Bukan Cinta Yang Salah

Bukan Cinta Yang Salah
Bab 51.Tidak Bisa Masak


__ADS_3

Beberapa saat kemudian,Natan pun datang,ia membuka pintu mobil dan mempersilahkan Anna untuk masuk. "Ayo kita pulang!kamu lagi lihatin apa sih?" ucap Natan saat melihat Anna Sedang pokus melihat mobil Andin yang baru saja lewat.


"Nggak papa,ayo kita pulang." ucap Anna pura-pura tersenyum.


("Anna kenapa yah, sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu.") batin Natan.


Sepanjang perjalanan Anna hanya terdiam,Natan sedikit heran karena biasanya Anna sangat periang,ia selalu membicarakan tentang apapun yang terlintas di benak nya.


"Andin masih marah sama aku." ucap Anna tiba-tiba.


("Akhirnya,dia ngomong juga,agak giman gitu,kalau ngeliat dia cuma diem aja.") batin Natan.


"Suami!, denger nggak sih Anna ngomong apa?" ucap Anna sambil mendekatkan mulutnya ke telinga Natan, karena merasa kesal Natan tidak merespon ucapan nya.


"Iyah Iyah denger." Natan memegang kupingnya yang terasa panas.


("Tadi diem nggak bersuara kayak patung,sekali nya ngomong bikin kuping panas, sebenarnya kenapa sih nih bocah.") batin Natan.


"Aku teh harus gimana?" tanya Anna.


"Memang nya tadi kamu nggak jelasin sama Andin,tentang kesalahpahaman ini?" tanya Natan.


"Udah,tapi dia nggak mau ngerti, kayaknya dia teh memang cinta beneran sama suami,hmm apa Anna harus ganti suami aja yah,biar Andin nggak marah lagi." ucap Anna dengan polosnya.


"Eh eh,ngomong apa barusan,enggak boleh ngomong kayak gitu,aku nggak suka." Natan sampai memberhentikan mobilnya di tepi jalan.


"Kok berhenti sih." tanya Anna heran.


"Jangan ngomong kayak gitu Anna,pake ngomong mau ganti suami segala,emang nya aku mau di kemenakan,enak aja kamu bisa ngomong gampang kayak gitu,nih yah pernikahan kita itu saja di mata agama dan juga hukum,jadi kamu jangan permainkan pernikahan, apalagi sampai mau pisah." ucap Natan.


"Iyah iyah,aku teh juga tau,tadi cuma asal ngomong aja, soalnya aku teh pusing harus bagaimana, lagian aku nggak mau nikah lagi,aku cuma mau nikah satu kali seumur hidup aku,yaitu cuma sama kamu." ucap Anna.


Natan tersenyum dengan apa yang Anna katakan barusan,ia tak menyangka istri kecilnya ini akan berbicara seperti itu, padahal ia sama sekali tidak pernah mengajarkan nya.


"Sweet banget sih,bilang apa tadi,aku mau denger lagi." ucap Natan sambil tersenyum.

__ADS_1


"Yang mana?" tanya Anna.


"Itu loh tadi,barusan." Natan tersenyum.


"Nggak tau ah lupa,ayo jalan!" ucap Anna.


"Hmm dasar,nggak bisa romantis dikit aja kali yah." ucap Natan yang langsung melajukan mobilnya.


Natan membawa mobilnya dengan kecepatan sedang,Anna yang masih sedikit pusing pun akhirnya malah merasakan lapar, karena ia belum makan siang.


"Suami?" tanya Anna.


"Iyah kenapa?" sahut Natan.


"Aku lapar,makan yuk!" ucap Anna.


"Eemm sebentar lagi kan kita sampai di rumah,paling lima menitan lagi deh,kamu tahan sebentar yah,pasti bibi juga udah masak di rumah, soalnya aku harus cepat kembali lagi ke kantor." ucap Natan.


"Eemm ya udah deh." Anna menghembuskan nafasnya.


"Hmm dasar so sibuk, padahal Anna kan pengen makan berdua,hmm ya sudahlah." gumam Anna yang langsung berjalan masuk ke dalam rumah.


