Bukan Cinta Yang Salah

Bukan Cinta Yang Salah
Bab 45.Di bawa jin


__ADS_3

Anna membuka matanya perlahan,saat ia tersadar ia sangat terkejut, ketika ia mengetahui kalau ia sedang tidur sambil memeluk Natan.


Anna mengingat ingat kejadian semalam,dan ia yakin kalau semalam ia tidur di kamar mama mertua nya,namun ia heran,kenapa sekarang ia bisa berada di kamar dengan suaminya.


Anna melepaskan pelukannya, kemudian ia bangun,namun saat ia akan turun dari tempat tidur, tiba-tiba Natan menarik tangan nya, sehingga kini Anna terjatuh ke dalam pelukannya.


"Mau kemana?" Natan menyungging kan senyum nya saat Anna berada di atas tubuh nya.


"Lepasin!" ucap Anna.


"Kalau nggak mau gimana?" ucap natan menggoda.


"Aku akan teriak, minta tolong." ucap Anna.


"Hehehe, silahkan saja teriak,kamu kan istri aku,mana ada yang mau nolongin kamu,paling juga orang orang pikir,kita lagi main di atas ranjang." ucap Natan.


"Main di atas ranjang,main apa? Anna teh baru denger." ucap Anna dengan polos nya.


"Beneran kamu mau tau?" Natan menaikkan satu alisnya sambil tersenyum,dengan polosnya Anna mengangguk.


Natan membalikkan badannya,kini gantian ia yang berada di atas Anna,Natan menyentuh bagian perut Anna, membuat Anna terkejut.


"Hahaha,udah ah main nya,geli,nggak jadi,Anna nggak mau main lagi." Anna tertawa terbahak bahak,merasa geli dengan apa yang Natan lakukan.


("Nih bocah,kenapa malah ketawa,baru juga mau mulai atraksi,hmm gagal lagi nih kayaknya,nasib nasib punya bini bocah.") batin Natan.


Natan duduk di samping Anna sambil cemberut,ia kesal dengan istri nya yang malah tertawa saat ia akan menjalankan aksinya.


"Suami kenapa? marah yah, karena Anna nggak mau main lagi?" tanya Anna mendekatkan wajahnya.


"Aku mau mandi,biar si Joni nggak tegang lagi." ucap Natan yang langsung masuk ke dalam kamar mandi.


"Si Joni? siapa lagi tuh,pake bawa bawa nama orang,hmm kadang kadang suami ini selalu bikin pusing,kayak bocah." ucap Anna yang merebahkan tubuhnya kembali, menunggu giliran untuk mandi.


***


Sementara di tempat lain,Andin baru saja keluar dari kamarnya,ia sudah siap untuk berangkat ke kampus,ia menghampiri orang tua nya di meja makan.


"Pagi mah,pah." ucap Andin.


"Pagi sayang,eemm cantik sekali anak papa hari ini." ucap Dion.

__ADS_1


"Eemm papa bisa aja." Andin tersenyum sambil mengambil roti tawar yang sudah di kasih selai di dalamnya.


"Eemm oh Iyah Din,nanti malam,pak Hartawan ngajak kita makan malam di restoran,kamu mau ikut?" ucap Dion.


"Mau pah,Andin mau ikut." ucap Andin antusias.


"Eemm kenapa seneng gitu, biasanya juga kalau papa ajak makan malam sama rekan kerja papa kamu selalu nolak,tapi kok ini kayaknya seneng gitu?" tanya Dion.


("Duh, kayaknya aku jangan bilang deh kalau aku pengen ketemu kak Natan,bisa malu nanti.") batin Andin.


"Aku seneng karena pasti Anna juga di ajak,dia kan temen satu kampus aku pah." ucap Andin.


"Jadi kamu sudah kenal sama men-" Dion belum selesai melanjutkan ucapannya.


"Kenal pah,ya udah Andin berangkat dulu yah,dah papa dah mama." Andin langsung berlari keluar.


"Putri kita kenapa sih pah?" tanya Lia,mama Andin.


