
"Mabok perjalanan?" Hartawan pusing mendengar ucapan Anna.
"Iyah pah,mungkin karena suami pergi jarak jauh jadi nya mabok,soalnya suami berangkat pagi pulang malam jadinya kan mabok pah." ucap Anna mengatakan apa yang terjadi walaupun ia salah memahami nya.
("Sepertinya ada yang aneh,apa Anna yang tak tau kalau ternyata Natan mabok minuman, soalnya nggak mungkin banget kalau Natan mabok perjalanan mau sejauh apapun perginya, sepertinya aku harus ngomong langsung,awas aja kalau sampai yang aku pikirkan itu benar.") batin Hartawan.
"Natan,ikut papa Sebentar!" ucap Hartawan langsung berdiri.
("Wah bener bener nih si Anna,pasti papa bakal marahin gue habis habisan.") batin Natan.
Anna pun mengikuti papa nya, Hartawan membawa Natan ke ruang kerjanya.
"Papa Kenapa mah,kok kayaknya marah gitu sama suami?" tanya Anna saat mertua dan suaminya pergi.
"Nggak papa sayang,udah kita makan duluan aja,mungkin mereka lagi ada urusan." ucap Ajeng sambil menyodokkan nasi goreng ke piring nya.
Sementara di dalam ruangan kerja nya, Hartawan sudah berdiri sambil bertolak pinggang dihadapan Natan yang sedang duduk di kursi.
"Coba jelaskan,kenapa semalam kamu mabok,papa tau yah kamu bukan mabok perjalanan seperti apa yang Anna katakan,papa tidak selugu itu." ucap Hartawan menatap tajam ke arah Natan.
"Maafin Natan pah,Natan cuma mau nenangin pikiran." jawab Natan.
"Nenangin pikiran bagaimana? sama siapa semalam kamu mabok,papa nggak ngerti tadi Anna bilang siapa itu,om artis siapa lah itu." ucap Hartawan sudah emosi.
"Sama Andi pah." jawab Natan.
"Papa udah menduganya, dia memang yang ajak kamu kesana,dengerin papa yah,kali ini papa masih kasih kamu peringatan,tapi kalau sampai kamu mengulangi lagi,papa gak akan kasih kamu ampun,papa malu punya anak tukang mabok Natan,ingat di keluarga kita tak ada yang ngajarin anaknya mabok,apalagi kamu anak papa satu satunya." ucap Hartawan,ia sangat marah padanya.
"Maafin Natan pah,Natan gak akan mengulanginya nya lagi." Natan menundukkan kepalanya.
"Ya sudah sekarang balik ke meja makan,terus nanti anterin istri kamu ke kampus,ingat yah jangan mengulangi lagi." Hartawan memperingatkan,lalu ia berjalan keluar.
"Huh aman,untung aja papa nggak nanya penyebab gue mabok,kalau nggak bisa habis gue,pasti papa bakal semakin marah kalau dia tau gue mabok karena Sierra nyelingkuhin gue." Natan mengelus dadanya.
Natan berjalan menuju meja makan, terlihat Anna sudah selesai makan bersama mama nya.
"Ayo Natan sarapan dulu!" ucap Ajeng.
"Iyah mah." Natan pun langsung duduk di sebelah Anna.
__ADS_1
"Suami,Anna ke kamar dulu ambil tas yah." ucap Anna sambil berdiri.
"Iyah,nanti aku tunggu di depan." ucap Natan.
"Oke." sahut Anna yang langsung berjalan.
***
Pagi ini Sierra dan Tio masih berada di apartemen, mereka sedang memikirkan bagaimana caranya agar tak kehilangan tambang emas nya.
"Bagaimana ini,kita sudah ketahuan sama Natan." ucap Sierra.
"Terus kau maunya bagaimana,ya udah, lagian Natan gak akan mau balik lagi sama kamu." ucap Tio.
"Enak yah kamu ngomong gitu,selama ini aku yang cari cara supaya kita bersenang senang dengan biaya gratis,aku juga sering belanjain kamu barang barang mewah,terus sekarang,kamu malah gak mau pikirin bagaimana caranya supaya Natan balik lagi sama aku." ucap Sierra,ia kesal pada Tio.