"Assalamualaikum?" Anna membuat pintu nya.


"Waalaikumsallam,pulang sama siapa sayang?" tanya Ajeng.


"Sama suami mah,Tapi dia berangkat lagi ke kantor mungkin ada meeting kali." ucap Anna.


"Oh memang tadi Natan bilang begitu.?" tanya Ajeng.


"Nggak sih,tadi suami cuma bilang mau langsung kembali ke kantor aja,tapi biasanya kan gitu kalau buru buru berarti ada meeting, walaupun sebenarnya Anna nggak tau meeting itu apa,hehehe." Anna terkekeh mendengar perkataan nya sendiri.


"Dasar,kamu itu memang lucu." Ajeng mencolek hidung Anna.


"Mah,ada makanan gak,Anna lapar?" tanya Anna.

__ADS_1


"Aduh,mama belum masak sayang,mama masak dulu kalau gitu yah, soalnya biasanya nya kamu nggak makan kalau abis kuliah,makanya siang ini mama sama bibi nggak masak,biar sekalian nanti sore aja buat makan malam." ucap Ajeng.


"Ya udah mah,biar Anna aja yang masak." ucap Anna yang langsung ke dapur.


Ajeng pun mengikuti nya dari belakang,ia memperhatikan Anna yang sedang mencari bahan bahan di kulkas.


("Aduh masak apa yah,aku teh kan nggak bisa masak,mana udah lapar lagi,nyesel deh nggak minta ajarin Ambu kalau lagi masak di rumah.") batin Anna.


"Nah,ada telor nih,ya udah deh masak telur aja." gumam Anna,ia langsung mengambil satu butir telur.


Melihat Anna yang ingin masak sendiri,Ajeng pun kembali lagi ke ruang tamu, walaupun ini pertama kalinya ia melihat menantu nya itu memasak,tapi ia membiarkan nya saja,supaya Anna terbiasa.


Namun saat Ajeng Sedang santai menonton televisi,ia terkejut ketika mencium bau gosong di dapur,ia pun segera berlari ke arah dapur untuk mengecek.


"Bau apa ini Anna?" tanya Ajeng.


"Telur nya gosong mah." ucap Anna memasang wajah sedih.


"Itu kegedean api kompor nya, sebenarnya kamu bisa masak nggak sayang?" tanya Ajeng khawatir,Anna pun menggeleng.


"Ya ampun,hmm ya sudah,mama ajarin kamu dulu yah." ucap Ajeng, yang langsung menyimpan pan yang gosong itu ke wastafel.


"Maafin Anna yah mah,jadi gosong deh alat masak nya." ucap Anna merasa bersalah.


"Nggak papa sayang,nah gini yah, Setelah kamu kocok telur nya,kamu kasih bumbu dikit aja,kalau mau pake bawang juga bisa,itu mah sesuai selera aja,lalu sekarang,nyalain kompornya,api nya kecil aja,nah segini,abis itu kasih minyak,tunggu panas,dan masukin deh telur nya,nah gampang kan, sebentar lagi Mateng deh." ucap Ajeng, mengajar kan Anna dengan hati hati.


"Wah Iyah mah,tadi kayaknya apinya memang kegedean." ucap Anna melihat cara mertuanya memasak.


"Iyah nggak papa,eemm kamu ambil piring nya sayang, telur nya udah Mateng nih." ucap Ajeng yang langsung mematikan kompor nya.


Anna pun langsung mengambil piring,ia pun mengambil telur yang masih ada di pan, setelah itu langsung menyimpulkan nya di meja makan.


"Nah,udah selesai kan,udah,kamu makan gih,kalau dingin nggak enak nanti,nasinya masih ada di Magicom yah,kamu tinggal ambil aja." ucap Ajeng sambil tersenyum.


"Makasih yah mah, maafin Anna kalau nggak bisa masak." ucap Anna merasa tidak enak sudah merepotkan mertua nya.

__ADS_1


__ADS_2