Bukan Cinta Yang Salah

Bukan Cinta Yang Salah
Bab 39.Bertemu Andin


__ADS_3

Setelah selesai makan,Anna dan natan langsung kembali ke kamar nya,Anna merasa kecapean setelah ia jalan jalan tadi,apalagi ini pertama kalinya ia membawa motor di tempat yang baru, sehingga membuat nya sedikit tertantang.


"An?" Panggil Natan,saat Anna baru saja naik ke atas tempat tidur.


"Iyah" jawab Anna singkat.


"Kita kan udah jadi suami istri nih,apa tidak sebaiknya kalau kita melakukannya malam ini?" ucap Natan ragu.


"Melakukan apa?" tanya Anna heran, karena Natan tidak berbicara intinya.


"Itu loh,masa kamu nggak ngerti sih,aku kan suami kamu dan kamu istri aku,kita belum melakukan itu sejak menikah." ucap Natan tersenyum.


"Oh itu,ya udah sini,naik ke sini cepat!" Anna menepuk tempat di sebelah nya.


"Beneran?" wajah Natan terlihat senang.


"Iyah sini,kamu nya baringan dulu di sini!" ucap Anna.


Natan pun menuruti perintah Anna,ia berbaring di sebelahnya.


("Bentar bentar,tapi kayak ada yang aneh yah, seharusnya dia kan yang berbaring,masa dia mau di atas sih, sepertinya ada yang salah,aku mencium bau bau salah pemahamannya lagi ini.") batin Natan.


"Nah,enak kan aku pijitin,kenapa nggak ngomong dari kemaren sih kalau emang mau di pijit,pake ngomong belum ngelakuin itu lah, yah orang kamu nya nggak ngomong,aku kan nggak ngerti,untung aku langsung paham kan sama yang kamu mau." Anna tersenyum sambil terus memijit kaki Natan.


"I-iyah,aku yang salah,nggak ngomong sama kamu dari kemaren, hehehe,kamu memang pengertian bisa langsung paham yah,hehehe." Natan pura pura tersenyum.


("Tuh kan,udah ketebak,nih bocah emang kadang kadang.") batin Natan.


Anna terus memijit kaki Natan dengan semangat,namun berbeda dengan Natan,ia malah merasakan hal yang aneh saat jari jari tangan Anna menyentuh kulit nya.


("Duh gawat,si Joni malah beraksi lagi, kayaknya gak bisa di biarin deh,bisa bisa malam ini si Anna di makan juga sama gue, padahal dia belum siap kayaknya.") batin Natan.


"Eemm kayaknya udah cukup deh pijitin nya, hehehe." ucap Natan pura pura tersenyum.


"Pijitan Anna teh nggak enak yah." ucap Anna memasang ekspresi sedih.


"Bukan gitu,aku cuma takut kamu kecapean,jadi udah yah, udah cukup kok,aku udah nggak pegel lagi,tuh kan udah enakan kaki nya di pijitin sama kamu." ucap Natan sambil menggoyang goyangkan kakinya.


"Ohh,ya udah deh kalau gitu,nanti Anna pijitin lagi yah,kalau suami pegel." ucap Anna.


("Mendingan nggak usah deh,gue takut khilaf soalnya.") batin Natan.

__ADS_1


"I-iyah,boleh." jawab Natan.


"Ya udah,kita tidur yuk,Anna besok kan harus ke kampus lagi." ucap Anna.


("Nggak sabar buat ketemu lagi sama my Hero, yang udah nolong aku tadi,hehehe.") batin Anna.


"Kenapa kamu senyum senyum sendiri?" tanya Natan,saat melihat Anna yang sepertinya sedang memikirkan sesuatu.


"Nggak kok,yu ah tidur." ucap Anna yang langsung menutup tubuhnya dengan selimut.


("Anna Kenapa sih sejak tadi pulang sikapnya jadi aneh gitu,atau ada yang dia sembunyikan yah,tapi apa coba,hmm jadi penasaran.") batin Natan.


Sementara di kamar lain,namun masih di rumah yang sama, terlihat Ajeng dan Hartawan Sedang berada di atas tempat tidur, mereka sedang mengobrol.


