyah sok silahkan,emak teh ke dapur dulu kalau gitu,kalian ngobrol aja." ucap emak Yuni,dia mengerti mungkin mereka mau mengobrol berdua.
Andi duduk di sebelah Mira yang tampak nya sedikit malu malu, beberapa saat mereka hanya terdiam,mungkin awalnya gugup mau mengobrol apa.
"Mir?" panggil Andi.
"Iyah a." sahut Mira.
"Aku,pamit dulu yah," ucap Andi ragu.
"I-iyah a,hati hati di jalan." ucap Mira gugup.
"Tapi sebelum itu,apa boleh aku berkata jujur sama kamu,aku takut akan kepikiran nanti kalau aku pergi dari sini tapi aku belum bilang ini sama kamu." ucap Andi.
"Aa teh mau ngomong apa?" tanya Mira.
"Entah kenapa,saat pertama kali lihat kamu,waktu di sungai itu,aku sangat tertarik dengan mu, jujur saja,aku belum pernah merasakan perasaan seperti ini sama seorang wanita,tapi jujur saja,aku bukan laki laki baik,aku hanya seorang laki-laki yang ingin berubah menjadi lebih baik,untuk itu,aku mau bilang kalau sebenarnya,aku ingin lebih serius sama kamu." ucap Andi.
"Maksud a Andi teh bagaimana?" Mira masih sedikit bingung.
__ADS_1
"Jujur saja dari dulu aku hanya menganggap seorang wanita hanyalah untuk sebuah mainan,aku sudah banyak bermain dengan wanita manapun,tapi ketika melihat mu, pikiran ku berubah,aku merasakan sesuatu hal yang berbeda,aku mengatakan ini,supaya kau juga bisa mengambil keputusan,aku tak mau ada yang di sembunyikan dari ku, walaupun itu keburukan ku,jadi aku aku ingin kau menjadi istri ku, apakah kau bersedia?" tanya Andi sambil memegang tangan Mira.