"Tapi bagaimana caranya Ra,mungkin sekarang Natan juga udah kecewa sama kita berdua,mau bagaimana lagi." ucap Tio sudah buntu.
"Tapi aku yakin,Natan masih cinta sama aku,satu satu nya cara adalah-" Sierra menyunggingkan senyum licik nya.
"Bagaimana?" tanya Tio.
"Emang bakalan berhasil." ucap Tio ragu.
"Pasti,asal kita bermain cantik,dan akting sebagus mungkin,dia pasti bisa aku dapatkan lagi." ucap Sierra.
"Ya udah terserah kamu aja." ucap Tio.
"Tapi kamu juga harus bantuin aku, jangan cuma iya Iyah aja." ucap Sierra kesal.
"Iyah Iyah,nanti aku bantu." ucap Tio.
Sierra keluar dari apartemen nya,ia ingin segera melancarkan aksinya, walaupun ia belum tau kapan rencananya itu akan ia lakukan,tapi ia kan menyiapkan dulu semuanya.
***
Natan dan Anna baru saja sampai di kampus nya,saat Anna keluar dari mobil ia tampak nya sangat kagum dengan kampus nya.
Anna masuk ke sebuah kampus jurusan fakultas kedokteran yang terbesar di kota tersebut,yah memang Anna dari dulu bercita cita sebagai dokter.
__ADS_1
Jurusan fakultas kedokteran merupakan salah satu dari sekian jurusan pendidikan tinggi di bidang kesehatan. Mahasiswa dan mahasiswi di jurusan ini akan mempelajari mengenai masalah kesehatan yang mencangkup, bagaimana memelihara kesehatan, mencegah penyakit,dan juga memberikan pengobatan.
"Anna,aku langsung berangkat ke kantor yah,kamu hati hati,kalau sudah selesai pembelajaran nya,kamu bisa hubungi aku,buat jemput kamu." ucap Natan memperingati.
"Iyah suami,eemm kalau begitu hati hati di jalan yah." Anna melambaikan tangannya.
Setelah melihat Anna masuk,Natan pun melajukan mobilnya, untuk menuju ke kantor.
Saat Anna mulai memasuki ruangan kelas nya, orang orang memperhatikan nya,ia terpesona melihat kecantikan Anna yang tanpa polesan make up itu.
Anna tersenyum ramah ke pada semua yang menjadi teman barunya di sana, setelah itu ia duduk di salah satu bangku paling depan,ia ingin benar-benar memahami apa yang akan ia pelajari nanti.
"Hai,boleh kenalan?" ucap salah satu pria yang duduk di sebelah nya,ia mengulurkan tangannya.
"Saya Anna." ucap Anna berjabat tangan dengan pria tersebut.
"Saya Kevin,salam kenal yah." ucap nya, sambil tersenyum.
"Iyah." sahut Anna.
Setelah Kevin berkenalan dengan Anna, semua orang pun mengikuti nya, karena ia ingin mengenal sosok wanita cantik di kelas nya ini,tak terkecuali dengan seorang wanita di sebelah nya lagi.
"Hai,kenalin aku Andin." ucap salah satu wanita yang sangat ramah.
"Aku Anna." ucap Anna tersenyum.
"Kamu cantik sekali,kamu dari SMA mana." ucap Andin yang terpesona melihat kecantikan Anna.
"Terimakasih,saya dari Bandung." jawab Anna.
"Wah ternyata mojang Bandung toh,pantesan cantik." ucap Andin.
"Kamu sendiri dari mana?" tanya Anna,ingin semakin mengenal.
"Aku asli Jakarta,semoga kita bisa berteman baik yah." ucap Andin senang, mendapatkan teman ramah seperti Anna.
"Iyah,semoga saja." ucap Anna sambil tersenyum.
Beberapa saat kemudian,dosen pun datang,ia memulai pembelajaran nya,Anna sangat sungguh sungguh saat belajar,ia ingin membuat orang tua nya bangga, memiliki anak seorang dokter muda yang hebat, supaya ia bisa menjadi penolong untuk semua orang.
__ADS_1