
"Aku serius Elsa,kenapa kau seperti menganggap aku bercanda." Andi kesal dengan sikap Elsa.
"Aku juga serius sayang,kau tidak perlu khawatir,jika memang sesudah kita menikah nanti kau mau menikahi wanita itu silahkan,kau tinggal ceraikan aku, gampang kan,tapi sekarang sayang kalau kita harus berhenti di sini,kita akan kehilangan fans fans fanatik kita nanti." ucap Elsa.
"Ternyata kau hanya memanfaatkan ini hanya untuk mendapatkan perhatian dari masyarakat,aku menolak pertunangan ini,dan aku tak mau mempermainkan pernikahan,hanya karena ketenaran dan uang, bagaimana pun cara nya aku akan membatalkan pertunangan ini, walaupun aku harus kehilangan karir ku." ucap Andi,ia langsung melangkah berjalan keluar.
"Kau tidak bisa begitu Andi,bukan cuma karir mu yang hancur tapi juga aku bahkan mama mu jika kau batalkan pertunangan ini." Elsa berteriak.
Andi menghentikan langkahnya. "Aku tidak peduli,yang aku pedulikan adalah kebahagiaan ku." ucap Andi ia melanjutkan kembali langkahnya.
Andi pun langsung keluar dari kamar tersebut, sedangkan Elsa berdecak kesal dengan sikap Andi yang seperti itu.
"Dasar b*doh!" Elsa menghentak kan kaki nya.
Andi langsung mengendarai mobilnya,ia pulang ke rumahnya,ia ingin menanyakan kepada mama nya kenapa ia melakukan semua ini, padahal ia tahu kalau Andi sudah punya pilihan lain.
Beberapa saat kemudian Andi sampai di rumah nya,ia masuk ke rumah dengan perasaan yang penuh amarah.
"Mama!" panggil Andi.
Anya pun langsung keluar dari kamarnya,ia sangat terkejut ketika Andi memanggil nya sambil berteriak seperti itu.
"Ada apa sayang?" Anya berkata seperti tak punya rasa bersalah.
"Kenapa mama meminta Elsa untuk bertunangan dengan ku sementara mama tau Elsa tidak mencintai ku,dia hanya memanfaatkan pernikahan ini hanya untuk membuat karirnya semakin sukses,aku tak mau mah,aku tak mau mempermainkan pertunangan ini,apalagi sampai ke tahap pernikahan,aku nggak mau!" Andi mengepalkan tangannya.
"Sayang,mama melakukan ini juga demi Karir mu,kau akan semakin dikenal banyak orang,kau akan sukses, Setelah sukses,kau akan melakukan apapun yang kau inginkan,bahkan kau akan punya segalanya,uang mu akan banyak,karir mu akan semakin sukses,dan kau juga punya wanita sekelas Elsa yang sangat di kagumi oleh seluruh pria di kota ini,Bahkan di luar negeri,apa kau pikir mama tidak memikirkan mu!" ucap Anya.
"Lalu apakah mama memikirkan kebahagiaan ku, apakah mama pikir aku bahagia dengan apa yang mama lakukan?" Andi memelankan suaranya.
__ADS_1
"Ma-ma." Anya gugup.
"Tidak mah, kebahagiaan ku bukan hanya kekayaan,karir,dan juga wanita seperti Elsa yang mama banyak di Kagumi oleh semua orang, kebahagiaan ku hanya aku yang bisa menciptakan nya,bukan mama ataupun orang lain, seharusnya mama paham,jadi aku mohon mah hentikan semua kegilaan mama ini,aku sudah cukup lelah menjadi boneka mama selama ini,aku hanya ingin melakukan apa yang aku inginkan, apalagi tentang seseorang yang akan mendampingi hidupku,aku tak mau gagal dalam berumah tangga seperti mama." ucap Andi dengan suara bergetar.
