
"Mama udah sadar bah, sekarang Andi mau panggil Dokter buat ngecek keadaan mama." ucap Andi.
"Lebih baik kamu duduk aja di sini,biar papa yang Panggil dokter,kamu pasti capek bolak-balik dari tadi." ucap Arif,Andi pun mengangguk.
Andi menghempaskan tubuhnya ke atas kursi,ia menunduk sambil memijit pelipisnya yang terasa pusing.
"Nak, sepertinya kamu sangat lelah,lebih baik kamu pulang istirahat, biar kita yang jaga mama kamu di sini." ucap Ambu.
"Makasih ambu,tapi lebih baik Andi teh di sini aja,di rumah juga kayaknya nggak akan bisa tenang." ucap Andi.
"Ya sudah." Ambu menghembuskan nafasnya.
"Oh Iyah,apa Ambu sama Abah,sudah kasih tau Anna sama Natan,kalau kalian ada di Jakarta.?" tanya Andi, mereka pun menggeleng.
"Lebih baik kalian kasih tau mereka,atau kalau perlu Andi yang telpon yah,biar nanti mereka jemput kesini." ucap Andi.
"Nggak usah nak,lagi pula sebentar lagi subuh,biar kita saja yang telpon,karena sekarang masih jam empat,pasti mereka belum bangun." ucap Abah.
"Baiklah kalau begitu." ucap Andi yang kembali menunduk.
("Walaupun aku merasa sedih dengan kejadian ini,tapi aku merasa bersyukur karena mama sudah berubah dan dia menyadari kesalahannya,aku semakin yakin jika di setiap cobaan pasti akan ada hikmahnya.") batin Andi.
***
Anna terbangun ketika mendengar suara adzan,ia pun langsung membuka matanya perlahan setelah itu duduk dari posisi tidurnya.
Melihat suaminya yang masih tertidur,Anna pun langsung membangun kan nya. "Mas,udah subuh." ucap Anna.
"Iyah sayang." ucap Natan dengan suara khas bangun tidur.
Namun Natan malah memeluk Anna,Anna yang akan berdiri pun terkejut ketika tubuh nya jatuh ke pelukan Natan.
"Mas,aku mau ke kamar mandi." ucap Anna.
"Aku mau nanya dulu?" ucap Natan.
"Nanya apa?" Anna menghembuskan nafasnya.
"Kenapa semalem tidur duluan, padahal mas kan pengen." ucap Natan, menenggelamkan wajahnya di dada Anna yang sekarang sudah mulai membesar karena karya nya.
__ADS_1
"Kenapa nggak bangunin Anna atuh." ucap Anna.
"Nggak ah,kasian, kayaknya capek banget." ucap Natan.
"Ya udah,nanti, setelah sholat subuh,kita ritual yah, sekarang kita sholat dulu,oke." ucap Anna sambil tersenyum.
"Oke,beneran tapi yah." ucap Natan yang sedang manja manjanya.
"Iyah sayang." ucap Anna.
Natan terkejut ketika Anna memanggil nya dengan sebutan itu,karena ia baru mendengar nya. "Apa apa,mas mau denger lagi,kamu Panggil mas apa tadi?" ucap Natan.
"Eemm apa yah,nggak tau lupa,hehehe." Anna terkekeh.
"Ih kamu mah." ucap Natan.
"Ih kenapa gaya bahasanya teh jadi kayak orang Bandung, hehehe" ucap Anna yang terkekeh mendengar gaya bahasa suaminya itu.
"Kan belajar dari kamu,udah cepetan tadi istri ku tersayang ini manggil apa?." ucap Natan.
"Sayang." Anna berbisik ke telinga Natan setelah itu,ia langsung berlari kabur ke kamar mandi sambil tertawa.
Natan menatap langit langit kamar,ia membayangkan bagaimana ia ketika akan di jodohkan dengan Anna,ia begitu kekeh tidak mau,tapi sekarang ia merasakan kebahagiaan yang sangat luar biasa,bahkan ia tak menyangka akan mendapatkan kebahagiaan sebesar ini bersama istri nya.
