
"Coba kamu lihat, pengantin yang sedang menyambut mu di sana?" ucap Anya menunjuk pengantin wanita yang sudah menyambut dengan di gandeng oleh dua orang di samping kiri dan kanannya.
Andi pun langsung melihat ke arah pengantin wanita tersebut,ia begitu terkejut melihat siapa wanita yang akan menjadi istri nya itu.
"Mira?" ucap Andi dengan sangat terharu.
"Mah,aku nggak lagi mimpi kan?" Andi mencoba mencubit pipi nya.
"Nggak sayang." Anya tersenyum.
"Tapi, bukankah Mira masih marah sama Andi?" ucap Andi masih tak percaya.
"Jadi begini." Anya menghembuskan nafasnya.
*Flash back on*
Satu hari setelah pulang dari rumah sakit,Anya dan juga Arif sudah janjian untuk bertemu,mereka akan pergi menemui Mira di Bandung,Arif jelas tau di mana alamat Mira,karena waktu itu ia pernah menyuruh seseorang untuk mengintai Andi,jadi ia bisa dengan gampang,tau,dimana rumah Mira.
"Terimakasih,kau sudah mau berubah,aku sangat bangga jika kau melakukan ini untuk kebahagiaan Andi." ucap Arif saat di dalam mobil.
"Iyah mas,aku sangat menyesal telah membuat anakku menderita,hanya inilah yang bisa aku lakukan,karena aku tau,Mira akan mengerti,jika aku yang menjelaskan nya." ucap Anya.
"Aku sangat bangga padamu,tapi aku minta maaf,karena walaupun kau sudah berubah,aku tidak bisa kembali lagi bersama mu." ucap Arif.
"Aku mengerti mas,aku pun sadar diri,bahwa kesalahan ku terlalu besar padamu,aku hanya berharap,kau bisa menemukan kebahagiaan mu, walaupun kita tak bisa bersama lagi,dan aku juga ingin,kita tetap selalu akur walaupun tidak tinggal satu atap, aku ingin kita menjadi orang tua yang baik buat Andi, walaupun kita bukan suami istri lagi." ucap Anya.
Arif pun mengangguk sambil tersenyum, sebenarnya ia Terus bolak balik berpikir untuk kembali lagi bersama Anya,namun hatinya terlalu kecewa,ia hanya takut akan mengecewakan Anya,jika ia harus memaksakan untuk bersama dalam ikatan pernikahan lagi.
Beberapa saat kemudian, mereka sampai di rumah Mira,Arif pun langsung mengetuk pintu rumah nya,tak beberapa lama kemudian, pintu pun terbuka,dan ternyata Yuni yang membukanya.
__ADS_1
"Maaf,ini teh siapa yah,mau ketemu sama siapa?" tanya Mak Yuni.
"Kita orang tua Andi,boleh kita bertemu dengan Mira?" ucap Anya.
"Oh,jadi kalian teh orang tua nya,sia artis itu,mau ngapain kalian kesini,mending kalian teh pergi aja,daripada harus membuat Mira teh sakit hati lagi." ucap Mak Yuni.
"Sebentar Bu,saya mau menjelaskan sesuatu pada Mira,jadi saya mohon, izinkan saya untuk bertemu dengan nya." ucap Anya,ia memohon.
"Siapa Mak?" tiba-tiba Mira datang.
Melihat Mira yang datang,Anya pun langsung berlutut di kaki nya,ia ingin Mira bisa memaafkan perbuatannya dan juga memaafkan Andi.
("Ini teh,ibu nya a Andi,aku lihat di TV waktu itu.") batin Mira.
"Jangan seperti ini Tante, berdirilah." ucap Mira,ia merasa tidak enak.
Mira pun berjongkok supaya posisi nya sejajar dengan Anya. "Tante,ayo,kita duduk,jangan seperti ini." ucap Mira dengan lembut,Mira pun langsung membantu Anya berdiri,lalu membawa nya duduk di kursi,Arif dan Mak Yuni yang memperhatikan pun langsung mengikuti keduanya.