Ajeng menyenderkan kepalanya di dada bidang Hartawan. "Pah?" Ajeng menyentuh dada bidang suaminya.


"Iyah mah." jawab Hartawan,ia hanya pasrah dengan apa yang istrinya lakukan.


"Apa menurut papa Anna sama Natan sudah melakukan hubungan suami istri?" tanya Ajeng penasaran dengan anak dan menantunya itu.


"Menurut papa sih belum mah, kayaknya Anna masih belum mengerti,mungkin Natan menunggu waktu yang tepat untuk melakukan nya,dari pada kita membicarakan mereka, mending kita saja yang melakukan nya,hehehe." jawab Hartawan,ia tertawa kecil.


"Gitu gimana?" tanya Hartawan.


"Suka bener kalau ngomong,ayo mah,mama juga mau." ucap Ajeng tertawa kecil.


Tanpa pikir panjang mereka pun langsung melaksanakan ibadah tersebut, ibadah yang memang sangat di sukai oleh pasangan suami istri yang sedang di selimuti oleh Cinta.


***


Pagi Hari


Pagi ini,Anna sudah bersiap untuk berangkat ke kampus,saat ini ia sedang sarapan bersama di meja makan.


"An,kamu ke kampus lagi hari ini?" tanya Ajeng.


"Iyah mah." ucap Anna.


"Ya udah,kamu di antar lagi yah sama Natan." ucap Ajeng.


"Tapi mah, kayaknya gak usah deh,Anna bisa kok naik motor." ucap Anna.

__ADS_1


"Nggak,papa nggak setuju,kamu lebih baik di antar sama Natan,lebih aman." ucap Hartawan.


"Iyah, lagian juga kan jalannya searah ngapain bawa motor sendiri,mama khawatir,Ambu sama Abah kamu kan udah nitipin kamu sama kami,jadi kami harus betul betul menjaga kamu dengan baik." ucap Ajeng.


"Setuju!." ucap Natan.


"Ya udah kalau gitu,Anna berangkat di antar suami aja." ucap Anna pura pura tersenyum.


("Yah gagal deh, padahal lebih seru pakai motor.") batin Anna.


Setelah selesai sarapan,Anna pun langsung berangkat di antar oleh Natan,saat di perjalanan,Natan bertanya pada Anna.


"Kenapa tadi kamu mau berangkat naik motor?" tanya Natan penasaran.


"Aku seneng aja naik motor, soalnya aku juga takut nanti kamu nggak jemput lagi." ucap Anna.


"Aku usahain buat jemput yah,maafin aku waktu kemarin yah." ucap Natan, merasa bersalah karena tidak menjemput Anna.


"Ya udah nggak papa." ucap Anna.


Beberapa saat kemudian, mereka sampai di kampus,saat Anna keluar dari mobil ternyata ada seseorang yang memperhatikan nya.


"Anna?" Andin langsung menghampiri Anna.


"Hey Din." ucap Anna, menutup pintu mobilnya.


Andin memperhatikan seseorang yang berada di dalam mobil tersebut. "Hai kak Natan?" ucap Andin menundukkan kepalanya melihat ke arah jendela mobil,Natan pun menurunkan kaca jendela mobilnya.


"Kamu, kuliah di sini juga?" tanya Natan terkejut.


"Iyah,aku satu jurusan sama Anna." ucap Andin.


"Oh jadi kalian udah saling kenal,ini Anna Din, orang yang waktu itu mau aku kenalin sama kamu." ucap Natan.


"Oh Iyah kak,aku udah kenal kok,Bahkan kemarin aku yang nganterin Anna ke rumah." ucap Andin.


"Oh jadi kamu yang antar Anna, makasih yah,maaf kemarin aku ada meeting dadakan jadi nggak bisa jemput dia kesini." ucap Natan.


"Iyah,aku tau kok, meeting di kantor papa kan, kemarin kita kan ketemu." ucap Andin.


"Iyah,ya udah aku titip Anna sama kamu yah,aku harus berangkat ke kantor dulu!" ucap Natan.

__ADS_1


__ADS_2