Saat Anna keluar dari kamar mandi, giliran Natan yang juga ke kamar mandi, setelah selesai,mereka pun langsung sholat berjamaah.
Setelah selesai,Anna mencium tangan suaminya,Natan pun mencium kening Anna, mereka sangat bahagia bisa seperti sekarang ini.
"Aku mencintaimu sayang." Natan Mendekatkan wajahnya ke wajah Anna,namun baru saja Natan akan mencium bibir Anna, tiba-tiba ponsel Anna berdering,Anna pun langsung mengambil ponselnya, membuat Natan menjadi kesal.
"Hmm baru aja mau atraksi,siapa sih yang telpon pagi pagi gini,ganggu aja." Natan berdecak kesal saat Anna tiba-tiba pergi mengambil ponselnya.
"Halo,Iyah bah." ucap Anna saat mengangkat telponnya.
"Anna,Abah teh cuma mau ngabarin,kalau Abah sama Ambu sedang ada di Jakarta." ucap Abah.
"Hah,Abah teh sedang apa di Jakarta,terus sekarang di mana?" tanya Anna.
"Abah sama Ambu sedang di rumah sakit nak." ucap Abah.
__ADS_1
"Abah sama Ambu nggak apa apa kan?" Anna sangat panik.
"Abah sama Ambu nggak apa apa nak,kita lagi nungguin mama nya Andi di rumah sakit." ucap Abah.
"Mama nya a Andi,kenapa bisa bah." ucap Anna heran.
"Cerita nya panjang,tapi nanti kamu kesini saja yah,Ambu sama Abah teh belum pada istirahat dari semalam,jadi kita mau ke rumah mertua mu, bagaimana,boleh tidak?" tanya Abah.
"Boleh atuh bah, ya udah atuh,kalau gitu Anna siap siap." ucap Anna yang langsung mematikan telponnya.
Saat Anna sedang menerima telpon dari abah nya,Natan pun memainkan ponselnya,ia melihat berita di sosial media nya, berita nya adalah tentang Anya yang jadi korban Pemb*nuhan,ia begitu terkejut ketika mengetahui siapa pelakunya, ternyata Elsa, tunangan Andi.
"Mas,kenapa,kayak serius begitu lihatin hape nya?" tanya Anna heran.
"Ini sayang,ada berita,kalau mama nya Andi masuk rumah sakit,dia akan di bunuh Elsa,tapi untung nya dia masih bisa diselamatkan." ucap Natan.
"Oh,pantas saja,tadi baru saja Abah ngabarin kalau Abah sama Ambu lagi ada di rumah sakit, mereka lagi nungguin mama nya a Andi,kita jemput mereka yuk,Abah sama Ambu katanya belum istirahat dari semalam." ucap Anna.
"Kenapa Ambu sama Abah bisa ada di sana?" tanya Natan heran.
"Anna teh juga nggak tau, katanya nanti di sana aja cerita nya,kata Abah." ucap Anna.
"Ya udah atuh,ayo kita siap siap,eh tapi tunggu dulu." ucap Natan mengingat sesuatu.
"Apa lagi mas?" ucap Anna.
"Kita kan mau." Natan memberikan kode.
"Nanti aja yah, sekarang kan kita lagi buru buru,nanti Anna kasih bonus deh." ucap Anna asal bicara.
"Bonus?" Natan merasa bingung dengan ucapan Anna.
"Iyah bonus, sepuasnya." ucap Anna yang langsung membuka mukenanya.
"Asyik,yang benar yah,nanti mas tagih loh janjinya." ucap Natan.
"Iyah,ayo ah cepetan,Anna kasihan sama Ambu sama abah, sekalian kita tengok juga mama nya a Andi." ucap Anna.
"Iyah ayo." ucap Natan yang semangat setelah mendengar Anna akan memberikan nya bonus,Anna memang pandai membuat Natan bersemangat,dan akhir akhir ini,bahkan mereka tak pernah absen melakukan ritualnya.
__ADS_1
Setelah mereka bersiap-siap mereka pun langsung keluar dari kamar nya, menuju ke dalam mobilnya.