"Mir,kamu pasti tau siapa saya,saya mau menjelaskan semuanya sama kamu, tentang malam pertunangan itu." ucap Anya.
"Sudah Tante,Mira juga sudah melupakan nya,tidak ada yang perlu di jelaskan lagi,Mira sadar siapa Mira dan siapa keluarga Tante." ucap Mira.
"Tidak Mira,Andi tidak tau apa-apa soal malam itu,itu hanya rencana Tante,Tante yang sudah menjebak Andi untuk bertunangan dengan Elsa,tapi sekarang Tante sadar,kalau ternyata Andi tidak mencintai Elsa,dia mencintai kamu mir,jadi Tante mohon,maafkan Andi,dia sangat sungguh sungguh padamu,dia tidak pernah mempermainkan perasaan mu." ucap Anya,ia memegang tangan Mira.
("Ternyata benar apa yang dikatakan a Andi,kalau ia hanya di jebak oleh mama nya,tapi sekarang aku harus bagaimana, walaupun aku memang mencintai a Andi tapi,apa mungkin kita bisa bersama.") batin Mira.
"Tapi,Tante tau kan status saya,saya tidak pantas untuk Andi Tan." ucap Mira.
"Tidak Mira,Tante tau semuanya,Tante memberikan restu untuk kalian,jadi Tante mohon,kamu mau kan menikah sama dia?" tanya Anya.
__ADS_1
Mira pun melihat ke arah Yuni, melihat Yuni yang mengangguk,Mira pun ikut mengangguk.
"Terimakasih sayang,besok adalah hari Pernikahan kalian,Tante sudah menyiapkan semuanya, surat surat nya juga sudah Tante urus," Anya memeluk Mira,ia sangat bersyukur,Mira mau menerima Andi kembali.
"Apa besok?" tanya Mira tak percaya.
"Iyah." ucap Anya.
Anya pun sudah menyiapkan semuanya Sebelum ke rumah Mira, dekorasi, catering,gaun pengantin, bahkan semuanya sudah ia siapkan saat ia masih berada di rumah sakit,ia sudah menyiapkan semuanya ini matang matang,ia pun yakin Mira akan mengiyakan permintaan nya,karena ia sadar ia lah sumber masalah ini,dan ia pun juga yang bisa menebusnya.
*Flash back off*
Andi membulatkan matanya tak percaya,ia pun memeluk Anya. "Terimakasih mah." ucap Andi.
"Sama Sama sayang,ayo,kita turun,calon istri mu sudah lama menunggu di sana!" ucap Anya,Andi pun mengangguk.
Mereka pun langsung turun dari mobil, beserta dengan semua kerabat yang ikut,termasuk keluarga Anna dan juga keluarga Natan yang juga turut mendampingi calon pengantin pria.
Mira terlihat sangat cantik menggunakan kebaya berwarna putih, wajah nya tampak bercahaya,Andi yang melihatnya pun tak henti hentinya memandangi wajah cantik calon istri nya itu, yang sepertinya sedang tersipu malu.
Setelah acara penyambutan, mereka pun ke dalam,kini acara akad nikah pun akan dilaksanakan,Andi terlihat tegang di sandingkan bersama sang calon istri, jantung nya berdebar kencang,karena ia pun tak melakukan latihan di rumah terlebih dahulu karena ini sangat mendadak bagi nya.
Namun dengan keyakinan dan kepercayaan diri yang tinggi, akhirnya Andi bisa mengucapkan ijab kabul dengan sekali tarikan nafas.
Sah
Terdengar jelas suara itu menggema di rumah tersebut,suasana haru pun menyeruak di dalam nya, Andi dan juga Mira meneteskan air mata bahagia,kini Mira mencium tangan Andi,dan juga Andi mencium kening Mira,setelah itu mereka langsung di persilahkan untuk duduk di pelaminan.
Beberapa tamu undangan turut hadir di pesta pernikahan yang meriah tersebut, terlihat binar bahagia dari semua yang menyaksikan acara tersebut.
__ADS_1