Bukan Cinta Yang Salah

Bukan Cinta Yang Salah
episode 11


__ADS_3

"Ehm.......... "


Replek tangan rendi pun lepas dari pipiku, dan wajahku memerah seketika, kami pun menengok ke sumber suara yang ternyata pak ujang.


"Ya Allah non, nak rendi kenapa kok bisa begini ?"


""Gak apa-apa pak, hanya salah paham aja,"


"Ga apa-apa gimana orang babak belur begitu! " kataku sambil mendumel.


"Ayo non kita bawa ke klinik aja, biar nanti ga ada yang infeksi! " kata pak ujang sambil membantu rendi untuk berdiri dan di papah sampai ke parkiran mobil.


"Ga usah ke klinik, langsung pulang aja din, !"


"Ga, kamu harus ke klinik, aku ga mau terjadi sesuatu sama kamu! " sanggahku


"Aku ga apa-apa, cuma menar dikit aja !" tolak rendi lagi, tapi aku ga mau dengar dan ga lama kemudian mobilpun berhenti di depan klinik yang ada di pinggit jalan, lalu aku pun turun dan kembali bersama pak ujang memapah rendi ke dalam klinik.


Setelah dibersihkan lukanya dan diberi antiseptik, serta ada juga resep yang harus diambil, setelah selesai kami pun pulang.


Ketika sampai di depan rumah, "Assalamualaikum, " kami bertiga kompak mengucap salam.

__ADS_1


"Waalaikum salam, kakak kamu kenapa? " ibu kaget ketika melihat rendi yang amburadul.


Kamipun membawa rendi ke kamarnya, lalu pak ujang pamit menunggu di mobil.


"Rendi dipukulin sama teman-teman sekelas bu, itu dewo yang suka dinda ceritain! " sungutku kesal.


"Ko bisa gitu sih kak?! kenapa kakak ga bales?! kan kakak bisa bela diri juga! " kata ibu lagi, aku bengong


"Kamu bisa bela diri ren? kenapa ga dibales ini malah diem aja! "


"Kalau di bales urusannya nambah panjang nantinya din, bu, aku ga mau malah jadi ribet dan ujung-ujungnya tetep aku yang salah! "


"Udah kamu pulang aja, udah sore nanti ibu kamu khawatir, oh iya bu minta tolong ambilin uang kakak di lemari?


"Untuk apa kak? " tanya ibu heran, tapi tetap ibu ambilin uangnya rendi, lalu diberikan ke tangan rendi.


"Ini buat ganti uang ke klinik tadi, maaf cuma ada segitu, nanti sisanya gaji bulan depan! "


Aku pun kaget, lalu tanpa permisi aku bangun dari duduk dan hendak melangkah pergi, namun rendi mencegah dengan mencekal lenganku, melihat kami begitu, seperti biasa ibu diam-diam pergi agar kami menyelesaikan masalah kami


"Jangan marah dulu, duduklah!" dengan lembut rendi berkata dengan tangan nya masih memegang tanganku.

__ADS_1


"Jangan tersinggung dulu, aku tuh


malu din sama kamu, aku tau kamu memberi apapun ikhlas, tapi tolong biar kan aku belajar bertanggung jawab, aku ini laki-laki, bagaimana kalau aku tidak belajar dari sekarang, nanti masa suami tergantung sama istrinya! "


Aku pun tersenyum mendengar kata-katanya, rasanya aku melambung ke awan, manis sekali dia.


"Ya iya aku terima uang nya, aku pulang dulu yah besok ga usah sekolah dulu, aku udah minta surat dokter 3 hari nih, jangan kangen sama aku yah !" ucapku lagi, kemudian aku pun pamit sama ibu dan ica.


Keesokan harinya disekolah sudah ramai gosip bahwa aku pacaran sama rendi, bahkan ada di mading kelas ku dengan foto-foto kami kemarin dengan judul "si pincang yang beruntung! "


Darahku terasa mendidih, ingin rasanya aku sobek-sobek itu berita, pasti kerjaan nya gengnya dewo ini mah, siapa lagi kalau bukan mereka, tapi aku coba menahan emosi, aku takut imbasnya bukan padaku tapi pada rendi, seperti kejadian kamarin sore.


"Apa yang harus kulakukan kalau seperti ini, apakah aku harus mengubur rasa ini dan menjauhi rendi agar hidup rendi tenang? "


Aku tidak ingin kejadian seperti kemarin terjadi lagi, mereka bener-bener tidak mempunyai perasaan, aku pikir dulu mereka hanya akan menjauhi aku apabila mereka tau bahwa kami mempunyai hubungan, aku ga pernah berpikir mereka akan berbuat brutal dengan memukulin rendi, itu ketauan, kalau ga ketauan pasti lebih parah.


Sampai di rumah pun aku masih memikirkan apa yang harus aku lakukan agar rendi tidak menjadi sasaran mereka, "aku bingung apakah harus aku melepaskan nya atau tetap akan dihadapin bareng-bareng semuanya.


"Tok... tok... din.....ni mamah boleh masuk kan? " suara mamah terdengar mengetuk pintu kamarku.


"Masuk aja mah ga dikunci kok! " sahutku

__ADS_1


__ADS_2