Deg
Anya tersentak dengan apa yang Andi katakan,ia tak menyangka Andi akan mengatakan hal seperti itu kepada nya,ia hanya terdiam tak bisa bicara apapun lagi, mulut nya kaku, karena Andi sudah membuat nya tak bisa berkata-kata lagi.
"Dengan atau tanpa restu mama,aku akan menikahi wanita yang sudah aku pilih,aku harap mama segera membatalkan pertunangan ini,aku tak mau tau bagaimana caranya!" Andi langsung pergi ke kamar nya,ia menutup pintu lalu menghempaskan tubuhnya ke atas sofa.
Andi sangat capek dengan semua ini, sepertinya ia sudah tak ingin lagi menjadi publik figur, kehidupan nya seakan akan penuh dengan drama dan kepura-puraan,ia juga tak bisa hidup normal seperti orang pada umumnya.
Ia tak bisa bebas pergi kemana pun yang dia ingin kan,karena dia selalu di kejar oleh para fans nya,yang terkadang hanya sekedar berfoto atau meminta tanda tangan nya.
Saat Andi Sedang berpikir keras, tiba-tiba handphone nya berdering, Setelah ia melihat siapa yang menelepon nya,ia pun langsung mengangkat nya.
"Di,papa tadi lihat siaran infotainment,kamu kenapa lamaran nggak ngasih tau papa, walaupun papa sudah bercerai sama mama mu,tapi papa juga masih papa kamu nak." ucap Arif,papa Andi.
"Maafin aku pah ini semua rencana mama,Andi juga nggak tau menau tentang pertunangan ini,ini mendadak sekali, sampai sampai Andi bingung semalam harus bagaimana." ucap Andi.
"Mama mu memang tidak pernah berubah,hmm papa mau ketemu kamu,kamu ada waktu?" tanya Arif.
"Boleh pah, ketemu di mana?" tanya Andi.
"Di kantor papa aja yah,pas jam makan siang,papa mau makan di kantor sama kamu,biar nanti papa akan memesan makanan nya." ucap Arif.
"Baik pah." ucap Andi,ia pun langsung mematikan telponnya.
Sosok Arif adalah pria yang baik,ia menceraikan Anya karena ada sesuatu masalah yang Andi pun tidak mengetahui nya,namun pada saat perceraian itu,Anya kekeh mau mendapatkan hak asuh Andi, walaupun kenyataannya Anya malah tak pernah mengurus Andi,ia hanya ingin mendapatkan hak Asuh saja.
__ADS_1
Sepertinya Anya hanya ingin mantan suaminya tau,kalau ia itu hebat,ia bisa mendapatkan apapun yang ia ingin kan, sehingga ia pun menjadi pemenang nya di acara sidang hak asuh anak.
Sebenarnya Arif ingin sekali Andi tinggal bersama nya,ia ingin Andi yang membantu nya untuk mengurus perusahaan nya,namun karena hak asuh itu sudah Anya yang jadi pemenang nya,ia pun tak bisa berbuat apa-apa.
Dan sebenarnya, yang menyuruh Andi untuk masuk ke dunia hiburan pun Anna, walaupun Andi memang jago di segala bidang, sehingga Ia bisa dikenal dan karir nya bisa naik melejit seperti sekarang, padahal ia hanya sekitar satu tahun setelah perceraian orang tua nya.
.
.
.
.
.
.
.
Andi melihat jam tangannya,dan ternyata sebentar lagi jam makan siang akan tiba,Andi pun keluar dari kamar nya menuju keluar rumah.
"Andi kau mau kemana sayang?" ucap Anya, mengejar putra nya itu.
"Bukan urusan mama,Andi sudah tak mau lagi urusan pribadi ku di campuri lagi sama mama." ucap Andi.
"Maafkan mama sayang,mama janji akan berubah,mama tidak akan memaksa kami untuk melakukan apa yang mama inginkan." ucap Anya.
"Buktikan!" ucap Andi sambil menatap ke arah Anya, kemudian ia pergi dari rumah itu menunju kantor papa nya.
__ADS_1