"Nggak tau, kayaknya lagi seneng gitu,tapi papa nggak nyangka loh, ternyata dia kenal sama menantu nya pak Hartawan,Anna namanya, apalagi tadi Andin bilang mereka satu kampus." ucap Dion.


"Iyah yah pah,bisa kebetulan gitu." ucap Lia.


"Oh papa baru ingat, waktu itu Andin sempat menanyakan soal pak Hartawan,papa baru ngeh ternyata Anna satu kampus dengan nya." ucap Dion.


Namun saat itu,Andin sedang liburan ke luar kota,ke rumah neneknya, sehingga ia tidak tau mengenai pernikahan Anna dan juga Natan.


Dion tak ada curiga kalau ternyata Andin menyukai Natan karena mereka sudah lama sekali tidak bertemu, apalagi tadi Andin mengatakan kalau ia mau bertemu dengan Anna teman satu kampus nya,bukan untuk bertemu dengan Natan.


***


"Kamu udah nggak marah lagi kan sama aku?" ucap Natan,saat melihat Anna Sedang menyisir rambutnya.


("Aduh,aku teh lupa kalau lagi akting marah marahan,tadi pake ketawa lagi bareng dia,gimana yah,apa aku udahan aja aktingnya.") batin Anna.


"Anna,aku kan nanya,maafin aku yah?" Natan menghampiri Anna.


"Iyah Iyah,berisik deh." ucap Anna.


"Tapi beneran nggak marah lagi kan?" Natan masih belum puas dengan jawaban Anna.


"Iyah,udah jangan ganggu,sana sarapan duluan." ucap Anna.

__ADS_1


Natan pun langsung keluar,ia menuruni tangga lalu berjalan menuju meja makan.


"Mama mana bi?" tanya Natan.


"Tadi sih di sini,tapi sepertinya ada telpon,jadi nyonya ke kamar." jawab bi Inah.


"Oh gitu." ucap Natan sambil melihat ke arah kamar Ajeng.


Saat Natan selesai makan,Ajeng pun menghampiri nya. "Udah sarapan?" tanya Ajeng melihat piring kotor di depan Natan.


"Udah mah,eemm siapa yang telpon." tanya Natan.


"Papa,katanya nanti malam kita makan malam di restoran bareng sama temen kerja nya itu,siapa sih mama lupa namanya." ucap Ajeng.


"Pak Dion?" Natan meyakinkan.


"Oh Iyah benar pak Dion." ucap Ajeng.


"Loh,bukannya papa di luar kota yah." ucap Natan.


"Siang juga pulang katanya." ucap Ajeng.


"Ohh,ya udah,Anna ajak juga yah mah,dia kan belum pernah di ajak makan malam bareng kita di luar." ucap Natan.


"Pasti sayang,Anna kan keluarga kita juga,pasti di ajak lah." ucap Ajeng.


"Lagi ngomongin apa sih." Anna duduk di sebelah Natan.


"Itu loh,nanti malam papa ngajak kita makan malam di luar,kamu ikut yah!" ucap Ajeng.


"Oh,Iyah mah boleh." ucap Anna sambil tersenyum.


"Eemm,oh Iyah,pas mama bangun tidur kok kamu udah nggak ada,apa kamu ke balik ke kamar?" tanya Ajeng pura pura heran.


"Nggak tau mah,Anna juga kaget tiba-tiba udah ada di kamar tadi pas bangun." ucap Anna.


("Duh,kok gue jadi salah tingkah gini yah, kayaknya mama tau deh cuma dia pura pura polos aja di depan Anna.") batin Natan.


"Apa jangan jangan kamu bisa sulap yah,bisa pindah sendiri,hehehe." Ajeng terkekeh.


"Kalau bisa sulap sih mending mah, yang Anna takuti kalau semalem Anna di pindahin sama jin mah,hehehe." ucap Anna.

__ADS_1


"Iyah kayak nya gitu deh,hehehe." Ajeng ikut terkekeh.


("Sialan,gue di kira jin,awas aja yah,gara gara mama nih.") batin Natan.


__ADS_2